-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
MPR gelar seni sosialisasikan empat pilar

MPR gelar seni sosialisasikan empat pilar

MPR gelar seni sosialisasikan empat pilar
Hidayat Nur Wahid (MPR RI)


"Dalam kerangka pembangunan karakter bangsa, MPR sesuai amanat Undang-undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD tengah melakukan gerakan pemasyarakatan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada seluruh komponen bangsa, melalui berbagai metoda, termasuk pertunjukan wayang golek karena wayang golek merupakan pusaka kebudayaan bangsa Indonesia yang di dalamnya tersirat nilai seni tinggi dan moralitas yang bersumber dari nilai-nilai luhur bangsa sekaligus mengokohkan kepribadian bangsa Indonesia serta mampu menajdi media komunikasi dan transformasi perkembangan kebudayaan Indonesia," kata Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid saat menghadiri pertunjukan wayang di Jalan Ir Soekarno, Bandung pada Senin malam (30/5).

Semar Tandang, menurut Hidayat, mengandung banyak nilai luhur, salah satunya adalah keteguhan dan perjuangan di mana lakon Arjuna memiliki tekad tinggi menimba ilmu untuk meningkatkan kemampuan.

"Secara tegas kisah Semar Tandang membawa pesan untuk senantiasa sabar dan tegar dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan. Semoga lakon yang dibawakan dalang Ki Dadan Sunarya ini dapat memberikan pemahaman dan makna serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada kita semua," pungkas Hidayat.
Pertunjukan Wayang Golek merupakan salah satu acara rangkaian Peringatan Pidato Bung Karno, 1 Juni yang digelar MPR.Puncak acara akan dilakukan dengan Napak Tilas ke penjara Banceuy pada 1 Juni mendatang. 

Semua Pimpinan MPR, Presiden RI, serta seluruh tamu undangan akan berjalan kaki dari Gedung Merdeka ke Penjara Banceuy, penjara legendaris yang dibangun Belanda pada 1877.

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
IPB sosialisasikan penggunaan "ecobag" kepada pedagang

IPB sosialisasikan penggunaan "ecobag" kepada pedagang

IPB sosialisasikan penggunaan
IPB (id.wikipedia.org)
 Diperkirakan ada 500 juta sampai satu milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun

"Ecobag merupakan tas belanja yang bisa dipakai berulang-ulang, mengurangi pemakaian sampah plastik," kata Direktur Pengembangan Bisnis IPB Yusli Wardiatno, di Bogor, Jumat. 

Yusli mengatakan, sosialisasi penggunaan "ecobag" dilakukan dalam rangka silaturahmi dengan para pedagang yang ada di lingkungan kampus IPB.

"Terdapat sekitar 300 pedagang yang hadir dalam sosialisasi tersebut," katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut seiring dengan pencanangan "Green Campus" atau kampus hijau ramah lingkungan di IPB terhitung sejak September 2015.

"Upaya yang kami lakukan adalah menjaga lingkungan kampus tetap asri, hijau dan bersih, sehingga para pedagang diharuskan mengurangi sampah plastik atau pemakaian kantong plastik," katanya.

Ia mengatakan, pengurangan penggunaan plastik harus dimulai dari sekarang, para pedagang diminta menyampaikan kepada pembeli untuk menggunakan "ecobag" atau kantong ramah lingkungan untuk membawa makanan yang dibelinya," katanya.

Sementara itu, Dosen yang juga pakar Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian IPB Dr Ernan Rustiadi menjelaskan, plastik mulai digunakan sekitar 50 tahun silam, seiring perkembangan plastik menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia.

"Diperkirakan ada 500 juta sampai satu milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun," katanya.

Menurut Ernan, mengurangi sampah plastik, dapat dilakukan melalui dua cara yakni mendaur ulang dan mengurangi penggunaan plastik itu sendiri.

"Cara untuk mengurangi salah satunya dengan membiasakan menggunakan ecobag," katanya.
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
PLN sosialisasikan wacana kenaikan tarif dasar listrik

PLN sosialisasikan wacana kenaikan tarif dasar listrik

 | 2.461 Views
PLN sosialisasikan wacana kenaikan tarif dasar listrik
Ilustrasi. Petugas PLN melakukan perawatan jaringan listrik di Kawasan Jalan Setiabudi Medan, Sumatera Utara, Senin (21/3/16). Perawatan berkala yang dilakukan pada puluhan instalasi listrik itu antara lain dengan mengganti isolator dan trafo yang sudah tidak layak pakai untuk memastikan lancarnya pasokan listrik ke pelanggan. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Musirawas (ANTARA News) - PT PLN Persero Ranting Muara Beliti, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, mensosialisasikan ke masyarakat terkait wacana kenaikan tarif dasar listrik 2016, sambil menunggu surat resmi dari PLN pusat.

Kepala PT PLN Persero Ranting Muara Beliti, Musirawas Randy, Selasa mengatakan dengan kondisi ekonomi masyarakat sedang menurun saat ini PLN tidak gegabak menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL),meskipun akan terjadi kenaikan pada pelanggan di sejumlah daerah termasuk Musirawas.

Ia mengatakan wacana kenaikan TDL itu sudah meluas ke seluruh daerah, namun hingga saat ini pihaknya belum menerima surat edaran dari PLN pusat, sambil menunggu surat itu pihak telah melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak terkenjut.

Kenaikan TDL tersebut tidak serta merta dilakukan begitu saja dan harus melalui proses, baik usulan maupun lain sebagainya karena adanya pengaruh kenaikan harga jual minyak dunia yang saat ini cendrung tidak stabil.

Jika melihat kondisi ekonomi masyarakat di Kabupaten Musirawas yang saat ini sedang anjlok serta penurunan harga minyak dunia, maka kecil kemungkinan adanya kenaikan TDL.

Sesaui keputusan untuk TDL kapasitas 450-900 Volt hingga April 2016 tidak akan mengalami kenaikan, namun keputusan bisa saja berubah berdasarkan kesepakatan dan kondisi di lapangan.

"Intinya hingga saat ini kita masih menunggu edaran resmi PLN pusat adanya kenaikan TDL tersebut termasuk berapa jumlah kenaikannya," katanya.

Namun hal tersebut masih sekedar wacana, apalagi beberapa bulan terakhir tariff 1.300 Volt mengalami penurunan mencapai Rp1.320 per KWH,mungkin saja bila terjadi kenaikan kapasitas 450-900 tidak naik, ujarnya.

Sanusi (53) salah seorang warga Mandiaur, Kecamatan Tuah Negeri mengeluh adanya wacana kenaikan TDL tersebut, karena penghasilan mereka tak mampu membayar tarif listrik setiap bulan.

"Dengan tarif sekarang ini saja kami sering terlambat membayar, apa lagi pemerintah akan menaikan lagi tarif baru, kalau harga hasil perkebunan masih tinggi seperti dulu tak masalah," katanya.

Pihaknya sangat berharap tidak ada kenaikan tarif dasar listrik karena kondisi harga karet dan buah kelapa sawit satu-satunya andalan petani sangat rendah, kalau dipaksakan bisa saja masyarakat kembali menggunakan lampu teplok, ujarnya.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
MPR diharapkan libatkan organisasi dalang sosialisasikan Empat Pilar

MPR diharapkan libatkan organisasi dalang sosialisasikan Empat Pilar

MPR diharapkan libatkan organisasi dalang sosialisasikan Empat Pilar
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menerima delegasi dari Persatuan Pedalangan Indonesia Pusat (PEPADI) di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (5/4). (ANTARA News/ Lia Wanadriani Santosa)
Jakarta (ANTARA News) - Organisasi yang berkecimpung dalam perdalangan berharap dapat dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang selama ini digaungkan MPR. 

"Kami siap mensosialisasikan Empat Pilar. Kami mempunyai data lengkap dalang dari yang papan atas, menengah, bawah, semua ada," ujar Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Pedalangan Indonesia Pusat (PEPADI) Ekotjipto di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa. 

Dia mengatakan, selain membantu sosialisasi Empat Pilar, visi dan misi PEPADI juga melestarikan budaya terutama pewayangan di antaranya melalui penyelenggaraan festival setiap tahunnya. 
Menanggapi permintaan ini, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengaku setuju jika PEPADI dilibatkan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar. 
"Penting sekali PEPADI untuk menyebarkan kebaikan, menyebarkan cinta tanah air, patriotisme, menyebarkan persaudaraan kebangsaan, Pancasila secara halus.

Setelah 68 tahun setelah kemerdekaan roh kebangsaan sudah mulai luntur," kata Zulkifli dalam kesempatan yang sama. 

"Kita usahakan melalui organisasi agar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan lebih terarah sehingga hasil lebih baik," tambah dia.

Dia berharap PEPADI bisa menjadi mitra MPR membantu sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan. 


"Saya berharap bapak-bapak (di PEPADI) menjadi mitra MPR untuk membantu sosialisasikan Empat Pilar. Kecintaan bapak-bapak pada tanah air tidak diragukan lagi," kata dia. 

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PEPADI Pusat, Kondang Sutrisno juga meminta dukungan MPR agar pemerintah segera menetapkan Hari Wayang.

"Untuk penetapan Hari Wayang, kami mohon dukungan. Sudah 11 tahun (diwacanakan) tetapi tidak pernah ditetapkan. Padahal wayang itu diakui dunia pusatnya ada di Indonesia," kata dia.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Korem 152/Baabullah sosialisasikan bahaya LGBT

Korem 152/Baabullah sosialisasikan bahaya LGBT

Korem 152/Baabullah sosialisasikan bahaya LGBT
Dokumentasi Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bandung Raya beremonstrasi menolak LGBT, di depan Mal Bandung Indah Plaza, Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/2). Aksi tersebut dilakukan untuk menolak aktifitas dan kampanye dukungan untuk LGBT dan menolak paham ide kebebasan dan HAM yang dianggap menjadi dalih aktivitas LGBT di Indonesia. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Ternate, Maluku Utara (ANTARA News) - Komando Resor Militer 152/Babullah Ternate, Maluku Utara (Malut), intensif mensosialisasikan bahaya Lesbian, Gay, Biseksual dan Trans Gender (LGBT) melalui media sosial.

Kepala Penerangan Korem 152/Baabullah, Mayor Infantri Anang Setyoadi, di Ternate, Selasa, menyatakan, selain itu, mereka juga menerjunkan langsung personelnya ke masyarakat tentang itu. 

Lebih lanjut, dia katakan, "Sesuai ketentuan, secara tegas ditentukan apabila ada prajurit kami melakukan pelanggaran asusila sesama jenis ancaman hukuman diberhentikan secara tdak hormat alias dipecat, karena hal tersebut sangat bertentangan dengan norma hukum, norma agama maupun norma budaya."

Berbagai kampanye menyosialisasikan dampak buruk LGBT, kata dia, terus dilakukan Korem 152/Baabullah.

"Penyimpangan seksual merupakan salah satu penyakit kejiwaan yang diidap seseorang akibat faktor-faktor eksternal, mulai traumatik, pergaulan, kurang rasa percaya diri serta kurang keimanan kepada Tuhan YME," katanya.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top