-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
PAN masih tunggu PDI Perjuangan soal Risma

PAN masih tunggu PDI Perjuangan soal Risma

PAN masih tunggu PDI Perjuangan soal Risma
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Dia digadang-gadang akan dijadikan kandidat gubernur DKI Jakarta oleh partai politik berpengaruh di Indonesia. Sejauh ini adalah petahana di Jakarta, Basuki Purnama, yang mengklaim sudah beroleh restu dari PDI Perjuangan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Mataram, NTB (ANTARA News) - Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menegaskan, sejauh ini partai politik itu masih menunggu keputusan DPP PDI Perjuangan terkait pencalonan Tri Rismaharini sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta.

"Kami tunggu PDI Perjuangan dulu," kata Hasan, saat menghadiri pelantikan Pengurus DPW dan DPD PAN se-Nusa Tenggara Barat di Mataram, Jumat.
Menurut dia, PAN sangat menghargai dan menghormati apa yang nantinya menjadi keputusan DPP PDI Perjuangan, terkait Pilkada gubernur DKI Jakarta. Apalagi, batas akhir pendaftaran masih sampai September.

Namun demikian, dia masih berharap agar PDI Perjuangan memilih Tri Rismaharini untuk menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta.

"Kita hargai, hormati PDI Perjuangan. Tetapi sukur-sukur bisa Risma," kata Hasan.
Ketua MPR itu mengatakan, dalam menghadapi pilkada mendatang. PAN betul-betul menginginkan tokoh yang memiliki wawasan kebangsaan.
Kemudian, yang ingin sungguh-sungguh membangun daerahnya dan memajukan masyarakatnya. Bukan sekedar mencari jabatan. "Dan sosok itu ada pada diri Tri Rismaharini," kata Hasan.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
PDIP minta Risma siap jika diminta sewaktu-waktu

PDIP minta Risma siap jika diminta sewaktu-waktu

PDIP minta Risma siap jika diminta sewaktu-waktu
Walikota Surabaya Tri Rismaharini (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Surabaya (ANTARA News) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta Tri Rismaharini, yang sekarang menjabat walikota Surabaya, Jawa Timur, untuk tetap siap bisa sewaktu-waktu diminta PDIP sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI Jakarta tahun depan.

"Bu Risma harus tetap siap-siap atau standby jika dalam proses ini diminta maju, dan petugas partai memang harus seperti itu," ujar Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat DPP PDIP Eva Kusuma Sundari ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Sabtu.

Ia mengakui, kendati hati Bu Risma masih untuk Surabaya namun jika diminta partai maka tidak ada alasan menolaknya, seperti halnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Pilkada lalu.

Sampai saat ini, kata dia, partainya memang belum menentukan siapa yang akan direkomendasikan untuk menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, meski nama petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mengemuka.

Menurut Eva, nama Ahok adalah bakal calon terkuat yang akan diusung PDIP, namun karena sejak awal berniat maju perseorangan dan dianggapnya tak membutuhkan partai, membuat kader partai berlambang "Banteng Moncong Putih" in berpikir dua kali untuk mendukungnya.

"Banyak kader sakit hati dengan sikap Ahok. Tapi apa pun itu, kader tetap solid dan akan selalu mendukung siapapun pasangan yang diputuskan PDIP," ucapnya.

Di sisi lain, kehadiran Eva yang juga anggota Komisi XI DPR RI tersebut di Surabaya dalam rangka usai mengukuhkan DPD Pengurus Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur periode 2015-2020, Jumat (19/8) malam.

Ia berpesan kepada pengurus untuk tetap berkomitmen dan memperkuat organisasi dengan melaksanakan program kerja yang sudah diamanatkannya.

Hingga saat ini, lanjut dia, sudah ada lima DPD PA GMNI mendapat surat keputusan pelantikan dari DPP, dan Jatim merupakan DPD yang pertama kali dilantik.

Selain dihadiri Eva yang mewakili Ketua Umum Ahmad Basarah, turut hadir Gubernur Jatim Soekarwo yang merupakan mantan Ketua Umum DPP PA GMNI beserta istri, dan Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi.

Inspektur Provinsi Jatim Nurwiyatno resmi terpilih sebagai Ketua DPD PA GMNI Jatim melalui proses musyawarah yang digelar setahun lalu.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Risma pastikan "Jembatan Suroboyo" difungsikan pascaperesmian

Risma pastikan "Jembatan Suroboyo" difungsikan pascaperesmian

Risma pastikan
Walikota Surabaya Tri Rismaharini (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Surabaya (ANTARA News) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan "Jembatan Suroboyo" yang berada di kawasan Pantai Kenjeran akan difungsikan pascaperesmian pada Sabtu, 9 Juli 2016.

"Setelah diresmikan, jalan dan jembatan sudah bisa berfungsi dan dibuka untuk umum," ujarnya ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat.
Ia menjelaskan, saat ini jembatan yang menghabiskan anggaran Rp200 miliar tersebut sudah siap digunakan dan akan menjadi salah satu ikon "Kota Pahlawan".

"Semua proses perizinan juga selesai, termasuk keamanan, keramaian dan lainnya yang menyangkut fasilitas jembatan," ucap wali kota dua periode tersebut.
Pada peresmian nantinya, kata dia, juga akan diperlihatkan air mancur dengan tampilan spektakuler serta pesta kembang api yang akan menghiasi langit Kenjeran selama beberapa menit.

"Nanti juga ada lampion warna-warni berterbangan, kemudian air mancur menari dengan diiringi musik khas Surabaya maupun perjuangan," kata wali kota perempuan pertama Surabaya tersebut.

Sementara itu, direncanakan hadir pada peresmian "Jembatan Suroboyo" antara lain pejabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta jajaran Muspika maupun aparat terkait.

Diperkirakan ribuan warga akan mengunjungi, sekaligus menjadi saksi dibukanya jembatan dan jalan yang panjangnya 800 meter tersebut karena masih masuk musim libur Lebaran.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser menambahkan, peresmian akan dikemas secara spektakuler, serta pertunjukan lampu menawan dan pesta kembang api di akhir acara.

Selain peresmian jembatan, nantinya Sentra Ikan Bulak (SIB) juga akan dimeriahkan oleh para pelaku UKM yang menjajakan produknya.

"Termasuk warga yang sehari-hari telah berjualan hasil olahan khas laut di SIB. Tentunya ini sesuai harapan wali kota agar keberadaan Jembatan Suroboyo mampu mendongkrak potensi SIB sebagai katalisator percepatan pertumbuhan ekonomi setempat," katanya. 

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Risma imbau warga Surabaya kurangi penggunaan plastik

Risma imbau warga Surabaya kurangi penggunaan plastik

Risma imbau warga Surabaya kurangi penggunaan plastik
Dokumentasi--Risma-Wisnu Jelang Pelantikan. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya terpilih Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana berpawai mengendarai Jeep Willys diikuti kader serta simpatisan PDIP menuju Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Rabu (17/2). Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana kembali terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya periode 2016-2021 yang akan dilantik di Gedung Negara Grahadi Surabaya oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya (ANTARA News) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengurangi dan menghindari penggunaan plastik semaksimal mungkin, salah satu cara adalah dengan membawa tas kantong sendiri (reusable bag) ketika berbelanja.

"Ini karena pengunaan plastik sekarang ini sudah sangat tinggi sementara sampah plastik sangat sulit terurai. Dibutuhkan waktu 100 tahunan agar sampah plastik terurai," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sesuai melakukan teleconference dengan Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya bertepatan dengan launching Gerakan Indonesia Bersih Sampah 2020 di Taman Bungkul, Minggu.

Selain dengan Wali Kota Surabaya, Menteri LH juga melakukan teleconference dengan Wali Kota Bandung, Wali Kota Balikpapan dan Wali Kota Makassar.

Wali Kota Tri Rismaharini didampingi Wawali Whisnu Sakti Buana, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, Chalid Buchari. Juga beberapa masyarakat dan pelajar yang peduli sampah serta komunitas Tunas Hijau.

Dalam teleconference bersama Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya tersebut, Wali Kota Tri Rismaharini menyampaikan bahwa warga di Surabaya, termasuk anak-anak sekolah, selama ini sudah melakukan pengelolaan lingkungan dan daur ulang sampah. 

"Oleh anak-anak, sampah plastik didaur ulang, digunakan sebagai aksesori dan baju daur ulang yang dipakai pagi ini," ujar wali kota.

Mendengar hal itu, Menteri LH, Siti Nurbaya mengatakan, Surabaya dan Wali Kota Tri Rismaharini selama ini telah memiliki reputasi bagus dalam hal pengelolaan lingkungan.

Ia meyakini Surabaya akan mampu menjadi kota terdepan dalam hal pengelolaan lingkungan. "Kita semua tahu. Bu Risma adalah ibunya lingkungan. Kita percaya Surabaya dengan inovasi dari Bu Risma dan kerja keras warganya serta kreativitas anak-anaknya, akan bisa bersih dari sampah," ujar Menteri LH.

Risma mengatakan kampanye anti plastik sebenarnya sudah dilakukan mulai tahun lalu. Melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Surabaya, lanjut dia, kampanye tersebut rutin digelar di "Car Free Day".

"Saya minta BLH kampanye anti plastik karena saya lihat penggunaan plastik sudah luar biasa. Kalau tidak ada gerakan yang masif, maka kita akan kesulitan mengendalikan karena plastik terurainya 100 tahun. Kita semua harus bergerak. Kita sepakat mengurangi plastik semaksimal mungkin," jelas wali kota yang pernah menjabat kepala dinas kebersihan dan pertamanan (DKP) Surabaya ini.

Mulai Minggu ini, Surabaya menjadi satu dari 22 kota di Indonesia yang akan menerapkan "plastik berbayar". Artinya, jika kita membeli barang di supermarket atau minimarket, maka harus mengeluarkan uang lagi jika ingin memakai kantong plastik.

Tujuannya adalah untuk memunculkan kesadaran agar tidak terus-terusan "nyampah" plastik. Agar semua warga berbelana membawa kantung sendiri dari rumah. Untuk di Surabaya, harga per plastik adalah Rp200.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Risma siapkan Surabaya untuk MEA

Risma siapkan Surabaya untuk MEA


Risma siapkan Surabaya untuk MEA
Tri Rismaharini (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) 
 
Surabaya (ANTARA News) - Calon Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyiapkan warga Surabaya menghadapi era pasar bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2016.

"Kami akan semaksimal mungkin agar Surabaya bisa sejajar dengan kota lain di ASEAN," kata Risma di Posko Pemenangan Risma-Whisnu di jalan Kapuas, Rabu.

Risma akan menyiapkan warga Surabaya menghadapi era global. "Lima tahun ke depan jauh lebih berat dari pada lima tahun sebelumnya," katanya.

Calon petahana yang diusung PDIP ini mengungkapkan salah satu rencananya, yakni menjadikan Kalimas sebagai ikon wisata baru di Surabaya dan akan membuatkan bendungan untuk itu.

"Rencananya di Kali Jagir itu bendungannya kita buat," jelas Risma.

Risma juga akan menggratiskan fasilitas pendidikan hingga perguruan tinggi.

Risma-Whisnu juga akan membuat sistem yang ketat pada saat memimpin Pemkot Surabaya sehingga pemerintahan dia terjaga dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Ini semua demi Surabaya yang lebih baik," kata Risma.

Hitung cepat PDIP mengklaim, Risma-Whisnu menyapu bersih suara di seluruh kecamatan di Surabaya dengan 86,2 persen, jauh di atas Rasiyo-Lucy.





Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top