-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
RI pertimbangkan pembangkit listrik tenaga nuklir Rusia

RI pertimbangkan pembangkit listrik tenaga nuklir Rusia

RI pertimbangkan pembangkit listrik tenaga nuklir Rusia
Ilustrasi. (Mandatory credit REUTERS/Kyodo)
Jakarta (ANTARA News) - PT PLN (Persero) mempelajari optimalasasi pembangkit listrik tenaga nuklir dari BUMN nuklir asal Rusia, Rosatom Overseas JSC, untuk dipertimbangkan guna diterapkan di Indonesia.

"Kami percaya bahwa tenaga nuklir benar-benar cocok dengan agenda ekonomi Indonesia saat ini. Kami siap untuk mendukung semua upaya Indonesia dalam bidang energi atom," kata Presiden Rusatom Overseas JSC Evgeny Pakermanov dalam siaran pers, Sabtu.

Kegiatan yang diadakan dengan workshop itu membahas perkembangan industri tenaga nuklir.

Rosatom berbagi pengalaman rancang bangun PLTN, pengoperasian dan daur ulang sumber nuklir, selain pengelolaan keselamataan PLTN dengan mengedepankan kerangka peraturan pengoperasian reaktor nuklir Rusia di seluruh dunia.

Direktur Bisnis PLN untuk wilayah Timur Jawa dan Bali Amin Subekti mengatakan tenaga nuklir adalah solusi ekonomis dan ramah lingkungan untuk Indonesia yang patut dipertimbangkan apabila Indonesia memutuskan menggunakan nuklir.

"Atas komitmennya pada keamanan dan kepemimpinan teknologi, Rosatom akan menjadi salah satu mitra yang tepat untuk bekerja sama," kata Amin.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Komisi VII minta pemerintah kembangkan tenaga nuklir

Komisi VII minta pemerintah kembangkan tenaga nuklir


Komisi VII minta pemerintah kembangkan tenaga nuklir
Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Mulyadi. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
 
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Mulyadi meminta agar pemerintah berani melakukan pengembangan potensi tenaga nuklir.

"Tenaga nuklir akan menjadi komponen penjawab tantangan paling utama bagi industri Indonesia untuk bisa semakin kompetitif di kancah dunia," kata Mulyadi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, untuk jangka panjang Indonesia tidak bisa lagi mengesampingkan penggunaan tenaga nuklir. "Maka kita minta Dewan Energi Nasional (DEN) bagaimana kebijakan nuklir sebagai alternatif terakhir bisa dikembangkan sehingga bisa digunakan," kata politisi Partai Demokrat itu.

Demi pencapaian visi pengembangan nuklir itu, lebih lanjut Mulyadi mengungkapkan supaya pemerintah bergegas melakukan persiapan regulasi.

"Kata DEN (Dewan Energi Nasional), itu mengatakan butuh 5 tahun untuk menyiapkan peraturannya menyangkut penggunaan nuklir ini. Kita DPR tidak masuk teknis, kita hanya political will-nya. Kita hanya mendorong, hal-hal teknis seperti anggaran, silahkan pemerintah," kata Mulyadi.

Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top