-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Listrik dua desa di Karimun menyala 24 jam berkat tenaga surya

Listrik dua desa di Karimun menyala 24 jam berkat tenaga surya

Listrik dua desa di Karimun menyala 24 jam berkat tenaga surya
Petugas memeriksa panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (6/4/2016). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Karimun, Kepri, (ANTARA News) - Penduduk Desa Tanjunghutan dan Tanjungbatu Kecil, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun menikmati listrik bertenaga surya selama 24 jam dalam satu hari.

"Listrik di dua desa itu selangkah lebih maju dibandingkan dua kelurahan lain di Kecamatan Buru, yaitu Kelurahan Lubuk Puding dan Buru yang hanya menyala malam hari. Dan sebagian besar desa di luar Pulau Karimun Besar, listrik tidak ada yang menyala siang dan malam," kata Camat Buru Hasan Hidayat di sela kegiatan safari Ramadhan Pemkab Karimun di Masjid Al Hidayah, Lubuk Puding, Buru, Kamis (16/6) malam.

Hasan Hidayat mengatakan, listrik yang dinikmati warga dua tersebut berasal dari dua mesin pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikelola koperasi masyarakat setempat, yang merupakan cikal-bakal pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

Penduduk dua desa tersebut, jelas dia, berjumlah sekitar 800-an kepala keluarga. Mereka dipungut iuran untuk operasional PLTS oleh petugas yang mereka tunjuk.

Menurut camat, warga di dua tersebut sangat terbantu dengan beroperasinya mesin PLTS bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut.


Dia berharap warga setempat menjadi lebih produktif dalam meningkatkan perekonomian dengan memanfaatkan listrik yang mengalir ke rumah siang dan malam.

Dia berharap listrik yang menyala 24 jam tersebut dapat mendorong pengembangan wisata, seperti objek wisata air panas di Desa Tanjunghutan, salah satu objek wisata unggulan yang masuk Wonderful Kepri.

"Kami memuji kerja keras masyarakat dua desa itu. Mereka sukses mengelola listrik secara mandiri, dan patut menjadi contoh untuk desa-desa terpencil lainnya," ucap Hasan Hidayat. 
Sementara itu, lanjut dia, listrik di Kelurahan Lubuk Puding dan Kelurahan Buru masih menyala malam hari.

Dia menuturkan, sebelum puasa, kondisi listrik di dua kelurahan itu sangat memprihatinkan, PLN sering memberlakukan pemadaman bergilir yang sempat memicu unjuk rasa warga.

Pemadaman bergilir teratasi setelah PLN mendatangkan beberapa unit mesin pembangkit diesel menggantikan mesin pembangkit lama yang sudah tua dan sering mengalami gangguan. 
"Ke depan, PLN seharusnya membuat perencanaan bagaimana listrik di Kelurahan Lubuk Puding dan Buru juga bisa menyala 24 jam. Kami yakin bisa, masyarakat desa saja bisa," kata dia.

Di tempat yang sama, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, penerangan listrik 24 jam di Desa Tanjunghutan dan Tanjungbatu Kecil diharapkan dapat memacu perekonomian setempat.
"Begitu juga di Kelurahan Lubuk Puding dan Buru, pemadaman bergilir telah teratasi dan kami berharap PLN terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat," kata Bupati Aunur Rafiq. 
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
2.896 guru di Karimun ikuti uji kompetensi online

2.896 guru di Karimun ikuti uji kompetensi online


2.896 guru di Karimun ikuti uji kompetensi online
Ilustrasi--Sejumlah guru menjawab soal di layar komputer dalam uji kompetensi guru. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto) 
 
Karimun, Kepri (ANTARA News) - Sebanyak 2.896 guru, kepala sekolah dan pengawas di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengikuti Uji Kompetensi Guru (UGK) secara "online" yang diselenggarakan selama delapan hari, sejak Senin (9/11) sampai Selasa (17/11).

"UKG dilaksanakan di beberapa sekolah di Pulau Karimun dan Pulau Kundur, dengan peserta 2.896 guru, kepala sekolah dan pengawas SD, SMP dan SMA sederajat," kata Kepala Dinas Pendidikan Karimun MS Sudarmadi di Tanjung Balai Karimun, Jumat.

Sudarmadi menjelaskan, di Pulau Karimun Besar, UKG dilaksanakan di SMK Swasta Vidya Sasana dengan peserta sebanyak 450 orang, SMK Swasta Yaspika dengan peserta 458 orang, SMA Negeri 1 Karimun 460 orang dan SMA Negeri 2 Karimun dengan peserta 450 orang. Sedangkan di Pulau Kundur diadakan di SMP Negeri 2 Kundur dengan peserta 539 orang dan SMK Swasta Budhi Mulya sebanyak 539 orang.

Agar tidak mengganggu jam belajar mengajar, pelaksanaan UKG menurut dia dilaksanakan bertahap dengan tiga gelombang dalam satu hari, dia mencontohkan guru yang mengajar pagi mengikuti UKG pada gelombang kedua atau ketiga.

Dikatakannya, setiap peserta UKG diberi waktu untuk menjawab semua soal selama 120 menit.

Pelaksanaan UKG secara online atau daring (dalam jaringan) tersebut, menurut dia, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi atau kemampuan guru untuk mengajar sesuai bidang stusi atau disiplin ilmu yang dimilikinya, sehingga dapat mendorong pencapaian tujuan pembelajaran terhadap anak didik.

"UKG bertujuan untuk pemetaan kompetensi paedagogik, profesionalitas guru yang berkompeten pada bidang studinya," katanya.

UKG, lanjut dia, dilaksanakan untuk mewujudkan target standar dan kompetensi guru dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu rata-rata kompetensi guru pada 2018 pada angka 8.00.

Pada 2012, lanjut Sudarmadi, UKG online dan offline juga dilaksanakan dengan nilai rata-rata 4,7. Kemendikbud telah menyiapkan standarisasi untuk 2016 dengan nilai rata-rata 5,5. Dan pada 2018, ditargetkan mencapai nilai 8.

"Kami berharap pelaksanaan UKG lancar dan semua peserta mencapai nilai rata-rata yang memuaskan," ucapnya.
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top