Indroyono Soesilo, Menko Kemaritiman, mengatakan penurunan biaya logistik bisa menghasilkan penghematan yang cukup besar. Dia menyebut angka hingga Rp 700 triliun/tahun.
"Kalau secara nasional kalau kita bisa menurunkan dari 24,5% PDB menjadi di bawah 20% sudah bagus. Pak Presiden menyampaikan kalau kita sistem logistiknya lebih bagus, kita bisa menghemat Rp 700 triliun," jelasnya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/3/2015).
Angka Rp 700 triliun, lanjut Indroyono, adalah kajian dari lembaga-lembaga internasional seperti McKinsey dan Bank Dunia. Untuk menuju ke sana, pemerintah akan menurunkan waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan-pelabuhan besar dari 8 hari menjadi 4,7 hari.
"Pada 25 Februari lalu, saya dapat tugas Presiden untuk menangani kepelabuhanan khususnya di 5 pelabuhan kita yaitu Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, dan Sorong. Sasaran utamanya adalah mengurangi dwelling time serendah mungkin," kata Indroyono.
Target dwelling time 4,7 hari dibagi menjadi tahap pre customs clearence, customs clearence, dan post customs clearence. Berikut perinciannya:
- Pre customs clearence 2,7 hari.
- Customs clearence 0,5 hari.
- Post customs clearence 1,5 hari.
Labels:
Menko Kemaritiman,
Presiden Jokowi
Thanks for reading Jokowi Targetkan Biaya Logistik di Bawah 20% PDB, RI Bisa Hemat Rp 700 Triliun. Please share...!

0 Komentar untuk "Jokowi Targetkan Biaya Logistik di Bawah 20% PDB, RI Bisa Hemat Rp 700 Triliun"