-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Rumah wali kota Surakarta kebanjiran

Rumah wali kota Surakarta kebanjiran

Rumah wali kota Surakarta kebanjiran
Dokumentasi banjir Sungai Bengawan Solo. Foto menunjukkan seorang warga berusaha mengevakuasi anaknya saat banjir melanda kampung Ledoksari, Solo, Jawa Tengah, Senin (2/1). Hujan deras selama enam jam menyebabkan Sungai Bengawan Solo meluap dan membanjiri pemukiman warga di sekitar bantaran sungai tersebut. (FOTO ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
Solo, Jawa Tengah (ANTARA News) - Rumah pribadi Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, beserta rumah 55 KK di RT 1/RW 9 Pucangsawi, Kecamatan Jebres, Solo kebanjiran akibat air sungai Bengawan Solo, meluap, Minggu (19/6). 

Rudyatmo, saat memimpin langsung evakuasi warga yang kebanjiran, mengatakan, air masuk ke kampungnya di Pucangsawit karena pintu sebelah timur Sungai Bengawan Solo di Jurug rusak dan tidak bisa ditutup.

Pengganti Joko Widodo (kini presiden) di kursi wali kota Solo itu mengatakan kondisi ini diperparah lagi karena pompa penyedot banjir di dekat SD Negeri 2 Wonosaren, Solo juga rusak. Hal ini mengakibatkan air dari Sungai Bengawan Solo masuk ke kampung itu.

Di dalam rumahnya, ketinggian air banjir sekitar 30 cm, namun di jalan di depan rumahnya sudah 150 cm. Sudah demikian, mendung yang gelap tetap menggelayut di langit menandakan potensi hujan lebat masih ada.

"Ya saya tengah malam sibuk menyelamatkan barang-barang agar tidak terkena banjir dengan anak-anak dan juga menyelamatkan warga kami yang kebanjiran. Ya mudah-mudahan tidak hujan lagi biar banjir cepat berkurang," katanya.

Banjir kali ini memang cukup besar dibanding tahun-tahun lalu dan banjir kali ini tidak saja menggenangi rumah penduduk tetapi juga banyak ternak babi kebanjiran. "Ya tadi anak-anak dapat seekor babi yang masih hidup terbawa banjir".

Menyinggung mengenai kerugian akibat banjir Rudy mengatakan sementara ini belum diketahui dan baru didata, tetapi yang jelas tidak ada korban jiwa dan bantuan juga terus disampaikan kepada warga yang membutuhkan akibat banjir tersebut. 
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pemkot Surakarta tetap tolak Gojek

Pemkot Surakarta tetap tolak Gojek

Pemkot Surakarta tetap tolak Gojek
Gojek (twitter.com)
Solo (ANTARA News) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tetap konsisten yaitu menolak keberadaannya ojek berbasis aplikasi online (Gojek) untuk beroperasi di kota ini, karena bisa mengancam keberadaan usaha transportasi yang telah memiliki izin resmi dan legal.

"Ya sampai saat ini Pemkot Surakarta tetap menolak keberadaan Gojek ini. Sebab sesuai dengan UU nomor 22 tahun 2009, keberadaan Gojek ini tetap dianggap ilegal," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkot Surakarta Yosca Herman Soedrajad di Solo, Senin.

Ia mengatakan sejak awal sudah menetapkan bahwa Gojek itu ilegal, dan itu bukan keputusan sepihak, melainkan sudah disepakati oleh semua pihak baik Pemkot maupun kepolisian.

"Untuk mengendarai sepeda motor saja, warga harus punya SIM (Surat Ijin Mengemudi) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Apalagi ini sebagai usaha untuk memberikan pelayanan dan menarik uang," ujarnya.

Herman mengatakan, harus ada izin yang legal dan resmi terlebih dahulu. Sebab selama ini perusahaan taksi dan pengusaha transportasi lainnya juga telah memiliki izin yang legal untuk beroperasi. Jika Gojek tetap dapat beroperasi bersama dengan perusahaan transportasi lainnya, maka para perusahaan lain yang dirugikan.

"Sebab setiap perusahaan ini kan juga harus memproses izin resmi, membayar pajak dan sebagainya. Dalam setiap usaha legalisasi juga dibutuhkan. Apalagi jika berbicara online, taksi di Solo ini juga sudah online. Kan kalau seperti ini kasihan pengusaha transportasi yang lain yang sudah legal," katanya.

Ia mengatakan sampai saat ini belum ada regulasi yang memperbolehkan ojek berbasis aplikasi online ini beroperasi. "Ya harus ada regulasinya dulu. Kalau tidak ada regulasi ya berarti illegal," katanya. 
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Surakarta akan kembalikan fungsi kawasan Stadion Manahan

Surakarta akan kembalikan fungsi kawasan Stadion Manahan

Surakarta akan kembalikan fungsi kawasan Stadion Manahan
Stadion Manahan di Solo, Jawa Tengah. Kawasan Stadion Manahan menjadi tempat para pedagang berjualan di ajang Sunday Market. (ANTARA/Akbar NUgroho Gumay)

Solo (ANTARA News) - Pemerintah Kota Surakarta akan mengembalikan fungsi kawasan Stadion Manahan sebagai tempat olahraga warga dan mewacanakan pemindahan para pedagang yang biasa berjualan di kawasan itu pada Minggu pagi ke lokasi lain.

"Ya fungsi stadion Manahan ini kan olahraga, makanya kita berencana mengembalikan fungsinya ke sana. Kalau digunakan sebagai tempat berjualan, ini kan mengambil hak mereka yang ingin berolahraga," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Senin.

Ia menambahkan, Sunday Market di kawasan Stadion Manahan juga menimbulkan banyak sampah yang tidak bisa dibersihkan dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, ia mengatakan, pemerintah kota berencana memindahkan lokasi Pasar Minggu ke tempat lain.

Namun sampai saat ini belum menemukan alternatif lokasi untuk menampung para pedagang yang biasa berdagang di kawasan Stadion Manahan.

Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Sunday Market Jhonny Jondari mengaku pasrah jika pemerintah kota berencana memindahkan sekitar 1.100 pedagang dari kawasan Stadion Manahan.

"Kita tidak masalah jika dipindahkan. Hanya saja kalau ingin memindahkan pedagang dari kawasan ini ya harus dicarikan lokasi yang sama. Agar pedagang Sunday Market tidak terpisah-pisah. Sebab selama ini Sunday Market sudah cukup dikenal dan menjadi tujuan belanja ketika hari Minggu," ujarnya. 


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top