-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Bappenas minta KCIC segera memulai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung

Bappenas minta KCIC segera memulai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung

Bappenas minta KCIC segera memulai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat. Pengerjaan proyek tersebut selanjutnya masih menunggu izin dari Kemenhub. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas meminta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) segera melengkapi izin, dan memulai pengerjaan fisik kereta cepat Jakarta-Bandung.

Kemajuan fisik proyek tersebut, menurut Bambang, akan meminimalkan terjadinya perubahan kebijakan oleh pemerintah baru setelah pergantian periode pemerintahan pada 2019.

Bambang mengatakan KCIC memang telah meminta jaminan risiko politik, yakni jaminan konsistensi kebijakan jika terjadi pergantian pejabat.

Bambang menilai permintaan itu adalah hal wajar, mengingat nilai investasi proyek kereta cepat mencapai Rp77 triliun dan izin konsensi yang diberikan selama 50 tahun.

Bambang belum bisa menyebutkan apakah pemerintah akan menjamin risiko politik proyek kereta cepat ini.

Menurutnya, KCIC sebaiknya fokus saja untuk mempercepat pengerjaan proyek.

Jika pada 2019, proyek kereta cepat belum selesai, namun telah menunjukkan kemajuan yang berarti, pemerintah yang baru pun akan sulit untuk menghentikan atau mengubah kebijakan untuk proyek tersebut.

"Sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan, karena kalau sudah ada pengerjaan fisik yang memadai, ya bisa saja dilanjutkan. Seperti Jembatan Suramamdu digagas Megawati, tapi dilanjutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," kata dia.

Bambang mengatakan, sejauh ini, jaminan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 yang diberikan pemerintah baru jaminan kemudahan izin.

Jaminan finansial dari APBN, kata dia, tidak akan diberikan pemerintah, karena proyek kereta cepat tidak tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah 2016.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Bangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung, INKA Gandeng Ahli 'Kereta Peluru'

Bangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung, INKA Gandeng Ahli 'Kereta Peluru'

Feby Dwi Sutianto - detikfinance
Bangun Kereta Cepat Jakarta-Bandung, INKA Gandeng Ahli Kereta Peluru
Jakarta -BUMN kereta yang bermarkas di Madiun, Jawa Timur PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA ikut dilibatkan dalam pengembangan mega proyek Presiden Jokowi yakni kereta cepat atau High Speed Train (HST) untuk rute Jakarta-Bandung.

INKA sendiri mengakui belum berpengalam membangun kereta cepat alias 'kereta peluru'. Untuk itu menjajaki keterlibatan produsen kereta cepat dunia yang sudah ahli, mulai dari Bombardier hingga China Railway High-speed (CRH).

"Kita juga menjajaki kerjasama manufaktur HST, seperti dengan Bombardier asal Jerman, Nippon Sharyo asal Jepang, CAF asal Spanyol, CSR dan CNR dari China," kata Direktur Produksi INKA Hendy Hendratno Adji kepada detikFinance, Sabtu (25/7/2015).

Pertama yang akan digandeng ialah Bombardier. Produsen kereta asal Jerman ini memiliki pengalaman memproduksi dan mengembangkan kereta cepat. Bombardier mengembangkan kereta cepat bernama ZEFIRO yang mampu melesat dengan kecepatan 380 km per jam. Bombardier juga terlibat dalam memasok kereta cepat di China.
Produsen kedua yang dijajaki ialah Nippon Sharyo. Produsen kerta cepat asal Jepang ini dinilai sangat berpengalaman. Nippon Sharyo telah memasok kereta cepat di beberapa negara salah satunya kerta cepat Shinkansen. Nippon Sharyo juga akan memasok kereta commuter untuk proyek MRT Jakarta fase I.

Produsen lain yang rencananya dilibatkan seperti CAF Spanyol. CAF berpengalaman mengembangkan dan memproduksi kereta cepat untuk beberapa negara seperti Turki. Kereta cepat generasi terbaru CAF, OARIS, mampu melesat dengan kecepatan 350 km per jam.
Terakhir ialah produsen dan operator kereta asal Tiongkok seperti CSR Corporation Limited dan China Railway High-speed (CRH).

"Di dunia belum banyak pabrikan sarana kereta api yang menguasai teknologi HST. Bomardier dengan ICE-nya, Nippon Sharyo dengan Shinkansen masih merupakan terbaik kemdian ada juga TGV dari Alshtom Prancis," ujarnya.(feb/rrd)
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Butuh Rp 67 Triliun

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Butuh Rp 67 Triliun

Maikel Jefriando - detikfinance
Selasa, 14/07/2015 14:25 WIB
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Butuh Rp 67 Triliun
Jakarta -Pemerintah masih menseleksi investor pelaksana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang total investasinya diperkirakan mencapai Rp 67 triliun. Investor dari kedua negara tersebut masih ditimang-timang oleh pemerintah dengan meminta tanggapan dari konsultan internasional.

"Itu semacam konsultan yang benar-benar mengerti investor dua itu (Jepang dan China). Jadi kita akan seleksi antara Jepang dan China saja, baik teknikal maupun keuangannya," kata Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi di Kantor Wapres, Selasa (14/7/2015)
Sofjan mengatakan, bila tak ada aral melintang, tahun ini investor proyek sudah ada yang ditunjuk pemerintah, dan proyek sudah bisa dimulai. Alasannya studi kelayakan proyek sudah selesai, Detail Engineering Design (DED) sudah rampung, termasuk soal perhitungan tarifnya, waktu tempuh Jakarta-Bandung, dan total investasinya.
"Hampir sama semua itu, total investasinya Rp 67 triliun, kita akan lihat teknikalnya siapa yang terbaik, dan yang dipertimbangkan bukan hanya soal harga saja, tapi berapa banyak local content yang akan mereka pakai yang terbanyak," katanya Sofjan.

Menurut Sofjan, dengan pengedepankan penggunaan produk lokal dalam proyek kereta cepat maka bisa membantu industrialisasi komponen kereta di dalam negeri.

(hen/dnl)
Back To Top