-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Harga cabai di Kudus capai Rp60 ribu/kg

Harga cabai di Kudus capai Rp60 ribu/kg

Harga cabai di Kudus capai Rp60 ribu/kg
Ilustrasi--Pedagang menata cabai rawit merah di Pasar Pagi, Tegal, Jawa Tengah, Minggu (3/1). (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Kudus (ANTARA News) - Harga jual cabai jenis merah besar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat ini mencapai Rp60 ribu per kilogram atau naik Rp30 ribu dibanding harga jual sebelumnya, sedangkan komoditas lainnya cenderung berfluktuasi.

Menurut Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri di Kudus, Senin, mahalnya harga cabai merah besar hingga Rp60 ribu/kg disebabkan karena pasokan di pasaran sedang terbatas.

Dari berbagai jenis cabai yang dijual di pasaran, kata dia, semua jenis cabai mengalami penaikan secara bervariasi.

Ia menyebutkan harga jual cabai merah besar di akhir Desember 2015 masih berkisar Rp30 ribu/kg, kemudian merangkak naik menjadi Rp50 ribu/kg pada awal Februari 2016, kemudian pertengahan bulan Februari 2016 naik lagi menjadi Rp60 ribu/kg.

Kenaikan harga juga dialami cabai merah keriting pekan ini dijual Rp40 ribu/kg, dibanding sebelumnya hanya dijual Rp28 ribu/kg.

Cabai rawet merah yang awalnya dijual Rp25 ribu/kg, kini naik menjadi Rp40 ribu/kg dan cabai rawit hijau naik menjadi Rp25 ribu/kg dibanding sebelumnya dijual Rp16 ribu/kg.

Komoditas lain yang mengalami penaikan harga, yakni bawang merah awalnya dijual Rp24 ribu/kg, kini naik menjadi Rp40 ribu/kg dan bawang putih awalnya dijual Rp28 ribu/kg, kini naik menjadi Rp30 ribu/kg.

Kondisi berbeda terjadi pada komoditas daging ayam broiler yang awalnya dijual Rp33 ribu/kg, kini turun menjadi Rp28 ribu/kg dan telur ayam ras yang awalnya dijual Rp22 ribu/kg, kini turun menjadi Rp20 ribu/kg.

Mayoritas komoditas lainnya cenderung stabil, di antaranya harga beras jenis IR 36 dijual Rp8.500,00/kg, beras IR 64 dijual Rp9.500,00/kg, daging sapi dijual Rp103 ribu/kg, daging kerbau Rp105 ribu/kg, daging ayam broiler Rp28 ribu/kg, dan daging ayam kampung Rp50 ribu/kg.

Komoditas tepung terigu, kata dia, masih cukup stabil dengan harga Rp7.000,00/kg, garam halus Rp8.000,00/kg, dan kobis Rp4.000,00/kg.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Banjir bandang kedua terjang ratusan rumah di Kudus

Banjir bandang kedua terjang ratusan rumah di Kudus

Banjir bandang kedua terjang ratusan rumah di Kudus
Ilustrasi. Sejumlah rumah terendam banjir di kota Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (4/2/15). Sebagian besar kota bitung dilanda banjir dan dua rumah dinas kodim 1310 Bitung rusak akibat meterial pasir dan bebatuan. (ANTARA FOTO/Fiq)
Kudus (ANTARA News) - Ratusan rumah yang ada di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin petang, kembali diterjang banjir bandang setelah pekan sebelumnya juga mengalami bencana alam serupa.

Menurut Kepala Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, di Kudus, Senin, peristiwa bencana banjir bandang di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan terjadi pada pukul 16.00 WIB.

Banjir bandang, kata dia, sempat surut, kemudian muncul lagi hingga pukul 17.30 WIB baru surut kembali.

Akibat peristiwa tersebut, lanjut dia, satu rumah milik Wartini roboh akibat diterjang banjir bandang tersebut.

Rumah yang terkena dampak banjir bandang, lanjut dia, mencapai ratusan karena jumlah keluarga di desanya mencapai 400-an dan hampir mayoritas rumah warga memang terkena dampak tersebut.

Hanya saja, kata dia, untuk sementara rumah rusak baru satu yang terdata, karena saat ini masih dalam proses pengecekan di lapangan, mengingat kondisinya juga mulai gelap.

"Mudah-mudahan tidak korban jiwa," ujarnya.

Peristiwa banjir bandang tersebut, kata dia, merupakan yang kedua setelah pada Selasa (8/12) juga terjadi banjir bandang, namun tidak ada rumah warga yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengungkapkan, setelah mendapatkan informasi adanya banjir bandang segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

"Guna menghindari jatuhnya korban, warga perlu didahulukan untuk dievakuasi, termasuk barang berharga milik warga," ujarnya.

Agar tidak ada kerusakan perabot rumah tangga, khususnya elektronik juga diimbau untuk dievakuasi di tempat yang lebih tinggi atau lebih aman dari jangkauan air.

"Kami juga menerjunkan personel ke lokasi kejadian dengan membawa dua mobil, salah satunya untuk mengangkut peralatan darurat untuk penanganan pascabanjir bandang," ujarnya.

Biasanya, kata dia, pascabanjir bandang warga membutuhkan sejumlah peralatan yang memadai untuk membersihkan lantai rumah dari lumpur yang ikut terbawa banjir bandang.

Saat peristiwa banjir bandang terjadi, kata dia, di desa setempat sedang hujan deras.

"Jika dibandingkan dengan kejadian banjir bandang pada Selasa (8/12), informasi dari kepala desa setempat hari ini (14/12) jauh lebih besar," ujarnya.

Peristiwa banjir bandang sebelumnya, juga mengakibatkan beberapa infrastruktur jalan dan jembatan mengalami kerusakan.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top