-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Presiden terima pengusaha Rusia bahas kerja sama

Presiden terima pengusaha Rusia bahas kerja sama

Presiden terima pengusaha Rusia bahas kerja sama
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/HO/Setpres/ama/16)
Sochi, Rusia (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo telah menerima dua pengusaha besar Rusia di bidang energi dan pengelolaan investasi untuk membahas potensi kerja sama ke depan di Indonesia.

Pada Jumat pagi, Jokowi menemui CEO perusahaan energi dan migas Rosneft Igor Sechin dan CEO perusahaan investasi Alpha Pacific Group Oleg Gobulin di Radisson Blu Hotel, Sochi.

Igor tiba di ruang pertemuan 777 pada sekitar pukul 10.00 waktu setempat (14.00 WIB) dan diterima Presiden Jokowi yang didampingi oleh sejumlah pejabat negara yaitu Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong serta Kepala Staf Presiden Teten Masduki.

Pertemuan Jokowi dengan Igor berlangsung selama sekitar 30 menit membahas rencana pengembangan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur.

Igor menyatakan apresiasinya atas kesempatan pertemuan untuk diskusi potensi kerja sama yang diberikan oleh Jokowi.

Dalam pertemuan itu, Igor didampingi antara lain oleh Direktur Eksekutif (Russia-Indonesia Business Council (RIBC) Mikhail Kuritsyn dan Wakil Presiden Bidang Penyulingan, Petrokimia dan Logistik Didie Casimiro serta Dubes Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin.

Sementara itu, CEO Alpha Pacific Group Oleg tiba di ruang pertemuan pada sekitar pukul 10.45 waktu setempat (14.45 WIB) untuk berdiskusi dengan Jokowi.

Dalam pertemuan dengan Presiden, Oleg didampingi oleh Direktur Eksekutif RIBC Mikhail Kuritsyn.

Usai menerima kedua pimpinan perusahaan, Jokowi diagendakan menghadiri acara puncak KTT ASEAN-Rusia "Summit Leaders Meeting" pada sekitar pukul 12.10 waktu setempat (16.10 WIB). 
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Presiden Jokowi tekankan produk tambang perusahaan Rusia bernilai tambah

Presiden Jokowi tekankan produk tambang perusahaan Rusia bernilai tambah

Presiden Jokowi tekankan produk tambang perusahaan Rusia bernilai tambah
Presiden Rusia Vladimir Putin (ka) dan Presiden Indonesia Joko Widodo menghadiri upacara penandatanganan setelah pertemuan di kediaman resmi Bocharov Ruchei di Sochi, Rusia, Rabu (18/5/2016). (REUTERS/Sergei Karpukhin)
 Seperti Russal bekerja sama dengan Antam dan Inalum, untuk proses great alumina menjadi alumunium. Tapi presiden tekankan jangan hanya aluminum tapi juga jadi produk akhir."

Sochi, Rusia (ANTARA News) - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya sejumlah perusahaan Rusia untuk menghasilkan barang tambang yang memiliki nilai tambah.

"Juga ditekankan hasil tambang diproses jadi produk akhir karena dengan produk akhir nilainya lebih tinggi," kata Rini ditemui usai mendampingi Presiden menemui sejumlah pimpinan perusahaan Rusia di Sochi pada Kamis siang.

Menurut Rini, Presiden juga menekankan industri perlu memerhatikan lingkungan dan kegiatan sosial bagi masyarakat di sekitar pertambangan.

Rini memberi contoh yaitu komoditas tambang bauksit nantinya tidak hanya dapat diproses hingga menjadi alumunium, tetapi juga diproses menjadi komponen untuk otomotif.

"Seperti Russal bekerja sama dengan Antam dan Inalum, untuk proses great alumina menjadi alumunium. Tapi presiden tekankan jangan hanya aluminum tapi juga jadi produk akhir," kata Rini.

Hal menarik lainnya, kata Rini, dalam pertemuan itu Presiden juga mendapat keterangan terdapat teknologi baru dari perusahaan tambang dan energi Vi Holding yang dapat memproses nikel dengan harga lebih murah.

"Mereka bangun pabrik pertama di Rusia yang selesai akhir tahun dan akan kita lihat. Kalau itu baik, akan kita manfaatkan untuk Indonesia, karena cost bisa turun sampai 30 persen," jelas Menteri.

Selain perusahaan tambang, Presiden Jokowi juga mendapat pemaparan dari perusahaan transportasi kereta api RZD bahwa perusahaan tertarik membangun kereta api untuk penumpang.

Perusahaan RZD sebelumnya telah melakukan studi dengan Pemda Kalimantan Timur untuk membangun rel kereta api untuk batubara.

"Dengan harga batubara seperti ini, kalau angkat kargo saja, secara kalkulasi ekonomi pembangunan itu, enggak masuk. Mereka harap dapat juga dimanfaatkan jadi kereta penumpang," jelas Rini terkait pertemuan Jokowi dengan Direktur Russian Railways (RZD).

Rini mengatakan pemerintah berencana menindaklanjuti keinginan perusahaan RZD dengan PT KAI.

"Bagaimana kalau PT KAI juga melakukan studi bersama mereka, sehingga dilihat ekonomisnya bagaimana kalau melakukan joint venture bangun itu," jelas Rini.

Jokowi melakukan pertemuan secara "one on one" dengan para pengusaha di Radisson Blu Hotel pada sekitar pukul 10.00 waktu setempat (14.00 WIB) dengan didampingi sejumlah menteri yaitu Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Para pimpinan perusahaan-perusahaan Rusia yang menemui Jokowi yaitu Direktur Eksekutif Russian Railways Oleg Belozerof di bidang transportasi kereta api, Direktur Eksekutif Blackspace Group Aleksandr Sergeevich Isaev, Direktur Eksekutif En+ Group Maxim Sokov dan Direktur Eksekutif Vi Holding Group Alexander Popov di bidang pertambangan serta energi.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Hari ini di Sochi, Jokowi dikunjungi pengusaha Rusia dan PM Vietnam

Hari ini di Sochi, Jokowi dikunjungi pengusaha Rusia dan PM Vietnam

Hari ini di Sochi, Jokowi dikunjungi pengusaha Rusia dan PM Vietnam
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/HO/Setpres/ama/16)
 Ada dua hal utama yang dibahas yaitu peningkatan ekonomi melalui pariwisata dan kedua, pertahanan

"Presiden pada pagi hari akan melakukan pertemuan one on one dengan empat perusahaan besar Rusia antara lain RZD, Blackspace, kemudian Vi Holding, dan Rusal," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Sochi, Rabu petang waktu setempat.

Kemudian Kamis siang, Presiden menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Vietnam yang baru diangkat Nguyen Xuan Phuc.

Menurut Retno ini adalah pertemuan perkenalan PM Vietnam dengan Jokowi.

Sorenya, Presiden akan menghadiri jamuan makan malam penyambutan KTT ASEAN-Rusia di Galaxy Conference Center di Krashnaya Polyana, Sochi.

Retno menjelaskan saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Jokowi akan membahas berbagai upaya peningkatan kerja sama bidang investasi, bisnis dan pertahanan dengan Rusia.

"Ada dua hal utama yang dibahas yaitu peningkatan ekonomi melalui pariwisata dan kedua, pertahanan," jelas Retno.
Retno mengatakan hubungan perdagangan Indonesia-Rusia belum menunjukkan seluruh potensi yang dimiliki kedua negara di mana Indonesia mengalami surplus dari total perdagangan dengan 50 persen komoditas Indonesia ke Rusia merupakan minyak sawit.

"Investasi yang terealisir masih kecil tapi potensi banyak," kata Retno.
Di Rusia, Jokowi akan membahas investasi dan perkuatan kerjasama untuk pembuatan smelter dan pengeboran minyak dan gas, juga pada sektor pertahanan dan keamanan di mana tidak saja mengenai alutsista Indonesia namun juga kebutuhan Rusia pada kerja sama pertukaran informasi intelejen dalam soal terorisme dan transfer teknologi alutsista.

Presiden Jokowi telah bertemu dengan Presiden Putin di rumah kediaman Presiden Putin di Bocharoc Rucey, Sochi, yang di antaranya membahas peningkatan ekspor minyak sawit dari Indonesia, kerjasama pertahanan dan keamanan, energi, serta pariwisata.

Jokowi kemudian mengundang Putin untuk mengunjungi Jakarta sebagai mitra dekat Indonesia.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
RI pertimbangkan pembangkit listrik tenaga nuklir Rusia

RI pertimbangkan pembangkit listrik tenaga nuklir Rusia

RI pertimbangkan pembangkit listrik tenaga nuklir Rusia
Ilustrasi. (Mandatory credit REUTERS/Kyodo)
Jakarta (ANTARA News) - PT PLN (Persero) mempelajari optimalasasi pembangkit listrik tenaga nuklir dari BUMN nuklir asal Rusia, Rosatom Overseas JSC, untuk dipertimbangkan guna diterapkan di Indonesia.

"Kami percaya bahwa tenaga nuklir benar-benar cocok dengan agenda ekonomi Indonesia saat ini. Kami siap untuk mendukung semua upaya Indonesia dalam bidang energi atom," kata Presiden Rusatom Overseas JSC Evgeny Pakermanov dalam siaran pers, Sabtu.

Kegiatan yang diadakan dengan workshop itu membahas perkembangan industri tenaga nuklir.

Rosatom berbagi pengalaman rancang bangun PLTN, pengoperasian dan daur ulang sumber nuklir, selain pengelolaan keselamataan PLTN dengan mengedepankan kerangka peraturan pengoperasian reaktor nuklir Rusia di seluruh dunia.

Direktur Bisnis PLN untuk wilayah Timur Jawa dan Bali Amin Subekti mengatakan tenaga nuklir adalah solusi ekonomis dan ramah lingkungan untuk Indonesia yang patut dipertimbangkan apabila Indonesia memutuskan menggunakan nuklir.

"Atas komitmennya pada keamanan dan kepemimpinan teknologi, Rosatom akan menjadi salah satu mitra yang tepat untuk bekerja sama," kata Amin.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Amerika Serikat terpecah akibat kebijakan Rusia di Suriah

Amerika Serikat terpecah akibat kebijakan Rusia di Suriah

Amerika Serikat terpecah akibat kebijakan Rusia di Suriah
Foto udara menunjukkan sebuah masjid dan gedung-gedung di sekitarnya yang rusak di Al-Maysar, Aleppo, Suriah, Kamis (23/4). (REUTERS/Hosam Katan)
 ... negara Barat kebingungan dalam membaca niat Putin sebenarnya sejak tokoh itu mengirim pesawat tempur mendukung Bashar pada September...

Kubu pertama yakin Presiden Rusia, Vladimir Putin, sungguh-sungguh mendukung prakarsa PBB mengakhiri perang di Suriah, yang sudah berlangsung lima tahun. 

Sementara itu, kubu berseberangan menyatakan Moskow hanya memanfaatkan perundingan PBB untuk memperkuat dukungan militer kepada Presiden Suriah, Bashar al Assad.

Kebijakan militer terkini Rusia itu adalah penempatan meriam di dekat medan tempur Aleppo. 

Meski sudah menarik sejumlah pesawat tempur pada Maret, Rusia memperkuat pasukannya di Suriah dengan beberapa helikopter perang canggih untuk menyerang kelompok oposisi moderat, kata sejumlah sumber pemerintahan Amerika Serikat.

Menurut kubu meragukan niat Putin, penguatan kehadiran militer Rusia di Suriah harus ditanggapi tegas. Jika tidak, Moskow akan meremehkan kekuatan Amerika Serikat sehingga membuat negara tersebut semakin garang.

Selain itu, hubungan Washington dengan Arab Saudi dan negara Teluk --yang pada umumnya anti al Asaad-- akan semakin memburuk jika langkah Rusia tidak direspon dengan segera.

Menurut mereka, Amerika Serikat harus meningkatkan dukungan kepada unsur gerilyawan moderat dengan bantuan berupa rudal anti-tank dan pelempar granat.
Namun, kubu lain dalam pemerintahan Amerika Serikat tidak sependapat. Penasihat Keamanan Nasional, Susan Rice, menolak eskalasi keterlibatan Washington di Suriah.
"Rice adalah yang kukuh menolak," kata sumber yang mengetahui perpecahan dalam pemerintahan Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama sendiri selama ini keberatan untuk meningkatkan keterlibatan negaranya dalam perang di Suriah. Pada Oktober lalu, dia menyatakan bahwa Washington tidak akan terseret dalam perang proksi dengan Moskow.

Mengenai perpecahan dalam menanggapi langsung Putin tersebut, Gedung Putih menolak berkomentar.

Selama ini, negara Barat kebingungan dalam membaca niat Putin sebenarnya sejak tokoh itu mengirim pesawat tempur mendukung Bashar pada September.
Kebingungan Barat semakin bertambah setelah Putin tiba-tiba menarik sebagian pesawat tempurnya dari Suriah pada Maret.
Pertanyaan utama yang tidak bisa dijawab oleh Amerika Serikat dan negara Barat lain adalah; kenapa Putin tidak mampu menekan Assad untuk berkompromi dalam perundingan perdamaian dengan oposisi.

Pertanyaan lebih lanjut, apakah Putin benar-benar berniat baik dalam mendorong keberhasilan perundingan di Jenewa yang diprakarsai PBB.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top