-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
TNI AD pastikan sanksi berat untuk Kolonel Jefri

TNI AD pastikan sanksi berat untuk Kolonel Jefri

TNI AD pastikan sanksi berat untuk Kolonel Jefri
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Erwin Syafitri (kedua kiri). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
 bisa sampai pemecatan. Ini nanti kita bentuk DKP, Dewan Kehormatan Perwira

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Kepal Staf TNI Angkatan Darat Letjen TNI Erwin Syafitri menyatakan Komandan Kodim 1408/BS Makasar, Kolonel Inf Jefri Oktavian Rotty yang ditangkap lantaran terlibat kasus narkoba akan dikenakan hukuman maksimal.

"Kita akan jatuhkan hukuman maksimal. Nanti kita akan periksa, di-BAP," ujar Erwin di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, hukuman berat untuk seorang Dandim adalah sanksi administratif karena prajurit matra darat bakal membentuk dewan kehormatan perwira untuk menentukan nasib Dandim Makasar itu.

"Yang berat bagi Dandim adalah sanksi administrasi. Ini mungkin yang tidak terbaca, bisa sampai pemecatan. Ini nanti kita bentuk DKP, Dewan Kehormatan Perwira," tegas dia.

Narkoba, lanjut Erwin, adalah ancaman nyata yang bahkan Presiden Joko Widodo telah menetapkan Indonesia sebagai negara darurat narkoba.

TNI AD juga bekerjasama dengan BNN untuk tes urine kepada seluruh prajurit untuk mengantisipasi prajurit yang terlibat narkoba.

"Tidak hanya prajurit yang dibina terkait larangan pengunaan narkoba, tetapi para perwira tinggi. Intinya, semua anggota TNI harus memberantas narkoba," kata Erwin.

Mabes TNI Angkatan Darat menyatakan penangkapan Kolonel Jefri adalah komitmen TNI AD dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.

"Ini sebagai bagian dari komitmen dan concern TNI AD dalam memerangi bahaya narkoba," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI M Sabrar Fadhilah, kemarin.

Aparat gabungan TNI yang dipimpin langsung Kepala Staf Kodam VII Wirabuana Brigjen TNI Supartodi menggerebek salah satu hotel di Makassar Selasa malam dan mendapati anggota TNI AD tengah menggelar pesta narkoba di hotel itu.

"Saat ini yang bersangkutan dalam penanganan untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Sabrar.


Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Satuan roket TNI AD bisa segera dimobilisasi ke seluruh Tanah Air

Satuan roket TNI AD bisa segera dimobilisasi ke seluruh Tanah Air

Satuan roket TNI AD bisa segera dimobilisasi ke seluruh Tanah Air
Dokumentasi roket Astros II buatan Avibras, Brazil. TNI AD memiliki jajaran roket darat-ke-darat ini. (wikipedia.org)
 ... ini akan diproyeksikan ke seluruh Indonesia...

Malang, Jawa Timur (ANTARA News) - Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Mulyono, berharap alih komando Batalion Artileri Medan 1/Roket bisa menjadikan TNI AD lebih efesien dan fleksibel ketika menjalankan tugasnya membela negara.

"Alih komando ini bisa membuat TNI AD lebih fleksibel. Modernisasi sistem persenjataan juga perlu, karena roket Astros II yang ada di Yonarmed 1/Roket bisa dengan mudah dimobilisasi," kata Mulyono, di sela alih komando pengendalian Batalion Artileri Medan 1/Roket. 

Batalion Artileri Medan 1/Roket sebelumnya berada di bawah Kodam V/Brawijaya kemudian dialihkomandokan ke Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari. Upacara alih komando itu di Lapangan Rampal Malang, Rabu.

Sementara itu, Batalion Artileri Medan 8/105 yang berada di Jember, dialihkomando di bawah Kodam V/Brawijaya dari Divisi 2 Kostrad.

Lebih lanjut, dia mengatakan, ketersediaan pangkalan udara dan pelabuhan sebagai sarana transportasi menjadi syarat mutlak pengerahan satuan roket. "Satuan roket ini akan diproyeksikan ke seluruh Indonesia," kata Mulyono.

Batalion Artileri Medan 1/Roket berintikan kekuatan pada roket darat-ke-darat Astros II buatan Avibras, Brazil, yang memiliki spesifikasi canggih dalam mendukung pertahanan dengan multilauncher dan multikaliber yang dapat menjangkau sasaran hingga jarak 300 kilometer. Hampir sejarak Jakarta-Cirebon.

Selain itu, roket Astros dengan kendaraan pengangkut truk khusus berkonfigurasi penggerak 6 x 6 dan 4 x 4, juga mampu digunakan dalam berbagai medan tempur serta dapat diangkut oleh pesawat udara, sehingga memudahkan mobilitas roket Astros II ke wilayah yang membutuhkan.

Roket Astros juga dilengkapi teknologi Trajectography Radar serta Fire Control Unit (AC-UCF), sehingga mampu mengoreksi titik jatuhnya amunisi pada jarak jauh.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Korps Zeni TNI AD bantu rekonstruksi Fiji

Korps Zeni TNI AD bantu rekonstruksi Fiji


Bogor (ANTARA News) - Indonesia berencana mengirimkan satu kompi Korps Zeni TNI AD ke Republik Fiji guna ikut membantu proses rekonstruksi pasca-bencana Topan Winston kategori 5 yang menghantam wilayah negara itu Februari lalu.

"Selain mengirim pasukan Zeni, pemerintah kita juga akan menyerahkan bantuan kemanusiaan," kata Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur Kemenko Polhukam, Marsekal Muda TNI Agus R Barnas, dari Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Ini, kata dia, bagian dari agenda kunjungan delegasi Indonesia ke Papua Nugini dan Fiji pada 30 Maret-3 April, guna memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan.

Saat itu, delegasi Indonesia beranggotakan wakil dari kementerian dan instansi terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Luar Negeri, dan TNI.

Menurut dia, kompi Korps Zeni TNI AD beserta delegasi Indonesia itu berangkat dengan pesawat transport TNI AU dari Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin pagi (28/3).

"Delegasi kita akan berada di Jayapura selama dua malam sebelum memulai kunjungan ke Papua Nugini dan Fiji," kata Barnas.

Dalam waktu dekat delegasi Indonesia itu akan dipimpin Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamana, Luhut Pandjaitan. Di Port Moresby, mereka akan bertemu dengan Perdana Menteri Papua Nugini, Peter ONeill.

Hubungan Indonesia-Papua Nugini dimulai dari hubungan konsuler pada 1973 sebelum ditingkatkan menjadi hubungan diplomatik segera setelah negara ini mendapatkan kemerdekaannya dari Australia pada 16 September 1975.

"Dari Port Moresby, delegasi Indonesia melanjutkan misi kunjungan bilateralnya ke Suva, Ibu Kota Republik Fiji, pada 31 Maret-1 April," kata Barnas.
Di Suva, Pandjaitan juga direncanakan bertemu dengan Perdana Menteri Fiji. JV Bainimarama.

Menurut catatan Kedutaan Besar Indonesia di Suva, topan Winston kategori 5 berkecepatan mencapai 325 kilometer per jam menghantam Kepulauan Fiji sepanjang Sabtu malam dan Minggu dini hari tanggal 20 dan 21 Februari 2016.

Bencana topan terkuat di Pasifik yang menewaskan sedikitnya 29 orang itu memporak-porandakan sejumlah daerah di bagian utara Fiji, seperti Vanualevu, Taveuni, Lomaiviti, Lau, Tavua, dan Raki-Raki.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
TNI AD benarkan helikopter jatuh di Poso

TNI AD benarkan helikopter jatuh di Poso

TNI AD benarkan helikopter jatuh di Poso
Helikopter TNI AD saat ditampilkan di pameran alutsista di Monas, 3-7 Oktober 2013 dalam rangka HUT ke-68 TNI AD. (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan/ed/pd/13)

Jakarta (ANTARA News) - Markas Besar TNI Angkatan Darat membenarkan sebuah helikopter miliknya jatuh di Desa Kasiguncu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu petang tadi sekitar pukul 18.55 WITA.

"Saya membenarkan kejadian itu. Bahwa kecelakaan yang menimpa helikopter berpenumpang milik AD benar adanya," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Sabrar Fadhilah di Jakarta, Minggu.

TNI AD masih mengumpulkan informasi karena ada kesimpangsiuran informasi.

"Kronologi pun masih belum jelas. Oleh sebab itu saya belum bisa berbicara panjang lebar. Nanti mungkin bisa difollowup ke Puspen TNI," kata Fadhilah.

Kapendam Wirabuana Kolonel I Made Sutia juga membenarkan kabar kecelakaan ini. "Iya betul, kecelakaan karena kena petir," ujar Sutia.

Made menambahkan, peristiwa itu terjadi di sebuah kebun di Kelurahan Kasiguncu Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso. Helikopter ini berangkat sekitar 17.30 WITA dari Desa Watutau, Kecamatan Lore Utara, menuju Poso.

"Namun pada saat di atas perkebunan Kelurahan Kasiguncu terjadi kecelakaan," imbuhnya.

Di antara korban tewas dalam insiden ini adalah Kolonel Inf Saiful Anwar, Kolonel Inf Ontang, Kolonel Inf Heri Setiaji, Letkol Cpm Tedi dan Mayor Inf Faki. Helikopter ini berpenumpang 12 orang.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Tahun Ini, TNI AD Terima Helikopter AH64E Apache

Tahun Ini, TNI AD Terima Helikopter AH64E Apache

Red: Erik Purnama Putra

Atraksi helikopter serang AH64E Apache buatan AS.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Mabes TNI AD memesan delapan unit helikopter serang AH64E Apache ke pabrikan Boeing, Amerika Serikat (AS). Kontrak pengadaan itu disebut bernilai 295,8 juta dolar AS. Penyerahan helikopter yang akan memperkuat Pusat Penerbangan AD (Puspenerbad) tersebut akan dilakukan berhatap mulai 2016 sampai 2018.

"Helikopter Apache tahun 2016 ini sebagian datang," kata Kepala Dinas Penerangan AD (Kadispenad) Brigjen Mohamad Sabrar Fadhilah di Jakarta, kemarin. Meski begitu, ia tidak merenci berapa jumlah unit Apache yang akan datang.
Apache yang dipesan TNI AD sempat dipamerkan dalam HUT TNI pada 5 Oktober 2014 di Surabaya. Dua helikopter serang itu juga melakukan atraksi dan manuver penyerangan di depan presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut mantan ajudan wakil presiden Boediono tersebut, TNI AD terus berupaya meremajakan alutsista. Hal itu seiring dengan peningkatan anggaran belanja yang dialokasikan untuk TNI AD.

Tidak hanya pengadaan alutsista yang menjadi prioritas, kata dia, kesejahteraan prajurit TNI juga mendapat perhatian lebih. Hal tiu sesuai dengan tuntutan lebih besar yang menyasar pada masa akan datang.

"Karena tuntutan makin tinggi, maka untuk hal dasar kesejahteraan prajurit akan dipenuhi, salah satunya perumahan," kata Fadhilah.
Back To Top