-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Stabilitas politik solusi Jokowi atasi keterpurukan Rupiah

Stabilitas politik solusi Jokowi atasi keterpurukan Rupiah

Reporter : Muchlisa Choiriah |
Stabilitas politik solusi Jokowi atasi keterpurukan Rupiah
Peringatan Hari Fim Nasional ke-65 di Istana Negara. ©2015 merdeka.com/arie basuki
 
Merdeka.com - Pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng menilai perbaikan nilai Rupiah harus didahului dengan stabilitas politik dalam negeri. Pasalnya, kebijakan perbaikan kondisi perekonomian harus didukung dengan konsistensi kebijakan.

"Kalau konsolidasi politiknya tidak jalan, bagaimana mau melakukan penataan ekonomi. Karena politik ini akan berujung pada penataan sistem," ucapnya saat ditemui dalam acara diskusi di Jakarta, Minggu (5/4).

Salamuddin meminta parlemen mendukung kebijakan pemerintahan dan tidak mendistorsi rencana-rencana pemerintah. "(Konflik politik membuat) Pemerintah tidak ada kesempatan untuk menjalankan rencana-rencana besarnya. Sibuk mengurus konflik antara lembaga-lembaga negara," tuturnya.

Sebelumnya, Ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetiantono menilai kepercayaan masyarakat, terutama pelaku pasar, terhadap Presiden Joko Widodo mulai memudar. Itu sebabnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika menyentuh level terburuk sejak 1998. Tembus Rp 13.000 per USD.

"Confident terhadap pak Jokowi ini sudah menurun, sehingga orang memegang lebih banyak memegang dolar AS," ujarnya.

Dia menyebut salah satu pemicu lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi. Yaitu, ketidaktegasan mantan gubernur DKI Jakarta itu dalam menyelesaikan konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian RI.

Tony juga menilai sejumlah kebijakan sudah dikeluarkan pemerintah tidak bisa dengan cepat meredam penguatan dolar AS. Salah satu kebijakan yang disorot Tony adalah pembebasan visa turis berasal dari 30 negara.

"Kebijakan itu saya lihat engak cepat, ini jangka panjang efeknya. Rupiah pada tahun ini, sudah paling dalam pelemahannya dibandingkan mata uang lainnya," jelas dia.
[bim]
Wantimpres: Stabilitas Politik dan Sosial Pengaruhi Pembangunan Ekonomi

Wantimpres: Stabilitas Politik dan Sosial Pengaruhi Pembangunan Ekonomi

 Wantimpres: Stabilitas Politik dan Sosial Pengaruhi Pembangunan EkonomiMulya Nurbilkis - detikNews


Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bertemu hari ini. Pada pertemuan itu, Wantimpres memberikan masukan bahwa stabilitas politik dan sosial pengaruhi pembangunan ekonomi Indonesia.

"Tentunya perlu juga dipahami bahwa stabilitas sosial politik itu kalau tidak terjaga dengan baik juga akan bisa menghambat pembangunan ekonomi," ujar Ketua Wantimpres Sri Adiningsih di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (27/3/2015).

Oleh karenanya, hal tersebut didiskusikan dengan JK. Watimpres berharap Presiden dan Wapres serta pemerintahan di bawahnya bisa mencapai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019.

"Pemerintah bisa mencapai target-target di dalam RPJM yang merupakan penjabaran janji-janji Presiden pada saat lalu yang sekarang jadi buku putih agar bisa dicapai pada waktunya," terangnya.
Sri Adiningsih menilai ekonomi Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang. Salah satu andalan Indonesia adalah sumber daya alam, pasar yang besar dan sumber daya manusia.

"Kalau kita cermati itu juga tengah melakukan reformasi ekonomi pembangunan ekonomi yang serius yang mana yang jadi prioritas oleh pemerintah itu adalah berbagai hal yang dianggap menghambat pembangunan ekonomi belakangan ini. Di antaranya, kita tahu bahwa daya saing internasional kita rendah, infrastruktur kita buruk, perizinan kita tidak baik," jelasnya.
(fiq/mpr)
Back To Top