-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Menteri Siti Tetapkan Kawasan Gunung Tambora Jadi Taman Nasional

Menteri Siti Tetapkan Kawasan Gunung Tambora Jadi Taman Nasional

Nur Khafifah - detikNews

Menteri Siti Tetapkan Kawasan Gunung Tambora Jadi Taman Nasional  
foto: Dheys/d'traveler 
 
Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menetapkan kawasan Gunung Tambora menjadi taman nasional. Peresmiannya akan dilakukan Presiden Jokowi pada 11 April mendatang.

Dalam siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rabu (8/4/2015), penetapan kawasan taman nasional itu ditandatangani Menteri Siti berdasarkan SK No: SK.111/MenLHK-II/2015 pada 7 April 2015.

Status kawasan Gunung Tambora sebelum ditetapkan sebagai Taman Nasional merupakan kawasan konservasi sejak tahun 1937. Kawasan Gunung Tambora berada di Pulau Sumbawa dengan luas 71.645,74 ha dan secara administratif terletak di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.


Status kawasan sebelum menjadi Taman Nasional terdiri dari Cagar Alam seluas 23.840,81 ha, Suaka Margasatwa seluas 21.674,68 ha, dan Taman Buru seluas 26.130,25 ha. Kawasan konservasi Gunung Tambora memiliki potensi keanekaragaman hayati yang luar biasa.
Vegetasi yang tumbuh disana terdiri dari 106 jenis pohon, 18 jenis epifit, 6 jenis herba, 39 jenis liana, dan 49 jenis perdu. Kawasan konservasi Gunung Tambora merupakan habitat bagi berbagai jenis satwa diantaranya dari kelas mamalia (Rusa Timor), reptil (Biawak, Kadal Pohon, Ular Sanca),primata (Kera Abu) dan aves.

Terdapat 8 jenis burung yang dilindungi, 1 jenis diantaranya merupakan spesies perioritas terancam punah dan 2 jenis burung endemik NTB. Potensi wisata alam Gunung Tambora menyuguhkan keindahan panorama dari hutan daratan rendah hingga hutan pegunungan. Berbagai flora dan fauna dapat ditemui yang akan menambah pengalaman dan merupakan sensasi tersendiri bagi wisatawan.

Terdapat 4 pintu masuk kawasan Gunung Tambora yaitu jalur Piong (Kiore), jalur Kawindato’i, jalur Dorocanga, dan jalur Pancasila.


(kff/ndr)
Ribuan Pendaki Peringati 2 Abad Letusan Gunung Tambora

Ribuan Pendaki Peringati 2 Abad Letusan Gunung Tambora

Nur Khafifah - detikNews

Ribuan Pendaki Peringati 2 Abad Letusan Gunung Tambora
Dompu - 200 Tahun yang lalu, tepatnya pada Bulan April 1815, Gunung Tambora yang terletak di Nusa Tenggara Barat (NTB) meledak dengan begitu dahsyat. Dampak dari letusan yang disebut sebagai letusan terbesar sepanjang sejarah modern ini menyebabkan perubahan iklim dunia.

Ratusan ribu penduduk meninggal dalam bencana tersebut. Banyak perkampungan yang habis rata tersapu aliran lahar. Kekeringan dan kelaparan terjadi di mana-mana. Muntahan material Gunung Tambora yang menutup atmosfer menyebabkan Eropa tak mengalami musim panas hingga setahun setelahnya.

Untuk memperingati letusan yang disebut seribu kali lebih dahsyat dari letusan Gunung Merapi, Yogyakarta ini, pemerintah daerah setempat menggelar event bertajuk 'Tambora Menyapa Dunia'. Kabupaten Dompu ditunjuk sebagai tuan rumah dalam gelaran akbar ini. Namun pihak yang dilibatkan cukup banyak, seperti Pemkab dan Pemkot Bima, Tim Ekspedisi NKRI 2015, berbagai instansi pemerintahan terkait, swasta dan masyarakat umum.

Banyak kegiatan yang diselenggarakan, seperti aksi bersih gunung, pendakian massal, simulasi penanggulangan bencana hingga lomba offroad. Antusias masyarakat menyambut 2 abad letusan Gunung Tambora begitu besar. Selama 2 pekan ini, tercatat sudah ada ribuan orang yang melakukan izin pendakian di Gunung Tambora.

"Saat ini sangat membludak. Sejak 3 hari yang lalu sampai 2 minggu ke depan, ada sekitar 2 ribu orang yang telah melakukan izin pendakian," kata pengelola pintu masuk Kawasan Gunung Tambora, Saiful Bahri di Dusun Pancasila, Desa Pekat, Kabupaten Dompu, NTB, Rabu (7/4/2015).

Pada Selasa (6/4) saja, ada 500 orang yang mendaki Gunung Tambora. Bahkan akibat banyaknya pendaki, tak sedikit yang membatalkan rencana melakukan pendakian ke gunung yang memiliki kaldera terbesar di dunia ini.

"Banyak yang cancel dan ditunda sampai Mei," ujarnya.

Biaya masuk ke kawasan gunung berketinggian 2.815 mdpl tersebut sebesar Rp 10.000. Saiful mengatakan, pihaknya selalu membekali para pendaki dengan plastik kresek hitam berukuran besar untuk membawa sampah masing-masing. Ia juga mengimbau mereka memungut sampah yang ditemui di sepanjang perjalanan menuju puncak.

"Kita harus sama-sama menjaga alam. Saya sampai tulis pakai marmer di pintu masuk, 'Sampah plastik tak akan hancur ratusan tahun. Pastikan anda membawa turun'," ujarnya.
Upacara puncak peringatan 2 abad letusan Tambora akan digelar di Desa Dorocanga, Kabupaten Dompu. Kawasan tersebut merupakan padang savana yang luas sehingga cocok untuk melaksanakan upacara akbar. Presiden Jokowi dijadwalkan akan hadir dalam upacara peringatan tersebut.

(kff/rvk)
Back To Top