-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Polisi tingkatkan pengamanan sidang Ba'asyir

Polisi tingkatkan pengamanan sidang Ba'asyir

Polisi tingkatkan pengamanan sidang Ba'asyir
Terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir (kanan) di ruang tahanan sebelum menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (16/6). Pada sidang itu, majelis hakim menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ba'asyir, lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yaitu seumur hidup. (ANTARA/Reno Esnir)
 Kita tidak mau ambil risiko sekecil apapun

Cilacap (ANTARA News) - Kepolisian Resor Cilacap meningkatkan pengamanan sidang lanjutan perkara peninjauan kembali putusan hukuman terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, Selasa.

Polisi dan tentara terlihat berjalan di beberapa ruas jalan maupun gang di sekitar Pengadilan Negeri Cilacap menjelang sidang.

Puluhan polisi, beberapa di antaranya menyandang senjata laras panjang, berjaga di ujung timur dan barat Jalan Letjen Suprapto yang ada di depan pengadilan.

Puluhan aparat Kepolisian Resor Cilacap juga berjaga di sepanjang pagar depan pengadilan.

Selain itu, pemeriksaan terhadap pengunjung sidang, khususnya yang datang dari arah timur, dilakukan hingga empat lapis yakni di dekat perlintasan kereta api sebelah timur pengadilan, depan pengadilan, pintu gerbang halaman pengadilan, dan pintu masuk gedung pengadilan.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada pengunjung sidang tetapi juga pada pegawai pengadilan dan pewarta.

Pada sidang sebelumnya, pemeriksaan terhadap pengunjung beserta barang bawaannya hanya dilakukan di pintu masuk halaman dan pintu masuk gedung pengadilan.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Ulung Sampurna Jaya mengatakan polisi  mendapat bantuan tambahan personel dari Satuan Brimob Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Jawa Tengah, dan Pengendali Massa Polda Jawa Tengah serta TNI sehingga secara keseluruhan jumlah personel yang teribat dalam pengamanan sidang mencapai 1.600 orang.

"Kita tidak main-main dalam pengamanan kali ini, ada yang berani coba-coba, langsung kami ambil tindakan. Kita tidak mau ambil risiko sekecil apapun," katanya.
Ia mengatakan bahwa kepolisian bersama masyarakat Cilacap menginginkan keamanan yang solid di kabupaten itu.

Pengamanan, menurut dia, dilakukan tetap sesuai dengan standar operasional prosedur Kepolisian Republik Indonesia.

Dia menjelaskan pula bahwa polisi melakukan sterilisasi di seluruh bagian gedung pengadilan pada Senin (25/1) malam dan kemudian mengerahkan satu peleton Brimob untuk melakukan penjagaan.

Sidang lanjutan peninjauan kembali vonis Ba'asyir di Pengadilan Negeri Cilacap rencananya akan menghadirkan lima saksi, tiga di antaranya terpidana kasus terorisme dari sejumlah lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan Abdullah Sonata alias Arman Kristianto, Qomaruddin alias Abu Musa alias Mustaqim alias Abu Yusuf alias Hafshoh, dan Joko Sulistyo alias Zainudin.
Ketiga saksi dan Abu Bakar Ba'asyir telah tiba di Pengadilan Negeri Cilacap pukul 08.00 WIB dan langsung dibawa menuju ruang tahanan untuk menunggu persidangan yang dijadwalkan digelar mulai pukul 09.00 WIB.

Sementara dua saksi lainnya terdiri atas pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab alias Habib Rizieq dan Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia dr. Joserizal Jurnalis hingga pukul 08.55 WIB belum terlihat memasuki gedung pengadilan meski mereka telah berada di Cilacap. 
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Gubernur DIY minta kepolisian tingkatkan pengamanan

Gubernur DIY minta kepolisian tingkatkan pengamanan

Gubernur DIY minta kepolisian tingkatkan pengamanan
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X (ANTARA FOTO/Noveradika)

Yogyakarta (ANTARA News) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X meminta aparat kepolisian meningkatkan pengamanan, menyusul peristiwa ledakan di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

"Saya berharap aparat keamanan bisa menjaga keamanan publik," kata Sultan di Kompleks Kepatihan di Yogyakarta, Kamis.

Dia berharap peristiwa serupa atau kekerasan dalam berbagai bentuk lainnya tidak lagi terulang.

"Saya terkejut dan prihatin. Semoga ini sekali dan terakhir, jangan terulang karena publik kasihan," ujarnya.

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta telah meningkatkan intensitas pengamanan khususnya di seluruh objek vital serta pusat-pusat keramaian di daerah setempat.

"Sebetulnya sejak Operasi Lilin Desember lalu kami sudah memperketat keamanan, menyusul peristiwa di Jakarta itu maka intensitasnya akan lebih ditingkatkan," kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti.

Selain di objek-objek vital seperti Bandar Udara Adisutjipto, Stasiun Tugu, Terminal Giwanangan, serta Terminal Jombor, menurut Anny, pengamanan ketat juga dilakukan di Markas Polda DIY serta polres di seluruh kabupaten.
Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Polda Jawa Tengah tingkatkan pengamanan gereja

Polda Jawa Tengah tingkatkan pengamanan gereja

18:14 WIB | 1.756 Views
Polda Jawa Tengah tingkatkan pengamanan gereja
Dokumentasi polisi dari Unit Gegana Polda Sulawesi Tengah melakukan sterilisasi ruangan di salah satu gereja di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (24/12). Sterilisasi gereja itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menciptakan rasa aman bagi umat Kristiani saat beribadah Natal. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki) 
 
Semarang (ANTARA News) - Jajaran Polda Jawa Tengah meningkatkan pengamanan terhadap gereja menyusul dugaan percobaan pembakaran pintu Gereja Kristen Jawa, di Desa Tlepok Wetan, Grabag, Kabupaten Purworejo.

"Masing-masing Polres sudah mengambil langkah pengamanan menyusul kejadian itu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Liliek Darmanto, di Semarang, Selasa. 

Menurut dia, polisi juga menyiapkan metode pengamanan tertentu sebagai antisipasi. Salah satunya menempatkan personel berseragam maupun yang berpakaian sipil langsung di lingkungan gereja. "Juga patroli serta menggerakkan pengamanan internal gereja," katanya.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dalam menyikapi peristiwa itu. "Masyarakat jangan terpancing. Serahkan kepada kepolisian untuk menyelidiki kasus ini," katanya.

Sementara itu, pengecekan kondisi keamanan gereja juga dilaksanakan Polsek Gayamsari, Semarang, di Gereja Isa Almasih, di Jalan Dr Cipto, Semarang.

"Kami respon cepat untuk menjamin keamanan dan kenyamanan umat dalam beribadah," kata Kepala Polsek Gayamsari, Komisaris Polisi Dili Yanto.

Sebelumnya, pada Senin pagi (20/7), pintu GKJ Tlepok diketahui telah terbakar, yang diduga dilakukan seseorang tak dikenal. Peristiwa itu pertama kali diketahui Pendeta Ibnu Prabowo (57).

"Sekitar pukul 05.30 WIB sepulang dari berolahraga pagi, kami mencium bau bensin dan melihat pintu depan gereja sudah terbakar," katanya.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top