Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar mengisi kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB). Jenderal polisi bintang tiga ini melontarkan nada pesimistis soal Indonesia bisa bersih dari cengkeraman narkoba pada 2015.
Negara di ASEAN termasuk Indonesia mencanangankan pada 2015 terbebas jeratan penyalahgunaan ragam jenis narkoba.
"Mau bebas narkoba di 2015? Pret Ah!" ucap Anang sewaktu kuliah umum di Aula Timur ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Rabu (28/1/2015).
Acara tersebut diikuti sekitar 300 mahasiswa ITB. Turut hadir Rektor ITB Rektor ITB Kadarsah Suryadi. Spontanitas orang-orang yang memenuhi aula itu melempar senyum.
Anang punya alasan mengucapkan hal tersebut. "Penggunanya saja naik terus tiap tahun," kata mantan Kapolda Jambi ini menjelaskan.
Menurut Anang, pengguna narkoba di Indonesia pada 2014 jumlahnya menembus lebih empat juta orang. Dia memprediksi grafik jumlah penikmat barang haram itu bakal terus bertambah pada 2015 menjadi lima juta orang.
Lebih lanjut Anang menuturkan pada 2015 ini, BNN menargetkan sebanyak 100 ribu pecandu narkoba bakal menjalani rehabilitasi. Masa sebelumnya, sambung dia, BNN merehabilitasi 2.000 orang pecandu narkoba tiap tahun. Jumlah pencandu dengan orang yang harus rehabilitasi itu faktanya tak seiimbang.
"Pengguna narkoba jangan dihukum penjara. Tapi direhabilitasi. Wanti-wanti negara kepada penegak hukum begitu," ujar mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.
"Pascarehab tentu harus ada pendampingan agar korban kejahatan narkoba tidak terpengaruh lagi. Petugas konselor dan orang tuanya turut mengawasi," kata Anang menegaskan.
BNN berkomitmen memberantas pengedar narkoba. Selain itu, pengedar mesti dihukum berat. "Undang-undang kita sangat keras. Buktinya sudah mengeksekusi mati enam terpidana. Dalam waktu dekat ada lagi. Itulah efek jera," ucap Anang.
Dalam kesempatan tersebut BNN dan ITB menandatangani nota kesepahaman. BNN berharap ITB bisa memproduksi alat uji pendeteksi narkotik.
(bbn/ern)
Negara di ASEAN termasuk Indonesia mencanangankan pada 2015 terbebas jeratan penyalahgunaan ragam jenis narkoba.
"Mau bebas narkoba di 2015? Pret Ah!" ucap Anang sewaktu kuliah umum di Aula Timur ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Rabu (28/1/2015).
Acara tersebut diikuti sekitar 300 mahasiswa ITB. Turut hadir Rektor ITB Rektor ITB Kadarsah Suryadi. Spontanitas orang-orang yang memenuhi aula itu melempar senyum.
Anang punya alasan mengucapkan hal tersebut. "Penggunanya saja naik terus tiap tahun," kata mantan Kapolda Jambi ini menjelaskan.
Menurut Anang, pengguna narkoba di Indonesia pada 2014 jumlahnya menembus lebih empat juta orang. Dia memprediksi grafik jumlah penikmat barang haram itu bakal terus bertambah pada 2015 menjadi lima juta orang.
Lebih lanjut Anang menuturkan pada 2015 ini, BNN menargetkan sebanyak 100 ribu pecandu narkoba bakal menjalani rehabilitasi. Masa sebelumnya, sambung dia, BNN merehabilitasi 2.000 orang pecandu narkoba tiap tahun. Jumlah pencandu dengan orang yang harus rehabilitasi itu faktanya tak seiimbang.
"Pengguna narkoba jangan dihukum penjara. Tapi direhabilitasi. Wanti-wanti negara kepada penegak hukum begitu," ujar mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.
"Pascarehab tentu harus ada pendampingan agar korban kejahatan narkoba tidak terpengaruh lagi. Petugas konselor dan orang tuanya turut mengawasi," kata Anang menegaskan.
BNN berkomitmen memberantas pengedar narkoba. Selain itu, pengedar mesti dihukum berat. "Undang-undang kita sangat keras. Buktinya sudah mengeksekusi mati enam terpidana. Dalam waktu dekat ada lagi. Itulah efek jera," ucap Anang.
Dalam kesempatan tersebut BNN dan ITB menandatangani nota kesepahaman. BNN berharap ITB bisa memproduksi alat uji pendeteksi narkotik.
(bbn/ern)
Labels:
BNN
Thanks for reading Kuliah Umum di ITB, Kepala BNN: Indonesia Mau Bebas Narkoba 2015? Pret Ah!. Please share...!

0 Komentar untuk "Kuliah Umum di ITB, Kepala BNN: Indonesia Mau Bebas Narkoba 2015? Pret Ah!"