Shohib Masykur - detikNews
New York - Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperbanyak green jobs
(pekerjaan yang ramah lingkungan) di semua sektor pekerjaan guna
mewujudkan perbangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Hal ini
sejalan dengan target penurunan emisi gas karbon pada tahun 2020
sebanyak 26 persen dengan upaya sendiri dan/atau 41 persen dengan
dukungan internasional.
"Kita prioritaskan gerakan green jobs di lingkungan kerja untuk menciptakan perluasan kesempatan kerja sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan membantu perekonomian nasional," kata Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri sebagaimana disampaikan dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (31/3/2015).
Hanif menyampaikan hal tersebut dalam forum Economic and Social Council (ECOSOC) Integration Segment tahun 2015 di gedung Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin (30/3/2015) petang waktu setempat.
ESOSOC atau Dewan Ekonomi dan Sosial merupakan badan utama PBB yang mengoordinasi kerja sama internasional di bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, pendidikan dan kesehatan dunia, termasuk yang terkait dengan bidang ketenagakerjaan.
Hanif mengatakan, pelaksanaan gerakan green jobs dilakukan dengan menggalang dukungan dari pekerja dan pengusaha di berbagai perusahaan yang berada di kawasan-kawasan industri. Dia menambahkan, pada prinsip dasarnya green jobs adalah bagimana melakukan pekerjaan dengan memperhatikan lingkungan, sadar terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta memberikan dampa ekonomi yang baik.
"Dengan pelaksanaan green jobs diharapkan dapat memastikan terjadinya pertumbuhan ekonomi nasional yang berdampak positif namun berwawasan lingkungan serta menyediakan pekerjaan yang layak bagi semua (decent work for all)," kata Hanif.
Dikatakan Hanif, pelaksanaan green jobs di Indonesia saat ini sudah dalam tahap mendesak. Kerusakan lingkungan dan pemanasan global yang antara lain disebabkan oleh pencemaran dan penebangan hutan sudah dalam tahap meresahkan dan harus dihentikan.
"Kita prioritaskan gerakan green jobs di lingkungan kerja untuk menciptakan perluasan kesempatan kerja sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan membantu perekonomian nasional," kata Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri sebagaimana disampaikan dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (31/3/2015).
Hanif menyampaikan hal tersebut dalam forum Economic and Social Council (ECOSOC) Integration Segment tahun 2015 di gedung Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin (30/3/2015) petang waktu setempat.
ESOSOC atau Dewan Ekonomi dan Sosial merupakan badan utama PBB yang mengoordinasi kerja sama internasional di bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, pendidikan dan kesehatan dunia, termasuk yang terkait dengan bidang ketenagakerjaan.
Hanif mengatakan, pelaksanaan gerakan green jobs dilakukan dengan menggalang dukungan dari pekerja dan pengusaha di berbagai perusahaan yang berada di kawasan-kawasan industri. Dia menambahkan, pada prinsip dasarnya green jobs adalah bagimana melakukan pekerjaan dengan memperhatikan lingkungan, sadar terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta memberikan dampa ekonomi yang baik.
"Dengan pelaksanaan green jobs diharapkan dapat memastikan terjadinya pertumbuhan ekonomi nasional yang berdampak positif namun berwawasan lingkungan serta menyediakan pekerjaan yang layak bagi semua (decent work for all)," kata Hanif.
Dikatakan Hanif, pelaksanaan green jobs di Indonesia saat ini sudah dalam tahap mendesak. Kerusakan lingkungan dan pemanasan global yang antara lain disebabkan oleh pencemaran dan penebangan hutan sudah dalam tahap meresahkan dan harus dihentikan.
Labels:
Forum,
Green Jobs,
Indonesia,
PBB
Thanks for reading Di Forum PBB, Indonesia Pertegas Komitmen Perbanyak Green Jobs. Please share...!

0 Komentar untuk "Di Forum PBB, Indonesia Pertegas Komitmen Perbanyak Green Jobs"