-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Saat Pengajuan Alat Praktik Siswa Ditolak Tapi UPS Sodoran Sudin Disetujui

Mulya Nurbilkis - detikNews

Saat Pengajuan Alat Praktik Siswa Ditolak Tapi UPS Sodoran Sudin Disetujui
Jakarta - Sudah jadi hal wajar dalam setiap penyusunan RAPBD, sekolah-sekolah mengajukan pengadaan yang dinilai perlu untuk proses belajar mengajar. Pihak sekolah termasuk SMKN 27 Jakarta, mengajukan permintaan pengadaan alat praktek siswa pada RAPBD 2014.

"Di APBD 2014 lalu kami mengajukan pengadaan alat-alat praktik siswa yang jumlahnya sekitar Rp 1 miliar. Tapi tidak ada yang disetujui," kata Kepala Sekolah SMKN 27 Sri Nuryati di SMKN 27 Jl Dr Soetomo, Pasar Baru, Jakpus, Selasa (3/3/2015).

Ia mengatakan, pengadaan alat praktik siswa itu untuk 7 program keahlian yang ada di sekolah tersebut. Yang paling mahal memang alat-alat untuk kelas tata kecantikan kulit dan rambut yang nilainya sekitar Rp 250 juta.

Ada juga pengadaan bus sedang untuk kelas usaha perjalanan wisata dan beberapa lainnya. Menurutnya, permintaan dana itu wajar karena semuanya menyangkut kepentingan siswa.

"Alat-alat itu semuanya untuk kebutuhan praktek siswa," ucapnya.

Daftar pengadaan sudah dimasukkan pihak sekolah pada Suku dinas Pendidikan Jakarta Pusat untuk diteruskan ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Namun, di saat yang hampir bersamaan, Sri justru disodori daftar pengadaan alat dari Suku Dinas Pendidikan Jakpus. Dalam daftar itulah ada UPS seharga Rp 5,832 miliar yang kini diributkan Ahok.

Saat APBD 2014 disetujui dan anggaran telah dikucurkan, pengadaan yang diajukan oleh pihak SMKN 27 justru tak disetujui. Mereka malah menerima alat dari daftar pengadaan tawaran Sudin Pendidikan Jakpus.

 "Yang kita ajukan ditolak semuanya. Padahal kita satu-satunya SMK yang ada kelas tata kecantikan rambut dan kulit di Jakarta. Tapi ya kita juga nggak tahu alasannya yang pasti ditolak," kata Sri.

Tak putus asa, di RAPBD 2015, ia kembali memasukkan permintaan pengadaan barang yang sama dengan yang diajukan tahun lalu. Besar harapannya agar permintaannya kali ini disetujui.

"Pokoknya akan kita ajukan terus sampai setuju," tegasnya.

Sebenarnya UPS dari pengadaan itu menurut Sri cukup berguna untuk operasional listrik di sekolahnya. Terlebih karena selama ini jika listrik mati, sekolah itu hanya mengandalkan genset dengan daya yang kecil.

Hanya saja, jika boleh memilih Sri mengatakan UPS itu bukanlah alat yang sangat dibutuhkan.

"Ya namanya kita ditawarkan ya kita terima tapi sebenarnya yang kami prioritaskan pengadaan alat praktik buat siswa dan perbaikan kelas yang sudah lama tak diremajakan," pungkasnya.‎

(bil/fdn)
Labels: APBD, Dana Siluman, DKI Jakarta

Thanks for reading Saat Pengajuan Alat Praktik Siswa Ditolak Tapi UPS Sodoran Sudin Disetujui . Please share...!

0 Komentar untuk "Saat Pengajuan Alat Praktik Siswa Ditolak Tapi UPS Sodoran Sudin Disetujui "

Back To Top