Sidang Muktamar NU di Alun-Alun, Gus Mus Terpilih Jabat Kembali Rais Aam
Idham Kholid - detikNews
Sidang lanjutan pemilihan Rais Aam Nahdlatul Ulama yang digelar di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2015) dibuka sekitar pukul 20.49 WIB. Namun belum ada penjelasan berapa total Rois Syuriah yang ikut dalam sidang ini.
"Kami menyatakan bahwa skor sidang pleno dicabut, selanjutnya bersama ini pula kami nyatakan sidang lanjutan pleno pemilihan Rais Aam dan Tanfidzyah dilanjutkankan," kata pimpinan Sidang KH Ahmad Muzakki.
"Selanjutnya laporan hasil sidang ahwa tentang pemilihan Rais aam. Kepada petugas disilakan," lanjutnya.
Sejurus kemudian, Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-33 NU, KH Syaifullah Yusuf tampil ke depan dan membacakan hasil keputusan sidang Tim AHWA. Dalam penyampaiannya, KH Mustafa Bisri terpilih menjadi Rais Aam Syuriah NU dan KH Ma'ruf Amin sebagai Wakil Rais Aam untuk masa khidmat 2015-2020.
"Sebagai petugas yang diminta untuk sampaikan hasil musyawarah anggota AHWA, ijinkan saya untuk sampaikan beberapa hal sebelum saya smapaikan secara resmi," kata Gus Ipul.
Gus Ipul mengatakan, sidang Tim Ahwa itu dihadiri oleh 9 anggota AHWA yang terpilih dalam sidang pleno tadi sore. Namun sebelum dibuka sidang AHWA ada titipan surat dari Gus Mus.
"Ada titipan surat dari Mustafa Bisri yang pada intinya menyerahkan sepenuhnya keputasan AHWA kepada anggota AHWA untuk menentukan Rais Aam, namun karena satu dan lain hal untuk kemaslahatan, Gus Mus menyatakan tak bersedia dan tak mampu menjadi Rais Aam," katanya.
Setelah surat itu dibacakan, lanjut Gus Ipul, sidang yang dipimpin KH Makruf Amin, atas persetujuan seluruh anggota AHWA, rapat Tim AHWA memutuskan dengan musyawarah siapa Rais Aam dan Wakil Rais Aam.
"Setelah mendengarkan dan mencermati pendapat dan susulan anggota AHWA, rapat memutuskan dan menetapkan dengan berbagai pertimbangan terutama dari KH Maimun Zubair, tetap meminta KH Mustafa Bisri sebagai Rais Aam periode 2015-2020," katanya.
"Jadi surat ketidaksediaan KH Mustafa Bisri malah dianggap sebagai suatu akhlakuk karimah yang tak mau berebut jabatan, kira-kira begitulah. Dan bila KH Mustafa Bisri masih tetap tak bersedia misalnya, penggantinya adalah KH Ma'ruf Amin," ujarnya.
"Sebelum itu terjadi, anggota AHWA menetapkan KH Ma'ruf Amin sebagai Wakil Rais Aam. Rapat memutuskan dan menetapkan, KH Mustafa Bisri sebagai Rais Aam dan KH Makruf Amin sebagai Wakil Rais Aam," tutup Gus Ipul.
Sidang kemudian diambil alih kembali oleh KH Ahmad Muzakki.
"Berdasarkan hasil laporan yang baru saja dibacakan Gus Ipul, maka dengan ini Almukarrrom KH Mustafa Bisri kita tetapkan sebagai Rais Aam Syuriah NU masa khidmat 2015-2020 dan KH Makruf Amin Wakil Rais Aam Syuriah," ucapnya seraya mengetuk palu lalu dilanjutkan membaca Al-fatihan bersama para Rois Syuriah yang hadir.
(idh/fdn)

