-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Diaspora Indonesia antusias bertemu Jokowi di Eropa

Diaspora Indonesia antusias bertemu Jokowi di Eropa

 | 4.383 Views
Diaspora Indonesia antusiastis bertemu Jokowi di Eropa
Menlu Retno L.P Marsudi (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
 sangat tinggi sekali

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan warga diaspora Indonesia antusiastis bertemu dengan Presiden Joko Widodo saat melawan Eropa.

"Di semua tempat, antusiasme warga negara Indonesia untuk bertemu dengan Presiden, termasuk dari diaspora Indonesia yang ada di tiga negara Jerman, Inggris dan juga Belanda sangat tinggi sekali," kata Retno di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, beberapa jam lalu usai mendampingi Presiden melakukan lawatan itu.

Tidak hanya mengikutsertakan WNI, euforia kunjungan Jokowi di Belanda juga ditunjukkan warga negara Belanda yang memiliki kecintaan kepada Indonesia.

Menurut Retno, ada "masyarakat Indonesia-Belanda" yang dilibatkan untuk menyambut kedatangan Jokowi di Negeri Kincir Angin.

"Termasuk wakil-wakil dari Indonesia-Netherlands Youth Society karena anak-anak muda Belanda sudah membuat satu organisasi membangun jembatan bagaimana anak-anak muda Belanda ini bisa mendekatkan hubungan dengan anak muda Indonesia," jelas Retno.

Jokowi adalah Presiden Indonesia pertama melawat ke Belanda dalam 16 tahun terakhir setelah presiden Abdurrahman Wahid.

Presiden juga telah mengunjungi Jerman, Inggris, dan Belgia sejak 17-23 April 2016.

Dari lawatan itu, Indonesia mencapai kesepakatan kerja sama melalui skema "bisnis ke bisnis" yang bernilai sekitar 20,5 miliar dolar AS.

Beberapa kerja sama antara lain antara pengusaha Indonesia dan Inggris yang menandatangani kesepakatan bisnis senilai 19,02 miliar dolar AS.

Selain itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal juga mencatat empat kesepakatan bisnis dengan nilai keseluruhan 606 juta dolar AS yang ditandatangani Forum Bisnis Indonesia dan Belanda di Den Haag Jumat lalu.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Intelijen ingatkan ancaman serangan di Eropa jelang Tahun Baru

Intelijen ingatkan ancaman serangan di Eropa jelang Tahun Baru

 | 2.883 Views
Intelijen ingatkan ancaman serangan di Eropa jelang Tahun Baru
Para penyidik polisi tiba di luar balai konser Bataclan menyusul penembakan membabibuta di ibu kota Prancis yang menewaskan paling sedikit 127 orang. (REUTERS/Charles Platiau)

Jakarta (ANTARA News) - Kepolisian Wina, Austria pada Sabtu mengatakan bahwa badan intelijen telah mengingatkan berbagai ibukota di Eropa mengenai kemungkinan penembakan dan pemboman sebelum Tahun Baru, mendorong polisi di seluruh benua meningkatkan langkah-langkah keamanan.

"Beberapa kemungkinan nama-nama pontensial penyerang disebutkan, sudah diperiksa, dan penyelidikan berdasarkan (pemeriksaan ini) sejauh ini tidak membuahkan hasil konkret," kata polisi Wina dalam satu pernyataan, sekitar enam minggu setelah 130 orang tewas dalam pemboman di Paris.

Pada hari-hari sebelum Natal peringatan dikirim oleh badan intelijen untuk berbagai ibukota Eropa, menyebutka bahwa itu bisa berupa serangan yang melibatkan bahan peledak atau penembakan di antara Natal dan Tahun Baru di tempat-tempat keramaian, menurut pernyataan itu seperti dilaporkan Reuters.

Kepolisian Wina tidak bersedia untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

Peringatan dari dinas intelijen, yang tidak menyebutkan nama, menunjuk pada tingkat ancaman yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Langkah keamanan tambahan termasuk pengawasan dalam tempat-tempat keramaian terutama di acara-acara dan hub lalu lintas serta pemeriksaan identitas intensif dan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap benda yang bisa memuat bahan peledak seperti tas atau "frame sepeda", katanya.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top