-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
 Sebanyak 415 profesor akan bicarakan pendidikan Islam

Sebanyak 415 profesor akan bicarakan pendidikan Islam


Sebanyak 415 profesor akan bicarakan pendidikan Islam
Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin (kemenag.go.id)
 
Jakarta (ANTARA News) - Direktorat Pendidikan Tinggi Islam akan mengumpulkan 415 orang profesor di bawah naungan Kementerian Agama untuk membicakan pendidikan Islam di Indonesia.

Pertemuan tersebut akan dikemas dalam bentuk konferensi guru besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang mengusung tema "Meningkatkan integritas dan Reputasi Akademik Guru Besar PTKI", kata Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kamaruddin Amin, di Jakarta, Jumat.

Menurut laman kemenag.go.id, Kamarudin Amin didampingi Direktur Diktis Amsal Bactiar dan Kasubdit Ketenagaan, Imam Safei menyampaikan bahwa acara ini akan berlangsung pada tanggal 29 November – 1 Desember 2015 di Hotel The Media, Gunung Sahari, Jakarta.

Bagi Kamaruddin Amin seorang profesor merupakan halaman depan bagi suatu perguruan tinggi. Sebab, meningkat tidaknya perguruan tinggi adalah dari keberadaan seorang guru besar.

Harapannya, dengan berkumpulnya 415 profesor ini nantinya bisa mendengarkan mereka (profesor) untuk menigkatkan mutu pendidikan Indonesia, dan juga mendukung visi Kemenag menjadikan Indonesia sebagai pusat studi Islam dunia.

Selain itu, papar Kamaruddin, dalam kegiatan tersebut akan ada dialog produktif agar Kemenag bisa menyaring dan profesor juga mengaktulisasikan keilmuannya dalam kerja akademik. "Kita ingin meningkatkan reputasi guru besar ke dunia internasioanl, kita ingin mempromosikan mereka di dunia internasional," tambah Kamaruddin Amin.

Kamaruddin Amin meyakini bahwa dengan 415 profesor yang ada Indonesia bisa menjadi pusat studi islam dunia, sebab profesor harus mampu membawa PTKI layak jual di dunia internasional.

Selain itu,sekuen acara pertemuan akan diramu dalam bentuk konsorsium keilmuan, seperti ilmu hadis, syariah, fiqih, dan ilmu-ilmu islam lainnya..

"Mereka akan menjadi lokomotif, bagian yang berperan dalam konsorsium ini," kata Kamaruddin.
Lebih jauh lagi Kamaruddin Amin mengharapkan akan adanya nasionalisasi karya-karya akademik profesor, karena sudah selayaknya Kemenag dapat mempromosikan penelitian profesor ini ke dunia internasional, baik berbahasa asing dan berbahasa Indonesia.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Kemenag siapkan penghargaan bagi insan pendidikan Islam

Kemenag siapkan penghargaan bagi insan pendidikan Islam


Kemenag siapkan penghargaan bagi insan pendidikan Islam
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin (kemenag.go.id)
 
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Agama menyiapkan penghargaan bagi para insan yang berprestasi dan berkontribusi dalam pendidikan Islam lewat ajang Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2015.

"Ini adalah kegiatan tahunan dan akan menjelang penyelenggaraan kedelapan. Penghargaan ini nanti untuk mitra pendidikan Islam baik itu institusi/lembaga atau perorangan yang berkontribusi dan berprestasi," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama Kamaruddin Amin di kantornya, area Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, Kamaruddin mengatakan API 2015 ini nantinya akan memberikan sejumlah penghargaan kepada institusi atau individu di berbagai cakupan.

Di antaranya lingkungan pemerintah daerah (kabupaten, kota dan provinsi), madrasah (siswa, guru dan lembaga pendidikan madrasah), pondok pesantren (santri, ustadz dan lembaga pendidikan ponpes), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam/PTKI (mahasiswa, dosen dan PTKI), pendidikan agama Islam (sekolah, guru dan siswa) serta individu (media usaha dan dunia usaha).

Pemberian penghargaan ini akan dilangsungkan pada 13 November 2015.

Kamaruddin berharap acara penghargaan ini dapat terus mendorong sejumlah lembaga dan individu agar dapat berkontribusi dan berprestasi positif untuk pendidikan Islam.

Perkembangan pendidikan Islam, kata Kamaruddin, harus terus didorong karena jumlahnya yang besar. Pemerintah juga memerlukan kontribusi dari berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan dan memelihara pendidikan Islam. Dengan kata lain, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa sumbangsih dari masyarakat.

Di lingkungan pendidikan Islam Indonesia, sedikitnya terdapat delapan juta siswa madrasah, empat juta santri, empat juta madrasah diniyah, 700 ribu mahasiswa PTKI, tiga juta Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan 1,2 juta Raudhatul Athfal.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top