-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Trade Expo Indonesia di Qatar sukses

Trade Expo Indonesia di Qatar sukses

Trade Expo Indonesia di Qatar sukses
ilustasi - Pembangunan gedung bertingkat di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat foto pada 27 April 2015 (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

London (ANTARA News) - Trade Expo Indonesia (TEI) 2016  digelar dalam bisnis forum ASEAN Embassies - Kadin Qatar (QCCI), Minggu (27/3).

Counsellor KBRI Qatar, Boy Dharmawan kepada ANTARA, Senin,  menyebutkan selain Indonesia, negara anggota ASEAN lainnya yang turut memaparkan potensi investasi dan usahanya yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.
Acara yang dihadiri sekitar 200 pelaku usaha ASEAN dan Qatar itu, diawali sambutan Wakil Ketua QCCI, Muhammed Bin Ahmed Bin Towar Al Kuwari dan Ketua ACD 2016 Dubes Singapura Wong Kwok Pun.
Wakil Direktur Indonesia Trade Promotion Centre Dubai, Abu Dhabi, Bagas Haryotejo, mengatakan Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 merupakan ajang pameran tahunan terbesar di Indonesia. 

Dikatakannya TEI pada 2015 dihadiri 1.046 ekshibitor dan dihadiri lebih dari 14 ribu pelaku usaha dari mancanegara. Selain promosi TEI ia juga menyampaikan potensi usaha dan investasi di bidang hilirisasi produk agribisnis dan pertambangan.

Dubes RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi menyebutkan seminar tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Dubes ASEAN ketika diketuai Indonesia dengan QCCI pada 13 Desember lalu.

Dalam pertemuan one-on-one meeting, Dubes Sidehabi menyampaikan berbagai langkah kongkret dan strategi yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan usaha dan investasi yang menarik bagi investor dalam dan luar negeri, antara lain melalui online system dan one stop service.

Ditambahkan, bagi investor dengan kriteria tertentu, Indonesia akan mempercepat pengeluaran izin usaha maksimal tiga jam khususnya yang berlokasi di Kawasan Industri.

Berdasarkan pengamatan dan tanggapan peserta, pada umumnya pelaku usaha dan investor Qatar memandang ASEAN khususnya Indonesia sebagai negara tujuan usaha dan investasi. Hal tersebut tercermin dengan meningkatkan realisasi investasi Qatar di Indonesia.

Dubes Sidehabi mengutarakan komitmen investasi Qatar ke Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat sejak kunjungan Presiden Joko Widodo pada September 2015. Disampaikan guna meningkatkan arus investasi asing, pemerintahan Jokowi-JK mengeluarkan paket-paket kebijakan investasi untuk memangkas birokrasi. 
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Jokowi: Setiap Negara Patut Pastikan Pertemuan COP21 di Paris Sukses

Jokowi: Setiap Negara Patut Pastikan Pertemuan COP21 di Paris Sukses

Ray Jordan - detikNews
Jokowi: Setiap Negara Patut Pastikan Pertemuan COP21 di Paris Sukses  
Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Istana Kepresidenan
 
 Antalya - Presiden Joko Widodo menegaskan pelaksanaan The 2015 United Nations Climate Change Conference atau biasa disebut COP21 harus tetap berjalan. Setiap negara patut memberikan komitmenya untuk suksesnya acara ini.

"Setiap negara patut memberikan komitmennya guna memastikan pertemuan COP 21 berlangsung dengan sukses," ujar Jokowi saat Working Lunch para Kepala Negara G-20 di Antalya, Turki, Minggu (15/11/2015).
Presiden Jokowi dalam rangkaian acara KTT G20 di Turki (dok. Setpres)

Acara COP21 ini sendiri rencananya akan digelar pada 30 November-11 Desember 2015 di Paris, Prancis. Kegiatan ini diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan tentang perubahan iklim yang bersifat berkelanjutan dan adil.

"Sebagai negara berkembang, Indonesia telah melakukan aksi nyata dengan menegaskan komitmen pengurangan emisi sebagaimana tercantum pada Intended National Determined Contribution (INDC). Komitmen yang diberikan oleh Indonesia adalah mengurangi emisi 29 persen di bawah business as usual pada tahun 2030 dan 41 persen dengan bantuan internasional," jelas Jokowi.

Jokowi meminta agar negara-negara maju memberi contoh dan dukungan dalam mengurangi emisi gas karbon. "Negara maju diharapkan dapat meningkatkan pendanaan, melakukan alih teknologi ramah lingkungan dan memberi bantuan pembangunan kapasitas," jelas Jokowi.
Suasana KTT G20 di Turki (dok. Setpres)

Dalam sesi Working Lunch on Development and Climate Change ini, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya negara maju untuk memobilisasi bantuan bagi negara berkembang sebesar USD 100 milyar pada tahun 2020 untuk mengatasi perubahan iklim. Jokowi juga mengajak semua kepala negara memberikan dukungan politis kepada negosiator agar kesepakatan pada COP21 bisa dicapai tepat waktu dan bisa diimplementasikan.

"Prinsip Common but Differentiated Responsibility (CBDR) sekaligus Respective Capabilities juga harus dihormati dalam perjanjian perubahan iklim yang akan disepakati di Paris nantinya," kata Jokowi.
(rjo/bag)
Back To Top