-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Menpora Berkisah Pengalaman Jualan Kaligrafi di Pasar

Enggran Eko Budianto - detikNews

Menpora Berkisah Pengalaman Jualan Kaligrafi di Pasar  
Foto: Enggran Eko Budianto 
 
Jombang - Menpora Imam Nahrowi dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja'far menghadiri pameran dan Festival Kaligrafi Islam Nasional 2015 di Ponpes Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Kamis (5/3/2015).

Pembukaan pameran dilakukan menpora di masjid Ponpes Mambaul Ma'arif. Dalam sambutannya, Imam mengisahkan secuil pengalaman hidupnya yang memanfaatkan seni kaligrafi sebagai usaha.

Semasa mengenyam pendidikan di IAIN Sunan Ampel Surabaya tahun 1998 silam, Imam mengaku menjajakan karyanya di Pasar Krian. Hasilnya dia gunakan untuk membiayai kuliah.

"Saya buka lapak di Pasar Krian, menjual kaligrafi nama orang. Jadi ada yang pesan sesuai nama saya lukiskan. Karena kaligrafi saya bisa beli motor, bantu adik kuliah, dan nyicil sawah di Madura," kata Imam.

Mantan aktivis PMII ini berharap, pemuda dan kalangan santri meniru jejaknya menjadi pionir kewirausahaan di bidang seni kaligrafi.

"Kaligrafi akan mengangkat banyak rizki. Akan banyak melahirkan wirausahawan muda. Ke depan pemuda harus menjadi pionir kemandirian, salah satunya melalui seni kaligrafi, karena menjadi PNS terbatas," ungkapnya.

Usai membuka pameran kaligrafi, Menpora yang didampingi Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar meninjau lokasi pameran di lantai dua gedung pertemuan Ponpes Mambaul Ma'arif.

 Panitia pameran kaligrafi Abdul Halim Iskandar mengatakan, kehadiran kedua menteri ini untuk membuka pameran kaligrafi nasional tahun 2015. Pameran seni lukis tulisan arab ini memajang puluhan karya dari seniman khot (kaligrafi) se Indonesia.

"Pameran ini sebagai rangkaian acara peringatan seabad Ponpes Mambaul Ma'arif. Harapan kami dengan pameran ini bisa memotivasi santri untuk menyalurkan bakatnya dalam seni khot," kata pria yang saat ini menjabat Ketua DPRD Jatim ini.

Pembukaan pameran dilakukan Menpora di masjid Ponpes Mambaul Ma'arif. Dalam sambutannya, Imam mengisahkan secuil pengalaman hidupnya yang memanfaatkan seni kaligrafi sebagai usaha.

Semasa mengenyam pendidikan di IAIN Sunan Ampel Surabaya tahun 1998 silam, Imam mengaku menjajakan karyanya di Pasar Krian. Hasilnya dia gunakan untuk membiayai kuliahnya.

"Saya buka lapak di Pasar Krian, menjual kaligrafi nama orang. Jadi ada yang pesan sesuai nama saya lukiskan. Karena kaligrafi saya bisa beli motor, bantu adik kuliah, dan nyicil sawah di Madura,"
kata Imam.

Mantan aktivis PMII ini berharap, pemuda dan kalangan santri meniru jejaknya menjadi pionir kewirausahaan di bidang seni kaligrafi. "Kaligrafi akan mengangkat banyak rizki. Akan banyak melahirkan wira usahawan muda. Kedepan pemuda harus menjadi pionir kemandirian, salah satunya melalui seni kaligrafi, karena menjadi PNS terbatas," ungkapnya.

Usai membuka acara pameran kaligrafi, Menpora yang didampingi Menteri Desa PDT dan Transmigrasi, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar meninjau lokasi pameran di lantai dua gedung pertemuan Ponpes Mambaul Ma'arif.

(fat/fat)
Labels: Kaligrafi, Kemenpora

Thanks for reading Menpora Berkisah Pengalaman Jualan Kaligrafi di Pasar . Please share...!

0 Komentar untuk "Menpora Berkisah Pengalaman Jualan Kaligrafi di Pasar "

Back To Top