-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Wakil Ketua DPR sarankan evaluasi menteri terkait kepuasan masyarakat

Wakil Ketua DPR sarankan evaluasi menteri terkait kepuasan masyarakat

Wakil Ketua DPR sarankan evaluasi menteri terkait kepuasan masyarakat
Wakil Ketua DPR Fadli Zon (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyarankan agar Presiden Joko Widodo melakukan evaluasi terhadap kinerja menteri terkait kepuasan di tingkat masyarakat, terhadap kinerja menteri bersangkutan.

"Sebenarnya yang diharapkan menteri yang harus lebih baik di bidang ekonomi, itu menjadi masalah besar," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.
Dia menilai Presiden harus memiliki tim yang betul-betul kuat dan diisi orang yang terbaik di antara yang terbaik.
Politikus Partai Gerindra itu pun tidak mempermasalahkan apabila menteri yang mengurus ekonomi berlatar belakang dari partai politik.
"Kalau parpol pendukung pemerintah mampu mengurus ekonomi, apa salahnya diberi posisi," ujarnya.

Dia menekankan bahwa sosok yang diajukan itu harus yang berpengalaman, bukan yang baru belajar.

Namun dia menekankan bahwa pergantian menteri diserahkan kepada Presiden Jokowi karena itu merupakan hak prerogatif Presiden.
"Terserah Presiden mau ganti atau tidak para menterinya," katanya.
Sebelumnya, Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan apabila Presiden Joko Widodo melakukan perombakan kabinet, maka diharapkan harus bisa menyelesaikan masalah sehingga harus hati-hati.

"Perombakan kabinet (reshuffle) merupakan hak Presiden, namun kalau itu harus menyelesaikan masalah, jangan sampai tidak menyelesaikan masalah," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.

Dia mencontohkan mengganti menteri dari bidang ekonomi namun berdampak keguncangan perekonomian nasional bukan menyelesaikan masalah nasional.
Menurut dia, para menteri di bidang ekonomi saat ini pasti memiliki kemampuan yang baik sehingga dipilih Presiden untuk mengemban amanah tersebut.


(I028/I007)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
 Wakil Ketua DPR buka Pesta Budaya Papua

Wakil Ketua DPR buka Pesta Budaya Papua


Wakil Ketua DPR buka Pesta Budaya Papua
Dokumen foto tarian Suku Awyu dari Kabupaten Mappi dalam Pesta Budaya Papua. (ANTARA/Anang Budiono)
Saya menjadi bagian dari kegiatan masyarakat adat Papua ..."
Biak (ANTARA News) - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah membuka pesta budaya masyarakat adat se tanah Papua yang berlangsung di Kabupaten Biak Numfor, Minggu malam.

"Saya sangat terkesan dengan pendekatan adat yang dilakukan Bupati Thomas Ondy dalam mendukung kegiatan pesta budaya masyarakat adat Papua di Biak," kata Fahri Hamzah di Biak.

Ia mengemukakan, kegiatan pesta adat masyarakat Papua merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia sehingga harus mendapat perhatian pemerintah dan pihak terkait di daerah ini.

Penyelesaian berbagai persoalan di tanah Papua, menurut dia, dilakukan lewat dialog bersama, serta tidak lagi dengan kekerasan.

Dengan pendekatan lokal masyarakat adat, menurut Fahri, diharapkan bisa menyentuh akar masalah dalam menyelesaikan problem pembangunan di tanah Papua.

"Saya menjadi bagian dari kegiatan masyarakat adat Papua karena diberikan kesempatan dan kehormatan membuka pesta budaya," katanya.
Ia juga memberikan apresiasi atas kebijakan Bupati Thomas Ondy, Komandan Daerah Distrik Militer (Dandim) 1708 Letkol CZI Achmad Yussa dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Biak AKBP Hadi Wahyudi yang sudah memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pesta budaya masyarakat adat Papua.

Sementara itu, Bupati Thomas Ondy menjamin keamanan peserta konferensi besar masyarakat adat dan pesta budaya masyarakat adat selama berlangsung di Kabupaten Biak Numfor 1 hingga 4 November 2015.

"Pemkab Biak Numfor sangat berterima kasih dengan ditetapkan Biak menjadi tempat penyelenggaraan konferensi besar masyarakat adat dan kegiatan pameran pesta budaya," ujarnya.
Prosesi pembukaan pesta budaya se tanah Papua ditandai dengan penabuhan tifa dilakukan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah bersama sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Biak Numfor.
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Wakil Ketua DPR: Jokowi Perlu Tiru Soeharto

Wakil Ketua DPR: Jokowi Perlu Tiru Soeharto

Fahri Hamzah. Foto: Atet Dwi Pramadia/MI
Fahri Hamzah. Foto: Atet Dwi Pramadia/MI
Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengemukakan, Presiden Joko Widodo perlu meniru mantan Presiden Soeharto dalam menempatkan orang yang dipercaya masuk dalam kabinetnya. 

"Presiden Jokowi seperti halnya Soeharto harus bisa merekrut orang-orang yang memiliki kemampuan luar biasa yang bisa dipercaya," katanya kepada pers di Jakarta, Rabu (8/7/2015) seperti ditulis Antara.

Fahri menanggapi wacana yang berkembang di publik mengenai perombakan kabinet. Menurut Fahri, Presiden Jokowi pun seharusnya bisa memberikan kepercayaan penuh kepada para pembantunya.

"Pak Harto mampu berkuasa 32 tahun karena bisa memilih orang-orang yang dipercaya dan dia kemudian mem-back up penuh orang-orang tersebut atas apa yang mereka lakukan," ujar Fahri.

Menurut Fahri, untuk memilih orang-orang seperti itu, Jokowi harus berani memberikan kepercayaan pada mereka. "Dulu jika ada menteri memiliki program, maka semua menteri di kabinet harus mendukung kebijakan menteri tersebut termasuk Pak Harto," katanya.

Menurutnya, orang di sekeliling Pak Harto memiliki keunggulan masing-masing. Dia pun mencontohkan betapa hebatnya Ali Alatas sebagai menteri luar negeri dan juga Moerdiono sebagai sekretaris negara.

"Semua di tangan beliau, tidak boleh ada satu pun kesalahan. Semua apa yang dilakukan Pak Harto sudah disiapkan secara cermat, siap risiko dan dokumen checking sistem yang baik," katanya.

Orang di sekeliling Jokowi harus memiliki kelas kehati-hatian setingkat Moerdiono. "Orang lain boleh salah, presiden tidak boleh," katanya.
KRI

Wakil Ketua DPRD: HMP Terhadap Ahok Tinggal Menanti Dukungan PDIP

Wakil Ketua DPRD: HMP Terhadap Ahok Tinggal Menanti Dukungan PDIP

Nur Khafifah - detikNews

Wakil Ketua DPRD: HMP Terhadap Ahok Tinggal Menanti Dukungan PDIP
Jakarta - Hak Menyatakan Pendapat (HMP) untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama di DPRD DKI Jakarta belum berjalan. DPRD masih menanti kesediaan Fraksi PDIP agar rencana pengguliran HMP mencapai kuorum.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengatakan, jumlah Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta paling banyak, yaitu 28 orang. Maka tanpa PDIP, HMP tak akan mencapai kuorum, di mana syarat kuorum harus dihadiri 3/4 dari seluruh anggota DPRD.

"Kalau PDIP nggak sepakat, ya nggak kuorum. Kalau nggak kuorum ya nggak bisa jalan (menggulirkan HMP)," kata Taufik dalam diskusi bertajuk 'Pengguliran HMP sebagai Upaya Penyelamatan Wajah Kebon Sirih' di Warung Komando, Jl Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (3/5/2015).

Namun Taufik yakin, PDIP akan sepakat untuk ikut menggulirkan HMP. Hanya saja, menurutnya, partai berlambang banteng tersebut masih menunggu waktu yang tepat.

"Menurut penerawangan saya, PDIP akan setuju. Kan kuncinya ada di Ibu Megawati. Mudah-mudahan ada bisikan dalam waktu dekat," ujarnya.

Ditambah lagi, HMP tidak mungkin berjalan jika tidak ada penandatanganan surat dari Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, di mana Prasetyo merupakan kader PDIP. Ia yakin dengan sedikit bersabar, PDIP akan mendukung pengguliran HMP.

"Karena angket kan disepakati PDIP juga. Kami tidak bosan mendiskusikan. Dan lagi pula ujungnya tidak hanya pemakzulan. Bisa jadi peringatan," tutupnya.

(kff/van)
Wakil Ketua DPR: Pendidikan di Indonesia Masih Perlu Dibenahi

Wakil Ketua DPR: Pendidikan di Indonesia Masih Perlu Dibenahi

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Wakil Ketua DPR: Pendidikan di Indonesia Masih Perlu Dibenahi
Jakarta - Memperingati Hardiknas, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menyoroti pembenahan pendidikan di Indonesia. Masih banyak yang harus dibenahi di sektor pendidikan untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

"Seperti yang kita ketahui setiap kali bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), kita selalu mengenang seorang tokoh pahlawan nasional yaitu Ki Hajar Dewantara. Tanggal 2 Mei, hari dimana lahirnya pendidikan di Indonesia. Tanggal 2 Mei dijadikan sebagai hari Pendidikan Nasonal bertepatan dengan hari lahirnya Ki Hajar Dewantara dengan nama asli Raden Mas Soewardi Sumbangsih Beliau terhadap pendidikan Bangsa Indonesia sangat besar," kata Taufik.

Hal ini disampaikan Taufik dalam acara “NATIONAL SYMPOSIUM FOR SCHOOL’S BRAND SOLUTION” dalam rangka peringatan Hardiknas yang digelar di Purbalingga, Jawa Tengah, seperti siaran pers, Minggu (2/5/2015).

Dari dulu sampai sekarang, masih melekat erat dibenak para anak bangsa yakni semboyan Ki Hajar Dewantara yang terkenal yaitu Ing Ngarsa Sung tulada (di depan memberi teladan), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan).

"Pendidikan merupakan salah satu faktor esensial yang sangat berpengaruh bagi perkembangan bangsa. Rendahnya tingkat pendidikan warga negara maka rendah pula pandangan negara lain. Namun, jika melihat kondisi pendidikan saat ini, tampaknya masih ada yang harus dibenahi dari pendidikan kita," terang Taufik.
Sebagai pimpinan DPR Taufik merasa sering kali khawatir ketika melihat tawuran antar pelajar bahkan ada yang terjerumus obat-obatan terlarang. Hal itu merupakan potret catatan buruk para pelajar yang menodai semangat perbaikan di dunia pendidikan Indonesia.

Pendidikan Muhammadiyah

 Waketum PAN ini kemudian menyinggu pendidikan yang diselenggarakan Muhammadiyah. Di hadapan peserta simposium yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur ini, Taufik mengemukakan Muhammadiyah merupakan organisasi yang juga sangat memperhatikan pendidikan di Indonesia.

"Tidak hanya sekedar perhatian, Muhammadiyah bisa dibilang sebagai pelopor Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia. Semua hasil jerih payah K.H Ahmad Dahlan dapat dirasakan manfaatnya hingga saat ini. Muhamadiyah merupakan organisasi di luar pemerintahan yang memiliki lembaga pendidikan dan pengajaran terbesar di Indonesia," katanya.

Amal usaha Muhammadiyah si bidang pendidikan, imbuh Taufik, berjumlah 5.797 buah, merupakan angka yang cukup fantastis untuk sebuah lembaga pendidikan yang dinaungi dalam satu payung organisasi.

"Dengan rincian ; 1132 Sekolah Dasar ; 1769 Madrasah Ibtidaiyah ; 1184 Sekolah Menengah Pertama; 534 Madrasah Tsanawiyah ; 511 Sekolah Menengah Atas ; 263 Sekolah Menengah Kejuruan ; 172 Madrasah Aliyah ; 67 Pondok Pesantren ; 55 Akademi ; 4 Politeknik ; 70 Sekolah Tinggi dan 36 Universitas yang tersebar di seluruh Indonesia," bebernya.

Saat ini, menurut Taufik, mulai dilakukan pembaruan pendidikan meliputi dua segi. Yaitu segi cita-cita dan teknik pengajaran. Dari segi cita-cita yang dimaksud K.H Ahmad Dahlan ialah ingin membentuk manusia muslim yang baik budi pekerti, alim dalam agama, luas dalam pandangan dan faham masalah keduniaan, dan bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakat.

"Adapun teknik, lebih banyak berhubungan dengan cara-cara penyelenggaraan pendidikan. Dengan mengambil unsur-unsurnya dari sistem pendidikan Barat dan Sistem Pendidikan tradsional, Muhammadiyah berhasil membangun sistem pendidikan sendiri. Seperti sekolah model barat, tetapi dimasukkan ajaran agama di dalamnya, sekolah agama dengan menyertakan pelajaran sekular," paparnya.

Taufik kemudian memaparkan cara belajar mengajar di Muhammadiyah yang berbeda dengan sekolah lain. Selain pembaruan dalam lembaga pendidikan formal, Muhammadiyah telah memperbaharui bentuk pendidikan tradional non formal yaitu, pengajaran.

"Semula pengajian dilakukan di mana orang tua atau guru prvat mengajar anak kecil membaca al-Quran dan beribadah. Oleh Muhammadiyah diperluas, dan pengajian disistematiskan ke dalam bentuk, juga isi pengajian diarah pada masalah-masalah sehari-hari umat Islam," katanya.
Di akhir paparannya Taufik kembali menegaskan bahwa UUD 1945 mengatur setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Setiap warga negara juga wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

"Ini adalah amanat dari konstitusi kita. Dalam pasal yang sama ayat 4 diwajibkan kepada negara untuk memprioritaskan anggaran untuk pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN, dalam APBNP 2015, yang diketuk oleh DPR pada 13 Februari lalu telah disepakati anggaran untuk pendidikan sebesar 408.5 Trilyun, atau sebesar 20.59%," pungkasnya.

(van/fjp)
Back To Top