-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
LinkedIn Punya 4 Juta Pengguna di Indonesia

LinkedIn Punya 4 Juta Pengguna di Indonesia

, CNN Indonesia
Takut Diblokir, Facebook Tutup Akun Penghina Nabi

Takut Diblokir, Facebook Tutup Akun Penghina Nabi

Anggoro Suryo Jati - detikinet
http://images.detik.com/content/2015/01/28/398/093822_aea.jpg 
 Facebook (gettyimages)
 
Jakarta - Facebook akhirnya memblokir akses sejumlah akun yang dianggap menghina Nabi Muhammad. Dengan pemblokiran ini, pengguna Facebook di Turki tak bisa lagi mengakses akun-akun tersebut.

Hal ini dilakukan Facebook setelah pengadilan Turki memerintahkan Facebook untuk menutup akun-akun tersebut, demikian dikutip detikINET dari New York Times, Rabu (28/1/2015).

Wajar jika Facebook bergerak cepat, karena pemerintahan Turki dikenal tak segan untuk memblokir layanan seperti Twitter ataupun YouTube untuk sejumlah alasan politis. Mereka pun sering melarang peredaran konten yang dianggap membahayakan pemerintahan.

Dan situs besutan Mark Zuckerberg tersebut memang memiliki kebijakan untuk memblokir akses ke konten di suatu negara jika konten tersebut melanggar hukum setempat.

Dalam laporan terakhirnya, Facebook mengungkap jumlah permintaan pemerintah untuk pemblokiran konten sampai dengan pertengahan tahun 2014. Di situ tertulis bahwa India adalah negara yang paling banyak meminta pemblokiran, dengan 5.000 konten.

Sementara Turki ada di peringkat kedua dengan 1.900 konten. Facebook juga menyebut bahwa pemerintah Turki pernah meminta informasi detail dari pengguna Facebook asal Turki, sebanyak 249 kali. Dan Facebook memenuhi lebih dari setengah permintaan tersebut.

(asj/fyk)
Facebook: Bukan Hacker yang Bikin Tumbang, Tapi...

Facebook: Bukan Hacker yang Bikin Tumbang, Tapi...

Susetyo Dwi Prihadi - detikinet
http://images.detik.com/content/2015/01/27/398/fbdown.jpg  
Tampilan saat Facebook down
 
Jakarta - Sempat berkembang bahwa tumbangnya Facebook dan Instagram beberapa jam lalu karena aksi kelompok hacker. Hal ini langsung dibantah oleh sang raksasa jejaring sosial itu.

Menurut pihak Facebook, kolapsnya layanan mereka dan Instagram tidak ada kaitannya dengan kelompok hacker, namun hanya pembaruan sistem yang dikerjakan oleh Facebook.

"Baru-baru ini, banyak pengguna melaporkan mengalami kesulitan dalam mengakses Facebook dan Instagram. Hal ini tidak diakibatkan oleh gangguan atau pun serangan keamanan dari pihak ketiga," ujar pihak Facebook, melalui keterangan yang diterima detikINET, Selasa (27/1/2015).

Sebelumnya, kelompok hacker Lizard Squad mengaku di balik aksi tumbangnya sejumlah layanan jejaring sosial dan instant messenger. Bahkan mereka mengklaim akan melakukan serangan lanjutan.

"Tidak ada masalah itu (Hacker), karena kami tengah memperkenalkan satu pembaruan yang mempengaruhi sistem konfigurasi kami," sebutnya.

Sayangnya, Facebook tidak menyebutkan secara terperinci layanan apa yang sedang dikerjakan oleh perusahaan ini. Mereka hanya berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut secepat mungkin.

"Terkait dengan gangguan ini, kami segera bertindak untuk memperbaiki masalah ini, dan layanan Facebook dan Instagram telah kembali beroperasional 100% untuk semua orang," tandasnya.

(tyo/ash)
Facebook Lunglai Diserang 'Pasukan Kadal'?

Facebook Lunglai Diserang 'Pasukan Kadal'?

Ardhi Suryadhi - detikinet
http://images.detik.com/content/2015/01/27/398/fberror460.jpg  
Ilustrasi (detikINET)
 
Jakarta - Penyebab tumbangnya layanan Facebook masih misterius. Namun isu yang beredar menyebut, kelompok hacker Lizard Squad berada di balik masalah ini.

Nama Lizard Squad belakangan memang tengah jadi bahan perbincangan. Situs Malaysia Airlines kemarin baru saja disebut jadi korban terbaru 'pasukan kadal' nan mematikan ini. Sebelum itu layanan Xbox dan PlayStation juga pernah dibikin babak belur.

Untuk kasus Facebook, menurut situs Downtector, dalam satu jam terakhir laporan mengenai masalah di jejaring sosial raksasa itu sudah terjadi lebih dari 10 ribu kali. Bahkan sempat mencapai puncaknya 10.392 kali sebelum pukul 14.00 WIB.

Nah, pelapor pertama tumbangnya layanan Facebook ini adalah Lizard Squad. Lewat akun Twitternya, grup hacker itu menuliskan bocorannya, "Facebook, Instagram, Tinder, AIM, Hipchat #offline #LizardSquad".

Facebook sendiri masih belum berkomentar soal penyebab masalah yang membuat miliaran penggunanya tak bisa mengakses jejaring sosial itu.

Mereka hanya menyebut tengah berusaha keras untuk membereskan masalah yang terjadi. "We’re aware that many people are currently having trouble accessing Facebook and Instagram. We’re working to get things back to normal as quickly as possible".

Kembali ke Lizard Squad, kelompok peretas ini memang sudah punya nama di dunia internet bawah tanah. Tetapi di sisi lain mereka juga menuai kontroversi setelah dilaporkan mengembangkan tool bernama Lizard Stresser yang bisa dipakai untuk melancarkan serangan DDoS. Alat ini bisa digunakan oleh siapapun yang mau membayar sejumlah biaya.

Lizard Squad menyebut bahwa tool ini terbukti berhasil mematikan sejumlah jaringan game terbesar di dunia. Paket termurah yang ditawarkan untuk memakai Lizard Stresser ini adalah USD 5,99 atau Rp 72 ribu (USD 1 = Rp 12.000) per bulan. Di paket tersebut, mereka menjanjikan bisa membuat down sebuah situs selama 100 detik.

Sedangkan paket termahal dilepas dengan tarif USD 129,9 per bulan, yang dijanjikan bikin down sebuah situs selama 8 jam. Sampai saat ini Lizard Squad hanya menerima pembayaran melalui Bitcoin, namun ke depan mereka menyebut juga akan mendukung penggunaan PayPal.


(ash/yud)
Back To Top