-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Presiden Jokowi "pamer" proyek infrastruktur pada media ASEAN

Presiden Jokowi "pamer" proyek infrastruktur pada media ASEAN

Presiden Jokowi
Presiden Bertolak Ke AS. Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) sebelum bertolak ke Amerika Serikat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (14/2). Presiden Jokowi ke AS dalam rangka mengikuti US-ASEAN Summit di Sunnyland, California. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
 Kami fokus pada infrastruktur dan deregulasi. Sebagai mantan pengusaha saya pro pada deregulasi."

Palm Springs, California (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) "memamerkan" sekaligus mempresentasikan sejumlah proyek infrastruktur yang sedang dibangun di Indonesia kepada sejumlah jurnalis dari berbagai media di ASEAN yang hadir untuk meliput KTT AS-ASEAN.

Presiden Jokowi di Miramonte Resort, Indian Wells, Palm Springs, California, AS, Senin waktu setempat atau Selasa WIB, memberikan kesempatan kepada awak media ASEAN untuk melakukan konferensi pers.

Pada kesempatan itu, Presiden menjelaskan sejumlah proyek infrastruktur yang dibangun Indonesia.

Selain itu Presiden Jokowi juga menjelaskan soal paket kebijakan ekonomi dari satu hingga 10 paket sampai saat ini.

Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana.

"Kami fokus pada infrastruktur dan deregulasi. Sebagai mantan pengusaha saya pro pada deregulasi," katanya.

Di hadapan puluhan media dari negara-negara anggota ASEAN, Presiden menjelaskan total belanja pemerintah untuk infrastruktur pada 2015 sebesar 23 miliar dolar AS naik 61 persen dibandingkan 2014.

"Saya tunjukkan pada Anda beberapa proyek infrastruktur kami di antaranya Jalan Tol Trans Sumatera, yang dimulai tahun lalu," katanya.
Selain itu ada proyek irigasi, proyek Pelabuhan Priok, Pelabuhan Kuala Tanjung, MRT di Jakarta, Trans Sulawesi Railways, Indonesia Malaysia Border Road (Kalimantan), Indonesia Papua Nugini Border Road (Papua), hingga pembangkit listrik untuk target 35.000 MW.

Jokowi sempat secara singkat menjawab sejumlah pertanyaan mulai dari soal TPP hingga posisi Indonesia dalam konflik Laut Tiongkok Selatan.

Konferensi pers itu berlangsung sekitar 10-15 menit sebelum pertemuan bilateral dengan Laos dan Vietnam yang digelar di tempat yang sama.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Presiden pesan proyek infrastruktur digarap kontraktor lokal

Presiden pesan proyek infrastruktur digarap kontraktor lokal

Presiden pesan proyek infrastruktur digarap kontraktor lokal
Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Saat menyampaikan sambutan pada penandatanganan kontrak kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2016, Rabu, Presiden mengatakan jika tidak memungkinkan 100 persen maka harus diupayakan supaya 90 persen dari proyek infratruktur digarap oleh kontraktor lokal.
Apalagi menurut Presiden tahun ini banyak proyek infrastruktur yang nilainya di bawah Rp50 miliar yang bisa digarap kontraktor lokal.

"Saya ingin agar peredaran uang semakin banyak di desa, jangan hanya mampir dan kemudian 'ketarik' lagi (ke Jakarta), daerah tidak akan dapat peredaran uang itu," katanya.

Kepala Negara juga meminta kontraktor mengutamakan penggunaan produk-produk dalam negeri.

"Jangan sedikit-sedikit impor. Stop itu. Gunakan barang-barang lokal. Local content diperbesar, syukur bisa semuanya barang lokal. Enggak ada lagi nanti beli pipa harus impor. Ada lagi buat jembatan impor bajanya, padahal di sini ada Krakatau (Steel)," katanya.
Selain itu Presiden berpesan agar pelaksanaan proyek infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat pada 2016 bersifat padat karya, membuka lebih banyak lapangan kerja.

"Kita ingin buka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Angka sebesar Rp104 triliun yang ada di infrastruktur PU ini akan membuka lapangan pekerjaan sangat besar, saya titip usahakan proyek ini banyak menyerap tenaga kerja, padat karya, tanpa melupakan teknologi. Tapi sekali lagi, dorong agar ini banyak menyerap tenaga kerja," katanya.


Paket Kontrak
Guna mempercepat pembangunan infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2016 punya 10.649 paket kontrak dengan nilai Rp73,41 triliun.

Kementerian PUPR telah melaksanakan pelelangan dini 5.344 paket dengan nilai Rp42,74 triliun sejak Agustus hingga Desember 2015.

Pada Januari ditandatangani 1.026 paket senilai Rp25 triliun dan pada Rabu (6/1) ditandatangani kontrak senilai Rp8,81 triliun.

Selama penandatanganan kontrak kegiatan Kementerian PUPR, Presiden juga menyapa para pelaksana proyek di Pulau Balang, Balikpapan dan Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, lewat telekonferensi.

Presiden juga berdialog dengan pemerintah daerah dan kontraktor di lima lokasi penandatanganan kontrak selain Jakarta, yakni Medan, Banjarmasin, Surabaya, Manado, dan Jayapura.


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top