-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Rini: warga dekat pabrik semen hidup tenang tak seperti pemberitaan media

Rini: warga dekat pabrik semen hidup tenang tak seperti pemberitaan media

Rini: warga dekat pabrik semen hidup tenang tak seperti pemberitaan media
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/P003)
"Kami justru prihatin terhadap laporan warga kepada Presiden RI selama ini karena Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang ini merupakan desa yang menyenangkan dan warganya juga ramah, hidup tenang, dan memiliki tempat tinggal yang bagus," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Rembang untuk mendengar aspirasi warga terkait polemik pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Rembang, Selasa. 

Menteri BUMN juga sempat berkunjung ke plant site pabrik semen Indonesia di Rembang dengan didampingi Bupati Rembang Abdul Hafid dan beberapa Direktur perusahaan BUMN seperti PLN, Bank BTN dan BRI.

Menurut dia, kondisi warga Desa Tegaldowo tidak seperti yang diberitakan di media bahwa terjadi konflik antara warga penolak dan pendukung pembangunan pabrik semen.

Bupati Rembang Abdul Hafid menjelaskan, bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Rembang saat ini mencapai 19 persen.

"Kami menargetkan angka kemiskinan tersebut bisa turun hingga 11 persen dalam jangka waktu lima tahun mendatang," ujarnya. 
Untuk merealisasikannya, kata dia, tentu dibutuhkan dukungan pihak ketiga, khususnya terkait pemanfaatan potensi tambang dengan menggandeng pihak ketiga termasuk perusahaan BUMN Semen Indonesia untuk mendirikan pabrik di Rembang.

Hadirnya pabrik Semen Indonesia di Rembang jumlah, kata dia, memang ada yang kontra, namun jumlahnya hanya 10 persen, sedangkan mayoritas warga justru mendukung pendirian pabrik.

"Pemkab Rembang juga mentaati segala aturan terkait pembangunan pabrik semen di Rembang," ujarnya.

Perwakilan warga Desa Tegaldowo, Dwi Joko yang berprofesi sebagai guru di hadapan Menteri BUMN mengakui, kondisinya desanya pada tahun 1988-an sangat miskin dan tidak ada jaringan listrik serta kondisi jalan yang tidak baik.

Akan tetapi, lanjut dia, sejak tahun 1996 dengan adanya penambangan di daerah tersebut, taraf hidup warga menjadi meningkat karena banyak warga yang bekerja sebagai penambang.

"Masuknya pabrik Semen Indonesia tentunya diharapkan bisa mendongkrak kemajuan desanya," ujarnya.

Terkait dampak lingkungan, dia meyakini, bisa ditangani oleh perusahaan karena saat ini dilengkapi teknologi canggih seperti halnya pabrik semen milik perusahaan pelat merah tersebut di Tuban.

Ketersediaan air di Tuban, kata dia, cukup melimpah dan sawah dapat panen hingga tiga kali dalam setahun.

Sementara warga lainnya, Tri Ningsih yang juga warga Timbrangan mengatakan, warga yang berada di ring satu yang menolak pembangunan pabrik semen saat ini berpenampilan berbeda dari warga biasanya.

"Warga yang kontra dengan pabrik semen mengenakan pakaian serba hitam dengan mengenakan sanggul kepala," ujarnya.

Pakaian tersebut, kata dia, selalu digunakan ketika sedang beraksi menolak pabrik semen.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Rini boyong 118 dirut BUMN ke Garut

Rini boyong 118 dirut BUMN ke Garut

Rini boyong 118 dirut BUMN ke Garut
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/P003)
 Bagi umat Muslim, Ramadhan adalah saat yang sangat tepat untuk merenung, berserah diri, mengabdi dan membantu mereka yang membutuhkan
Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Rini Soemarno, Jumat siang di Garut, Jawa Barat mengumpulkan para direksi 118 BUMN selain dalam rangka Safari Ramadhan 1437 H juga membuka peluang investasi di wilayah itu.

Bertajuk "Berkah Ramadan di Tanah Garut, BUMN Hadir Untuk Negeri", Rini tiba sekitar pukul 12:00 WIB langsung menggunjungi sejumlah BUMN yang ada di Garut, mulai dari PLTP Bukit Kamojang, sentra industri hingga kantor-kantor perwakilan BUMN.

Seusai berkeliling Garut, Rini langsung menuju Kantor Karesidenan Kabupaten Garut, yang datang bersama dengan Bupati Garut Rudy Gunawan yang sudah ditunggu oleh sejumlah Dirut BUMN, antara lain Dirut Pertamina Dwi Sutjipto, Dirut Telkom Alex J Sinaga, Dirut PGN Hendi P Santoso, Dirut Pupuk Indonesia Aas Asikin.

Selanjutnya Direktur Utama Perum Pegadaian Riswinandi, Dirut Waskita Karya A. Choliq, Direktur Bank BNI Achmad Baiquini, Direktur Utama Taspen Iqbal Latantro, Dirut Bank BRI Asmawi Syam dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Garut Rudy Gunawan memaparkan Pemerintah Kabupaten Garut, potensi ekonomi dan investasi sekaligus mengundang BUMN untuk meningkatkan penanaman modal di wilayah itu.

Setelah mendengarkan paparan, Rini bersama ratusan direksi BUMN, meninjau pasar murah BUMN di Alun-alun Kota Garut di depan Masjid Agung Garut.

Pada kesempatan itu, BUMN menyediakan paket sembako senilai Rp150.000 per paket yang dijual hanya senilai Rp25.000 per paket. Setiap paket yang dijual berisikan 10 kg beras, 2 kg gula dan 2 liter minyak goreng.

"Bagi umat Muslim, Ramadhan adalah saat yang sangat tepat untuk merenung, berserah diri, mengabdi dan membantu mereka yang membutuhkan," ujar Rini.

Di tempat yang sama juga diserahkan bantuan CSR dari sejumlah BUMN antara lain, PT Pertamina meyumbang satu unit mobil jenazah untuk Masjid Agung Garut, PT Jasa Raharja satu unit mobil ambulans diserahkan kepada RSUD Garut, PT PGN membangun sumur artesis untuk Masjid Agung Garut.

Selanjutnya PT Bank Mandiri memberikan 2 buah kipas angin, 1 buah AC dan 3 unit blower yang diserahkan kepada Masjid Agung Garut, 3 unit motor sampah roda tiga kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Garut, dan 4 unit mesin jahit dan 1 unit mesin obras untuk organisasi PKK Kabupaten Garut.

PT Pegadaian berupa sumur artesis yang akan diserahkan ke DesaTanjung Jaya, PT Taspen 2 buah motor sampah, PT Telkom 5 unit komputer yang terhubung internet dan multimedia projector yang akan diserahkan kepada Pondok Pesantren Nurul Huda, dari PT Bank BRI mesin pembuatan batako, PT Jasindo bantuan renovasi tempat wudhu wanita di Masjid Agung Garut.

PT PIHC berupa 5000 zak semen untuk Pondok Pesantren Nurul Huda, PT Bank Negara Indonesia berupa bantuan senilai Rp250 juta untuk Pondok Pesantren Salafiyah Insitisyatul Ulum, Yayasan Az-Zakariya, bantuan senilai Rp100 juta untuk pembangunan Masjid Nurul Hakim Polres Garut.

Usai menyaksikan pemberikan bantuan dan santunan, Rini mengikuti tabligh akbar di Masjid Agung Garut, yang dihadiri sekitar 3.000 peserta termasuk para yatim piatu penerima bantuan.

Menghadirkan Ustaz Jaka Tingkir, acara tabligh akbar dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Masjid Agung Garut, disusul makan malam.

Malamnya, Menteri BUMN Rini M. Soemarno dijadwalkan melaksanakan Sholat Tarawih di Mushola Al-Ikhsan yang berlokasi di Kantor Karesidenan Unit Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah IV Provinsi Jawa Barat.
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Rini galang sinergi selesaikan persoalan industri gula nasional

Rini galang sinergi selesaikan persoalan industri gula nasional

Pewarta: 
Rini galang sinergi selesaikan persoalan industri gula nasional
Menteri BUMN Rini Soemarno (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Rini Soemarno mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi industri gula nasional.

"Pertemuan ini untuk membahas bagaimana sinergi yang akan dijalankan semua pihak untuk menyelesaikan semua persoalan pergulaan nasional," kata Rini, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.

Para pemangku kepentingan yang hadir dalam acara tersebut meliputi, para petani tebu, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), Perum Bulog, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Direksi Bank BUMN, Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Ikatan Ahli Gula, hingga serikat pekerja pabrik gula.

"Persoalan mendasar saat ini adalah jumlah areal tanaman tebu terus berkurang yang mengakibatkan pendapatan petani terus merosot. Ditambah dengan pabrik-pabrik gula milik pemerintah (PTPN) juga banyak yang berusia tua, sehingga kapasitas produksi juga menurun," ujar Rini.

Menteri BUMN menyampaikan, program revitalisasi pabrik gula sudah berlangsung sejak 2015 dengan memberikan permodalan. Namun realisasinya memakan waktu sekitar dua tahun.

Untuk itu tambah Rini, dalam implementasinya, petani tebu akan mendapat pendanaan dari Bank BUMN, bibit dari BUMN Sang Hyang Seri, dan pupuk dari Pupuk Indonesia.

"Dengan begitu petani tebu dapat mengambil pinjaman dengan avalis pabrik gula, tanpa ada agunan," ujarnya.

Sesuai dengan targetnya, Rini pun optimis pada akhir 2018, Indonesia bisa mencapai swasembada gula dengan produksi 3,2 juta ton.

Langkah konkret

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina APTRI Arum Sabil mengatakan, pertemuan seluruh pihak terkait dengan Menteri BUMN merupakan langkah konkret pemerintah menyelesaikan persoalan pergulaan nasional.

"Masalah yang dihadapi petani saat ini adalah soal rendemen. Karena itu perlu solusi menyeluruh bagaimana mengelola tebu petani," ujar Arum.

"Tadi ibu menteri tidak lagi hanya menginstruksikan sinergi, tapi sudah pada tahap perlunya reward dan punishment dijalankan, sehingga tidak lagi pada tataran nota kesepahaman di atas kertas," kata Arum Sabil.

Ia menambahkan, pertemuan arahan dari Menteri BUMN tersebut merupakan wujud nyata untuk menyinergikan BUMN dengan pelaku usaha terkait dan masyarakat. 

"Semua bisa dijawab mulai dari persoalan kredit, pupuk, hingga pabrik gula yang kapasitas gilingnya sudah siap ditingkatkan," ujar Arum Sabil.         

Ia menambahkan, saat ini yang penting dijalankan adalah soal kebijakan atau regulasi terutama di luar kewenangan Menteri BUMN, seperti alokasi pupuk dan tata niaga yang terkait dengan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan.

Sedangkan, Ketua Asosiasi Gula Indonesia Agus Pakpahan mengatakan, yang penting saat ini adalah bagaimana pemerintah memiliki pondasi berpikir demi kepentingan nasional.

"Kalau kita letakkan kebutuhan gula demi kepentingan nasional, maka sebelum target tercapai daya saing perlu ditingkatkan. Dengan ukuran itu, maka impor gula harus berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan kapasitas terpasang," tegas Agus.

Untuk itu ia mengusulkan dua target Asosiasi Gula Indonesia kepada Pemerintah, yaitu bisa harga gula di konsumen tidak boleh lebih tinggi dari harga tertentu, dan peningkatan target produksi dalam negeri.

"Di tataran niaga, Asosiasi Gula Indonesia mengusulkan penataan kembali sistem produksi dalam negeri, di mana dilakukan berlandaskan pada kebijakan nasional nasional sehingga swasembada gula dalam 2-3 tahun ke depan bisa tercapai," ujar Agus.

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Rini: pembangunan kereta cepat 60 persen dikerjakan di Indonesia

Rini: pembangunan kereta cepat 60 persen dikerjakan di Indonesia

Rini: pembangunan kereta cepat 60 persen dikerjakan di Indonesia
Presiden Joko Widodo (kiri) menandatangani prasasti disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kanan), Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan (kedua kiri), dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan), saat 'groundbreaking' pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./kye/16)

Bandung (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soermarno mengatakan sekitar 60 persen proses pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan dikerjakan di Indonesia, sisanya di Tiongkok.

"Kita diberikan kemampuan alih teknologi oleh mereka (Tiongkok). Jadi 60 persen dari pekerjaannya akan dikerjakan di Indonesia," kata Rini Soermarno, dalam acara Sosialisasi dan Diskusi Publik tentang Kereta Cepat Jakarta-Bandung, di Bandung, Jumat.
Ia menuturkan proyek kereta cepat tersebut bisa menyerap sekitar 39 ribu tenaga kerja baru di Provinsi Jawa Barat.

"Dan semua tenaga kerja dalam pembangunan kereta cepat ini dari Indonesia. Hanya beberapa tenaga kerja asing, itu pun untuk tenaga ahli karena kita belum pernah membangun kereta cepat," kata dia.
Lebih lanjut Menteri BUMN mengatakan, pemerintah memiliki komitmen bersama dengan teknisi dari Tiongkok dalam pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, agar ke depan Indonesia memiliki kemampuan sendiri untuk membangunnya

Pada kesempatan tersebut Kementerian BUMN berharap bisa dihasilkan dialog secara terbuka dari semua pihak tentang pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.


"Karena saat ini banyak yang bertanya tentang ini dan banyak kontroversial padahal kereta cepat Jakarta-Bandung ini dibangun untuk manfaat bersama, terutama bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya DKI Jakarta dan Jabar," kata dia. 

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Rini : sinergi bumn pangkas biaya logistik nasional

Rini : sinergi bumn pangkas biaya logistik nasional

Rini : sinergi bumn pangkas biaya logistik nasional
Menteri BUMN Rini Soemarno (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/16 ()
 Sinergi BUMN ini diharapkan dapat membantu memangkas biaya logistik nasional yang saat ini mencapai 27 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB)," 

Jakarta (ANTARA News - Menteri BUMN Rini Soemarno mendorong peningkatan dan perbaikan sistem logistik nasional melalui sinergi PT Pos Indonesia dengan 10 perusahaan milik negara.

"Sinergi BUMN ini diharapkan dapat membantu memangkas biaya logistik nasional yang saat ini mencapai 27 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB)," kata Rini di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

Menurut Rini, sinergi BUMN tersebut meliputi PT Pos Indonesia, PT INTI, PT Garuda Indonesia, PT Jiwasraya, PT Sarinah, PT Kereta Api Indonesia, PT Jasindo, PT LEN, PT Bhanda Ghara Reksa dan PT Varuna Trita Prakarsya.

"Masing-masing BUMN diarahkan untuk memanfaatkan jaringan logistik Pos Indonesia yang tersebar di seluruh nusantara. Ini diharapkan dapat direalisasikan secepatnya," ujar Rini.

Ia menjelaskan, Pos Indonesia yang memiliki kekuatan pada layanan logistik, distribusi dan jasa pengiriman surat dapat dimanfaatkan masing-masing BUMN sehingga lebih efektif dan efisien.

Rini menambahkan dalam program Sislognas, kerja sama Pos Indonesia dengan Garuda dilakukan untuk pengangkatan udara, dengan KAI angkutan darat, dengan Pelni angkutan laut.

Dari sisi finansial inklusion, kerja sama Bank-Bank BUMN dengan Pos Indonesia meliputi pemanfaatan jaringan pos yang tersebar hingga pelosok tanah air untuk pengiriman atau transfer uang.

"Keberadaan kantor pos menjadi supermarket layanan finansial inklusion bagi berbagai bank, serta penyaluran pembiayaan KUR bagi UMKM," ujarnya.
Dengan begitu, tambah Rini, Bank BUMN semakin memasyarakat hingga ke daerah terpencil yang tidak dapat dijangkau, namun dengan Pos Indonesia bisa tersebar dengan baik.

Sedangkan kerja sama dengan perusahaan asuransi antara lain Jiwasraya dan Jasindo untuk pembayaran premi maupun klaim asuransi melalui layanan Kantor Pos Indonesia ke seluruh pelosok tanah air.

Untuk meningkatkan teknologi dan aplikasi logistik Pos Indonesia, dan transaksi keuangan serta "smart office" menggandeng PT LEN dan PT INTI sebagai penyedia solusi aplikasi dan teknologinya.

Kerja sama konkret lainnya ujar Rini, PT Sarinah, perusahaan ritel dan distribusi barang kerajinan dan benda seni produksi para UKM dapat ditawarkan ke sejumlah wilayah lain di nusantara bahkan hingga pengiriman ke luar negeri.


"Smart Logistic"

Sementara itu, Dirut Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti program sinergi logistik yang dicanangkan Kementerian BUMN tersebut sejalan dengan transformasi bisnis yang sedang dilakukan Pos Indonesia dengan titik berat pada sistem "smart logistical processing" sebagai tulang punggung utama bisnis perusahaan.

"Memperbaiki sistem logistik nasional dapat memotong mata rantai distribusi sehingga biaya lebih murah dari saat ini," ujar Gilarso.
Ia menjelaskan, biaya logistik Indonesia saat ini masih tinggi sekitar 27 persen dari PDB, lebih tinggi dari Filipina yang sebesar 20 persen, dan Jepang 15 persen.

Menurut dia, dengan terwujudnya sinergi BUMN tersebut diharapkan bisa menurunkan 4-5 persen biaya logistik hingga tahun 2020 menjadi sekitar 22 persen dari PDB.

"Ini bukan pekerjaan mudah, tapi mestinya dengan infrastruktur yang ada semestinya bisa diwujudkan," ujarnya.

"Kita akan lebih memfokuskan pada bisnis logistik, meskipun tetap menjalankan bisnis lainnya seperti kanal pembayaran, surat menyurat dan yang paling berkembang saat ini yaitu e-commerce," ujarnya. 


Saat ini belanja logistik seluruh BUMN mencapai sekitar Rp250 triliun per tahun, sehingga sangat potensial jika digarap oleh Pos Indonesia.

"Jika Pos Indonesia mendapat 10 persen saja dari belanja logistik maka setidaknya bisa menjadi potensi pendapatan bagi Pos, di satu sisi BUMN bisa lebih hemat karena akan diikuti dari sisi efisiensi," ujarnya. 
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top