-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Ahok tak masalah jika izin reklamasi ditarik

Ahok tak masalah jika izin reklamasi ditarik

Ahok tak masalah jika izin reklamasi ditarik
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta (ANTARA News) - Gubernur DKI Jakarta Bauski Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan bahwa izin reklamasi Teluk Jakarta tidak bermasalah namun tidak keberatan jika pemerintah pusat menarik izinnya.

"Kalau izin, saya enggak masalah. Kamu mau ambil kembali izin saya enggak masalah," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin.
"Tapi, jangan izin ditarik ke pusat, terus 15 persen (kontribusi pengembang) dihilangkan. Nanti DKI yang repot, itu yang saya minta,” kata dia.
Ia menjelaskan bahwa reklamasi merupakan salah satu cara mengatasi pencemaran di teluk dan itu tidak dilarang.

"Supaya menyerap bahan-bahan beracun," kata Ahok, yang mengaku mendapat ilmu itu dari Sudirman Saad, Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Palau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dia hanya keberatan jika reklamasi dilakukan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kalau Anda mau bangun pulau, silakan, uangnya buat bangun pulau jangan bebani APBD," kata Basuki, yang akan bertemu dengan pejabat kementerian terkait untuk membahas reklamasi Teluk Jakarta.


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Ahli : tak masalah hidup dengan satu ginjal

Ahli : tak masalah hidup dengan satu ginjal

 | 2.833 Views
Ahli : tak masalah hidup dengan satu ginjal
Hari Ginjal Sedunia. Sejumlah warga memeriksa kesehatan saat mengikuti Hari Ginjal Sedunia, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (12/3). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ginjal. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Jakarta (ANTARA News) - Ahli Penyakit Dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr Ari F Syam mengatakan secara umum tidak masalah bagi pendonor hidup dengan satu ginjal.

"Memang tidak akan bermasalah buat seseorang untuk hidup hanya dengan satu ginjal. Operasi untuk memindahkan ginjal pendonor untuk siap dipindahkan ke penerima juga dilakukan secara laparaskopi artinya hanya dengan sayatan kecil saja," ujar Ari di Jakarta, Minggu.

Meski demikian, setelah operasi selesai maka si pendonor harus mempunyai gaya hidup sehat terutama untuk kesehatan ginjal. Ada beberapa kondisi yang akan memperburuk kondisi ginjal seseorang yaitu penderita kencing manis dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Kemudian, hipertensi dengan tekanan darah yang tidak terkontrol, kadar asam urat tinggi, konsumsi obat-obatan termasuk suplemen atau vitamin yang tidak sesuai petunjuk dokter.

"Juga perlu diingat bahwa obat sakit kepala dan obat rematik tanpa petunjuk dokter bisa mengganggu fungsi ginjal".

Oleh karena itu, juga diperlukan upaya agar tidak mengalami penyakit kencing manis dan hipertensi seperti selalu memperhatikan asupan kalori yang masuk khususnya karbohidrat.

Asupan gula pasir yang merupakan karbohidrat sederhana harus dikendalikan. Untuk mencegah agar tidak terjadi hipertensi asupan garam setiap hari juga harus diperhatikan, kata dokter Ari. Selain itu pengendalian stres, kontrol berat badan, tidak merokok dan tidak minum alkohol adalah upaya-upaya agar terhindar dari penyakit hipertensi.

"Olah raga yang teratur dan mengontrol berat badan adalah upaya penting agar terhindar dari penyakit kencing manis dan hipertensi."
Selain itu hal kecil yang diabaikan adalah infeksi saluran kencing yang berulang akibat suka menahan kencing dan kurang minum juga dapat mengganggu fungsi ginjal.

"Upaya menjaga menjaga kesehatan ginjal tidak saja untuk orang yang hidup dengan satu ginjal tapi juga untuk orang yang masih mempunyai dua ginjal," tukas dia.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
 Tak masalah Jokowi tak berlebaran hari pertama ke Megawati

Tak masalah Jokowi tak berlebaran hari pertama ke Megawati


Tak masalah Jokowi tak berlebaran hari pertama ke Megawati
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri (tengah) didampingi Presiden Jokowi (kiri) dalam pembukaan Kongres PDI Perjuangan,
di Bali, beberapa bulan lalu. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
 

Megawati dengan PDI Perjuangan-nya yang memberi kendaraan bagi Jokowi melalui Pemilu 2014 setelah cuma dua tahun menjadi gubernur DKI Jaya. Sudah cukup lama juga tidak ada berita atau foto berita yang menghadirkan mereka berdua. 

“Sebenarnya tidak ada persoalan antara Bu Mega dan Pak Jokowi lantaran pada hari pertama Idul Fitri kemarin Pak Jokowi tidak hadir berlebaran ke rumah Bu Mega seperti pejabat-pejabat negara dan tokoh-tokoh nasional lainnya,” kata Basarah, di Jakarta, Selasa. 

Anggota DPR itu menambahkan, pada awalnya memang sudah direncanakan jauh-jauh hari bahwa Bu Mega tidak akan menggelar open house pada Idul Fitri kali ini. 

Dan hal itu, kata ketua DPP PDIP bidang pemerintahan itu  sudah diumumkan dalam rapat  pleno DPP PDIP oleh Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristyanto. Bahkan, sambungnya, di kaca pos penjagaan rumah Bu Mega di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, pun terpasang pengumuman "Tidak Diadakan Open House Lebaran". 

Namun begitu, meskipun sudah diumumkan Bu Mega tidak mengadakan open house tetapi tetap saja para tamu dari berbagai kalangan yang ingin berlebaran dengan Bu Mega berdatangan silih berganti. 

Tentu saja karena tamu-tamu datang ke rumah beliau, sebagai orang timur tidak mungkin Bu Mega tidak menyambut dan menerima para tetamu tersebut dengan baik. 

“Lantaran Bu Mega tidak mengadakan open house itulah maka Presiden Jokowi memilih melaksanakan shalat Idul Fitri dan lebaran hari pertama dengan masyarakat Aceh dalam rangka semakin mendekatkan pemerintahan nasional dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Aceh melalui perayaan Idul Fitri dan shalat Ied berjamaah di sana,” kata Basarah. 

Namun demikian, dia memperkirakan Jokowi akan berlebaran ke rumah Megawati nanti.

Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top