-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Yorrys: Kami yang Ikut Pilkada, Golkar Kubu Ical Ilegal

Yorrys: Kami yang Ikut Pilkada, Golkar Kubu Ical Ilegal

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews

Yorrys: Kami yang Ikut Pilkada, Golkar Kubu Ical Ilegal
Jakarta - KPU menyatakan bahwa rekomendasi Komisi II terkait PKPU tidak mengikat. Waketum Golkar hasil Munas Ancol Yorrys Raweyai mengapresiasi keputusan tersebut sehingga pihaknya berhak mengikuti Pilkada.

"Pertama kami menyambut baik atas dikeluarkannya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang berhak mengikuti pemilihan kepala daerah adalah yang terdaftar di Kemenkum HAM. KPU sudah benar itu," ujar Yorrys di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrej Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (3/5/2015).

Menurut Yorrys keputusan Menkum HAM tetal mengesahkan kepengurusan pimpinan Agung Laksono. Surat tersebut bernomor M.HH-01.AH.11.01, tetapi PTUN telah menunda SK ini.

"Bahwa PTUN masih menggelar persidangan gugatan atas SK Menkum HAM, kami hormati, tetapi PTUN itu menunda SK dan bukan membatalkan. Sehingga kami tetap sah," kata Yorrys.

Hadir pula Sekjen Golkar Zainudin Amali, Ketua DPP Taufik Hidayat, dan Ace Hasan dalam pernyataan pers kali ini. Yorrys kemudian melanjutkan bahwa KPU berpedoman pada keputusan pengadilan yang telah inkracht.

"Menurut UU Partai Politik Nomor 2 tahun 2008 pasal 32 ayat 5, itu menyatakan bahwa putusan Mahkamah Partai Politik atau sebutan lain bersifat final dan mengikat," sebut Yorrys.

Dia kemudian menjelaskan bahwa Mahkamah Partai Golkar sudah bersidang dan mengambil keputusan. Yorrys pun menilai putusan MPG itu sudah final dan menyebut kepengurusan hasil Munas Ancol yang sah.

"Dengan demikian bilamana ada pihak-pihak yang mengatasnamakan Partai Golkar di luar kepengurusan Agung Laksono dinyatakan ilegal dan melanggar hukum," pungkas Yorrys yang berbaju merah.

Ada pun salah satu rekomendasi Komisi II DPR adalah partai peserta Pilkada yang berkonflik mengikuti hasil persidangan terakhir. Namun komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menyatakan bahwa rekomendasi itu bersifat tak mengikat.

(bpn/van)
Tommy Soeharto Ingin Maju Jadi Ketum Golkar? Yorrys: Boleh Saja

Tommy Soeharto Ingin Maju Jadi Ketum Golkar? Yorrys: Boleh Saja

Indah Mutiara Kami - detikNews

Tommy Soeharto Ingin Maju Jadi Ketum Golkar? Yorrys: Boleh Saja  
Tommy Soeharto (Foto: Salmah/detikcom) 
 
Jakarta - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mengusulkan agar Partai Golongan Karya menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa sebagai solusi atas konflik dualisme Golkar. Waketum Golkar, kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai mempersilakan putra bungsu Soeharto itu untuk maju sebagai Ketum Golkar lewat Munaslub.

"Dia kan 2009 ikut juga (sebagai caketum) di Munas Riau. Boleh saja, kenapa tidak boleh?" kata Yorrys saat berbincang dengan detikcom, Rabu (22/4/2015).
Menurut Yorrys, siapapun kader Golkar boleh maju sebagai caketum asalkan memenuhi kriteria. Yang terpenting, menurutnya, adalah proses harus berjalan secara demokratis.

"Kalau demokrasi, tidak bisa itu aklamasi," ucap politikus asal Yapen, Papua ini.
Meski begitu, Yorrys tidak setuju apabila Tommy tiba-tiba mengusulkan Munaslub. Dia menuturkan bahwa amar putusan Mahkamah Partai Golkar sudah menetapkan bahwa munas islah akan digelar pada tahun 2016.

"Landasannya apa? Kan MPG sudah memutuskan akan munas islah paling lambat Oktober 2016. Kenapa tidak ikuti putusan itu saja. Kalau mau buat kesepakatan baru, dasarnya apa," ujarnya.
Lalu, apabila Tommy akan maju sebagai caketum di Munaslub, akankah Yorrys menantangnya dengan ikut maju?

 "Tidak, saya dari awal memang tidak mau," jawab Yorrys.

Tommy Soeharto memang bukanlah orang baru di Partai Golkar. Dia pernah disebut maju dalam bursa pemilihan calon ketua umum dalam Munas Golkar yang digelar di Riau tahun 2009. Munas Golkar di Riau menghasilkan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum periode 2009-2015.

Akbar Tandjung yang ikut dalam pertemuan antara loyalis Ical dan Tommy Soeharto mengatakan bahwa pertemuan itu belum sampai membahas Tommy sebagai caketum. Mereka hanya membicarakan mekanisme Munaslub.

"Soal itu saya tidak tahu," kata Akbar tentang Tommy sebagai caketum.

(imk/erd)
Yorrys: Islah Golkar Tergantung Agung dan Ical

Yorrys: Islah Golkar Tergantung Agung dan Ical

Hardani Triyoga - detikNews

Yorrys: Islah Golkar Tergantung Agung dan Ical  
Yorrys Raweyai (Rengga/detikFoto) 
 
Jakarta - Mahkamah Partai sore ini bakal menyampaikan hasil putusan terkait konflik kepengurusan Golkar. Wakil Ketua Umum Golkar hasil Munas Jakarta, Yorrys Raweyai mengatakan Agung Laksono dan Aburizal Bakrie atau Ical bakal menjadi dua tokoh penentu apakah terjadi islah atau tidak.

"Masalah ini tergantung pada dua tokoh itu. Apakah mereka mempunyai jiwa negarawanan, maka tidak akan menjadi seperti ini. Kalau mereka memikirkan keadaan partai maka seharusnya itu yang mereka pikirkan," kata Yorrys di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2015).

Dijelaskan Yorrys, secara pribadi dirinya berharap hasil putusan Mahkamah Partai adalah yang terbaik untuk kepentingan Golkar. Diakuinya dalam proses islah ini sudah dilakukan lewat perundingan. Namun, perundingan ini masih selalu deadlock.

"Ini kan awalnya bagaimana kita melakukan perundingan. Tetap pihak ARB kan yang terbaik melalui pengadilan atau hukum karena kalau menurut kami kalau soal hukum adalah menang dan kalah," sebut mantan Anggota DPR itu.

Lanjut Yorrys, putusan Mahkamah Partai ini harus menjadi perintah terbaik untuk kepentingan partai. Jika ada peluang untuk rekonsiliasi maka harus dikembalikan kalau Mahkamah Partai adalah penentu putusan tertinggi dalam internal partai.

"Dan apa yang sudah kami prediksikan apa yang Pengadilan Negeri serahkan kepada Mahkamah Partai, dan MPG harus mengeluarkan putusan bukan lagi rekomendasi. Kemudian dibuka rekonsiliasi, subyektifitas kami sangat opristimis atas dasar undang-undang parpol," sebutnya.

(hat/bar)
Back To Top