Richard Harshman (yud/detikINET).
Richard Harshman, Head of ASEAN AWS mengatakan, semuanya tergantung pada konsumen di Indonesia. Bila ada masukan soal kebutuhan data center di Indonesia dan regulasi pemerintah Indonesia mengharuskan hal tersebut, penempatan data center di Indonesia bakal dipertimbangkan.
Pun demikian, Richard masih meragukan ketersediaan daya di Indonesia yang menurutnya masih belum stabil. Menurutnya, data center harus memiliki pasokan listrik yang presentasenya mencapai 99,5%. Dengan kata lain, sebuah data center tak bisa menolerir gangauan pasokan daya.
Selain bakal merugikan konsumen, kejadian listrik byar-pet juga bisa merusak reputasi penyedia layanan cloud seperti AWS yang dituntut harus bisa online setiap saat.
“Tapi sejauh ini pelanggan kami masih puas dengan lokasi data center AWS yang saat ini bertempat di Singapura,” ujar Richard, di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (15/4/2015).
AWS sendiri memiliki sebanyak 11 region pusat data center yang disiapkannya untuk menangani pelanggan-pelanggannya dari seluruh dunia. Sedangkan khusus Asia Tenggara, pusat regionnya berada di Singapura.
Seperti soal data center, AWS juga belum punya rencana memiliki kantor di Indonesia. Lagi-lagi alasannya adalah tergantung kebutuhan konsumen di Indonesia. Richard menyebut saat ini seluruh operasional AWS untuk Asia Tenggara masih dilakukan secara terpusat di Singapura.
“Belum ada rencana (buka kantor di Indonesia), saat ini konsumen Indonesia bisa mengakses situs resmi AWS untuk menggunakan layanan cloud yang kami tawarkan,” pungkas Richard.
(yud/ash)
Labels:
Amazon,
Data Center,
Indonesia
Thanks for reading Bangun Data Center di Indonesia, Amazon: Listrik Jangan Byar-pet. Please share...!

0 Komentar untuk "Bangun Data Center di Indonesia, Amazon: Listrik Jangan Byar-pet"