-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Presiden Jokowi tegaskan Perda harus memudahkan masyarakat

Presiden Jokowi tegaskan Perda harus memudahkan masyarakat

Presiden Jokowi tegaskan Perda harus memudahkan masyarakat
Presiden Joko Widodo (ANTARA/Puspa Perwitasari)
 Saya sampaikan kepada Ketua DPR juga, buat UU paling enggak setahun 40, lalu UU keluar pemerintah buat PP terus saya buat Perpres terus kementerian buat Permen. Waduh tidak fleksibel. Buat saya tidak. Produksi UU itu sedikit, kualitasnya yang baik...
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan agar Peraturan Daerah (Perda) yang dibuat harus memudahkan dan tidak membebani masyarakat.

"Kepada semua, kalau mau buat Perda buatlah yang memudahkan masyarakat. Jangan yang membebani," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Selasa.

Presiden mencontohkan soal peraturan terkait retribusi daerah yang jika dibuat perdanya justru akan menjadi beban tersendiri.

Hal itu, kata Presiden, menjadi penghambat perputaran uang di daerah sehingga tidak ada penambahan lapangan pekerjaan.

"Inilah hal-hal yang harus kita hadapi. Kemarin kita membatalkan ribuan perda karena itu tidak ramah investasi. Tidak ramah terhadap perdagangan malah menyulitkan, nambah-nambahin, berbelit-belit masalah. Nambahin urusan," katanya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia harus berpikir simpel atau sederhana.

"Saya sampaikan kepada Ketua DPR juga, buat UU paling enggak setahun 40, lalu UU keluar pemerintah buat PP terus saya buat Perpres terus kementerian buat Permen. Waduh tidak fleksibel. Buat saya tidak. Produksi UU itu sedikit, kualitasnya yang baik. Perda sedikit kualitasnya baik. Dongkrak ekonomi daerah," katanya.
Ia juga menyarankan agar daerah tidak berlebihan memproduksi Perda.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia bukan negara UU melainkan negara hukum sehingga nilai-nilai yang perlu diangkat.

"Kalau produksi terus, aduh, sampai enggak tahu kalau tumpang tindih," katanya.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Presiden Jokowi hadiri silahturahmi dan dialog nasional ISHI

Presiden Jokowi hadiri silahturahmi dan dialog nasional ISHI

Presiden Jokowi hadiri silahturahmi dan dialog nasional ISHI
Presiden Joko Widodo (ANTARA /R. Rekotomo)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Silaturahmi dan Dialog Nasional Ikatan Senior Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (ISHI) di Jakarta, Jumat sore.

Jokowi yang mengenakan setelan jas warna gelap tiba di lokasi acara di Hotel Rafles Jalan DR Satrio Jakarta sekitar pukul 15.55 WIB.

Tampak hadir dalam acara itu mantan Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa, sejumlah pengusaha dan sejumlah pejabat antara lain Wakil Ketua MPR Oesman Sapta dan Hidayat Nur Wahid. Juga hadir tokoh pengusaha dan politikus Aburizal Bakrie.

Silaturahmi dan Dialog nasional ISHI kali ini bertema Menyukseskan Nawacita melalui Keberpihakan kepada UMKM dan Pengusaha Muda Indonesia.

Pada malam harinya mulai sekitar pukul 19.00 WIB akan digelar diskusi dengan pembicara Siswono Yudhohusodo, Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan mantan Mendag M Lutfi dengan moderator Oesman Sapta.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Presiden Jokowi tinjau rencana kawasan wisata Humbang Hasudutan

Presiden Jokowi tinjau rencana kawasan wisata Humbang Hasudutan

Presiden Jokowi tinjau rencana kawasan wisata Humbang Hasudutan
Presiden Joko Widodo (tengah) menyapa warga sebelum menyeberangi Danau Toba untuk berkunjung ke Pulau Samosir di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Sebelum membuka kegiatan Karnaval Kemerdekaan di Balige, Toba Samosir, Presiden Joko Widodo bersama rombongan berkeliling menggunakan kapal untuk menikmati pemandangan dan keindahan Danau Toba. (ANTARA/Septianda Perdana )

Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin di Toba Samosir, Senin, mengatakan kunjungan ke Humbang Hasundutan Mengakhiri rangkaian kunjungan kerja ke Sumut.

Salah satu yang akan dikunjungi adalah Taman Bunga Sijaba, Desa Parulohan Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut.

Presiden dan rombongan berangkat dari tempat menginap Hotel Sere Nauli Kecamatan Laguboti Toba Samosir sekitar pukul 08.40 WIB.

Selama peninjauan tersebut, Presiden akan didampingi di antaranya oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Gubernur Sumut, Erry Nuradi.

Usai kegiatan tersebut, Presiden akan langsung bertolak menuju Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara untuk kemudian lepas landas menggunakan pesawat CN-295 TNI AU menuju Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang.

Dari Bandara Kualanamu, Presiden akan bertolak menuju Jakarta menggunakan Pesawat Kepresidenan RI-1 dengan menempuh sekitar dua jam perjalanan.

Presiden dan rombongan diperkirakan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada sore hari.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Presiden Jokowi nyatakan moratorium pembentukan DOB masih berlaku

Presiden Jokowi nyatakan moratorium pembentukan DOB masih berlaku

Presiden Jokowi nyatakan moratorium pembentukan DOB masih berlaku
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
 setiap rencana untuk pembentukan DOB baik provinsi, kabupaten, kota, harus dengan kalkulasi matang
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan hingga saat ini pemerintah belum membuka moratorium pembentukan daerah otonom baru (DOB).

"Mengenai pembentukan provinsi, daerah atau kota baru, masyarakat harus tahu bahwa sekarang masih moratorium, belum dibuka," kata Presiden Jokowi saat memberi sambutan dalam acara penyambutan di Pendopo Kota Gunung Sitoli, Sumut, Jumat.

Presiden menyebutkan setiap dirinya turun ke daerah yang diminta pasti pembentukan DOB.

"Saya akan berusaha untuk membuat seleksi ketat, akan kita hitung benar, akan dikalkulasi betul bahwa setiap rencana untuk pembentukan DOB baik provinsi, kabupaten, kota, harus dengan kalkulasi matang," katanya. 

Menurut dia, perhitungannya juga harus detil dan matang sehingga pembentukan DOB tidak memberikan tambahan beban baru.

"Pembentukan DOB harus betul-betul bisa mendongkrak atau meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, kalau saya sih yang konkret-konkret saja," katanya.

Presiden tidak ingin pembentukan DOB hanya berdasar pada desakan-desakan politik saja.

"Kalau hanya desakan-desakan politik, maaf saya tidak bisa didesak-desak, tapi kalau itungannya matang, ekonomi positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kenapa tidak," kata Jokowi. 

Sebelumnya di tempat yang sama, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Nias mengajukan sejumlah masalah seperti kekurangan listrik, sarana pendidikan dan perlunya pembentukan Provinsi Nias.

Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Nias yang juga Bupati Nias Sokhiatuto Laoly menyampaikan masalah tersebut.

Ia menyebutkan Nias yang dulu hanya satu kabupaten, saat ini sudah berkembang menjadi empat kabupaten dan satu kota.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pidato Presiden Jokowi singkat penuh makna

Pidato Presiden Jokowi singkat penuh makna

Pidato Presiden Jokowi singkat penuh makna
Presiden Joko Widodo (tengah) memasuki ruang Sidang Paripurna MPR dalam rangka Sidang Tahunan MPR 2016 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2016). Sidang tersebut beragendakan mendengar pidato Presiden Joko Widodo selaku Kepala Negara yang memuat laporan kinerja lembaga-lembaga negara. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
 Pidato itu menurut saya pribadi sangat menggugah sekali dan memberikan semangat baru dalam menegakkan panji pembangunan dengan landasan hukum yang kokoh."
Koba (ANTARA News) - Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Algafry Rahman mengatakan pidato Presiden Joko Widodo cukup singkat tetapi penuh dengan makna.

"Pidato presiden cukup singkat tetapi menurut saya itu penuh makna jika dicerna dan dimaknai dengan baik," ujarnya usai sidang paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka HUT RI ke 71 di Koba, Selasa.

Ia menjelaskan, dalam pidato presiden lebih menitik beratkan kepada penegakan hukum negeri ini sudah semakin baik dan itu penting dalam membangun negeri yang lebih maju.

"Membangun bangsa dan daerah memang harus dengan pondasi hukum yang baik, tanpa semua itu maka negara akan hancur," ujarnya menyikapi pidato presiden.
Ia mengatakan, penegakan hukum yang baik akan menghasilkan produk dan program pembangunan nasional yang baik pula sehingga hukum tetap menjadi nomor satu jika negara ingin maju.

"Pidato itu menurut saya pribadi sangat menggugah sekali dan memberikan semangat baru dalam menegakkan panji pembangunan dengan landasan hukum yang kokoh," ujarnya.

Ia mengatakan, selain itu komitmen pemerintah dalam memberantas kemiskinan dan pengangguran mesti direspon dengan baik hingga ke daerah.

"Kemiskinan dan pengangguran sampai sekarang masih menjadi momok bagi masyarakat, pemerintah tentu harus menyikapinya dengan baik dan nyata," ujarnya.
Ia meminta seluruh aparatur pemerintahan di daerah itu dapat memaknai semangat kemerdekaan dengan bekerja nyata untuk kemajuan daerah.

"Jadikan HUT RI ke 71 ini momentum intropeksi diri dan semangat dalam membangun, serta bertekad menciptkan pemerintahan yang baik dan bersih," ujarnya.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top