-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Tujuh pesawat tujuan Surabaya dialihkan ke Denpasar

Tujuh pesawat tujuan Surabaya dialihkan ke Denpasar

Tujuh pesawat tujuan Surabaya dialihkan ke Denpasar
Dokumen foto kesibukan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (22/12-2015). Bandara ini menerima pengalihan penerbangan akibat ditutupnya Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo-Surabaya, pasca-tergelincirnya Lion Air JT 263. (ANTARA/Fikri Yusuf)
 ... ada beberapa rute yang dialihkan ke Bali karena bandara ini yang terdekat dari Surabaya."

"Mengingat Bandara Juanda ditutup, maka ada beberapa rute yang dialihkan ke Bali karena bandara ini yang terdekat dari Surabaya," kata General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali, Trikora Harjo, di Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu.

Dia menjelaskan, maskapai penerbangan yang mengalihkan rute penerbangan ke Denpasar itu adalah Citilink bernomor penerbangan QG-876 dari Pontianak, QG-671 dari Manado dan QG-920 dari Batam.

Selain itu, ia mengemukakan, ada juga tiga jadwal maskapai Lion Air, masing-masing dengan nomor penerbangan JT-588 dari Jakarta, JT-982 dari Medan dan JT-807 dari Makassar.


Ia menjelaskan, ada satu maskapai internasional AirAsia Xtra bernomor penerbangan XT-393 dari Johor Bahru, Malaysia juga dialihkan dari Bandara Juanda ke Bandara Ngurah Rai.

Sementara itu, menurut dia, ada empat jadwal penerbangan dari Denpasar menuju Surabaya mengalami penundaan, yakni Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA-347, Lion Air (JT-916), Citilink (QG-647) dan NamAir (IN-9277).
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Jam Gadang tujuan wisata favorit liburan Imlek

Jam Gadang tujuan wisata favorit liburan Imlek

Pewarta: 
Jam Gadang tujuan wisata favorit liburan Imlek
Halo Matahari. Objek wisata "Jam Gadang" dikelilinggi fenomena matahari cincin di Bukittinggi, Sumbar, Jumat (4/4). Fenomena disebut halo matahari, merupakan pembiasan cahaya karena uap air yang terkandung di awan yang bereaksi dengan sinar matahari sehingga membentuk cincin pelangi yang mengelilingi matahari. (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)


"Ini kunjungan pertama saya ke Bukittinggi. Saya sangat penasaran dengan Jam Gadang yang selama ini hanya bisa dilihat di televisi atau internet," kata Vevi, wisatawan asal Pekanbaru, Riau, di Bukittinggi, Minggu.
Meskipun cuaca kurang bersahabat karena gerimis turun sejak pagi di Bukittinggi, dia tidak mau melewatkan kesempatan untuk berwisata ke salah satu ikon pariwisata Sumbar itu.

"Kalau hujan tambah lebat, kami berteduh dulu atau kembali ke hotel bersama rombongan lainnya," katanya.

Wisatawan lainnya, Bunga mengaku sengaja berkunjung ke Jam Gadang untuk berfoto bersama teman-temannya.

"Ini sangat bagus untuk dijadikan latar saat berfoto bersama teman. Hasilnya juga luar biasa," ujarnya.

Sementara pengunjung lainnya asal Cirebon, Jawa Barat, Adit mengatakan, ketertarikannya berkunjung ke lokasi itu karena sering mendapat oleh-oleh gantungan kunci Jam Gadang sehingga tertarik untuk datang langsung ke objek wisata tersebut.

"Lokasinya cukup bagus dan bersih. Hanya saja disayangkan banyak kendaraaan yang parkir sembarangan sehingga membuat perjalanan sedikit tersendat," katanya.
Komandan Regu C Satpol PP Kota Bukittinggi Delfi Eka Putra mengatakan, meskipun pengunjung yang datang lebih banyak dari hari biasa, pengamanan diberlakukan seperti biasa.

"Pengamanannya dari Satpol PP ada tiga sif, masing-masing sif beranggotakan 10 petugas," ujarnya.

Selain Satpol PP, lanjut dia, juga ada pegamanan dari personel TNI/Polri.

Meskipun demikian, dia tetap mengimbau wisatawan agar selalu menjaga barang bawaannya dalam situasi yang ramai.

"Orang tua juga jangan lengah agar anak-anak tidak terpisah," katanya mengingatkan.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top