-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Ribuan siswa Sabang terima kacamata gratis

Ribuan siswa Sabang terima kacamata gratis

 | 2.453 Views
Ribuan siswa Sabang terima kacamata gratis
ILUSTRASI - Palang Merah Indonesia (PMI) (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Sabang, Aceh (ANTARA News) - Sekitar 2.000 murid sekolah dasar dan madrasah ibtidayah di Kota Sabang menerima bantuan kacamata gratis dari Palang Merah Indonesia (PMI) dalam program "Mataku Sehat Prestasiku Hebat".

Ketua PMI Aceh T Alaidinsyah di Sabang, Selasa mengatakan, staf dan sukarelawan PMI telah bekerja secara "all out" mendata dan memastikan kebutuhan kacamata untuk anak usia dini di daerah paling ujung barat Indonesia itu.

Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari mata merupakan salah satu organ yang amat penting, apalagi anak-anak yang masih usia dini. Dimana mereka yang masih belajar harus banyak menyerapkan berbagai ilmu dan informasi.

"Melalui penglihatan anak-anak bisa belajar mengenai bentuk, warna, belajar eksprei, belajar berempati dan sebagainya. dan di Indonesia belum ada angka pasti yang mengalami kelainan refraksi mata, namun menurut penglihatan kita hampir ada di setiap keluarga serta rumah yang memakai kacamata," ujarnya.

Lanjutnya, program ini berjalan sukses, sekaligus menjadi hal yang mengejutkan bagi PMI dikarenakan stok kacamata sebanyak 2.018 buah ini ternyata habis terbagi di Sabang. Dan hal ini harus ditanggapi dengan serius karena kesehatan mata bagi anak sebagai masa depan dunia sudah terganggu.

"Mata terganggu disebabkan kurangnya asupan gizi, atau pola hidup melampaui batas kewajaran dalam menggunakan smartphone sebagai sarana main game anak," ulasnya.

Kemudian, Wakil Ketua PMI Kota Sabang, Samsul Rizal menambakan, sebelumnya tim PMI Sabang yang terdiri dari pengurus, karyawan, relawan serta tim refraksi dari PMI Pusat Jakarta telah melaksanakan kunjungan ke 25 SD dan MI.

"Semua ada 25 SD dan 5 MI yang melaksanakan pemeriksaan mata selama 14 hari bagi 4.626, dan dari hasil pemeriksaan itu 2018 orang anak mengalami gangguan pada penglihatan. Syukur semua siswa yang terkena gangguan mata mendapat bantuan kacamata gratis," katanya.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Literasi dapat tumbuhkan budi pekerti pada siswa

Literasi dapat tumbuhkan budi pekerti pada siswa


Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Mahsun MS, mengatakan gerakan literasi dapat menumbuhkan budi pekerti pada siswa.

"Gerakan literasi ini merupakan tindak lanjut tentang Permendikbud 21/2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti," ujar Mahsun disela-sela seminar dan lokakarya "70 Tahun Negara Berbahasa Indonesia : Merajut Kebhinekaan Bangsa Menuju Bahasa MEA" di Jakarta, Selasa
.

Berdasarkan Permendikbud tersebut disebutkan setiap siswa hendaknya membaca buku minimal 15 menit setiap harinya di sekolah.

Badan Bahasa akan memberikan buku-buku bacaan kepada sejumlah sekolah.
Untuk tahap awal, Badan Bahasa akan memberikan bahan bacaan kepada 20 sekolah di DKI Jakarta.
Setiap sekolah mendapatkan 12 paket buku bacaan yang beda judulnya. Satu paket terdiri dari 10 buku.

"Badan Bahasa mendukung subtansi kebijakan menteri dengan menyiapkan bahan bacaan, penguatan kompetensi guru dalam kemampuan bahasa dan naratif," jelas dia.

Guru pun ikut serta terlibat dalam kegiatan tersebut. Membaca buku, meringkas hingga membuat tinjauan.

Meskipun demikian, dia mengakui masih banyak guru yang belum paham mengenai konsep pembelajaran bahasa.

"Pembelajaran bahasa belum jadi pemahaman belajar. Pembelajaran bahasa memang tidak berorientasi pengembangan pelajaran yang berstruktur pemikiran melainkan pemahaman," tukas dia.

Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Siswa diwajibkan pasang atribut benci narkoba dan korupsi

Siswa diwajibkan pasang atribut benci narkoba dan korupsi


Siswa diwajibkan pasang atribut benci narkoba dan korupsi
Seorang siswa kelas VII menulis surat kepada KPK saat acara Masa Orientasi Sekolah (MOS) di SMP Keluarga, Kudus, Jateng, Senin (16/7). Surat yang nantinya akan dikirim ke KPK tersebut merupakan salah satu wujud apresiasi maupun dukungan para siswa pada Komisi Pembratas Korupsi. (ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
Makassar (ANTARA News) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mewajibkan seluruh siswa baru memasang atribut tambahan yang bertuliskan "Aku Benci Narkoba-Aku Benci Korupsi" selain papan nama sebagai bentuk pengingat sejak usia dini.

"Saya berharap langkah ini sebagai pioner di Indonesia dengan harapan bisa berlaku secara nasional. Saya sudah membuat surat edaran agar seluruh siswa wajib memasang atribut tambahan itu," ujar Ramdhan usia pelaksanaan MOS (Masa Orientasi Sekolah) di Lapangan Karebosi, Makassar, Selasa.

Menurut dia, pemasangan atribut tambahan tersebut sebagai langkah awal penolakan sejak dini tidak mengunakan narkoba dan tidak melakukan korupsi, sehingga nantinya Indonesia akan mempunyai calon pemimpin yang bersih.

"Atribut tambahan ini sebagai pengingat anak-anak kita sejak dini untuk tidak melakukan dua hal korupsi dan narkoba. Karena itu dapat merusak generasi muda dan merusak negeri kita," tandasnya.

Mengenai dengan ada kewajiban memasangan atribut tambahan tersebut kepada siswa, kata dia, pihaknya sudah memberikan instruksi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk diterusakan kepada seluruh kepala sekolah.

"Ini bagian dari usaha paling kecil dalam memerangi narkoba serta perilaku korupsi guna membangun mental generasi muda kita. Dengan sistem baru ini melalui jalur pendidikan sebagai awal penolakan Aku Benci Narkoba-Aku Benci Korupsi," ujar mantan staf ahli perencanaan kota arsitek anjungan losari itu.


Salah satu siswa siswa SMP 21, bernama Awaluddin (14), mengatakan pemasangan atribut tambahan bertuliskan Aku Benci Narkoba pada di bagian dadan kanan dan Aku Benci Korupsi bagian dada kiri baju seragamnya membuat dirinya bangga.

"Saya bangga kak tidak mau korupsi dan tidak mau mencoba narkoba karena itu dilarang agama dan melanggar hukum," ujarnya kepada wartawan saat ditanyakan terkait apa motivasinya menggunakan atribut tersebut.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar Alimuddin Taraweh menambahkan pemasangan atribut tambahan tersebut sengaja di pasang di dada sebelah kiri dan kanan sebagai usaha sederhana untuk selalu mengingatkan siswa tidak melakukan hal tersebut.

"Tentunya akan membekas serta benteng pertahanan setiap hari, langkah ini sederhana tapi bisa berdampak positif kepada siswa untuk tidak mencoba melakukan perbuatan itu," tambahnya.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top