Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Salah satu topik bahasan dalam Senior
Officials Meeting (SOM) dalam peringatan KAA adalah deklarasi
Palestina. Rupanya bukan hanya kepada Palestina saja yang akan
difokuskan, tetapi juga negara-negara timur tengah lain yang berkonflik.
"Secara khusus Presiden Jokowi ingin kita harus berbagi pengalaman dalam membangun harmoni dengan toleransi," ujar Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan di Hall A JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2015).
Di sela-sela peringatan KAA juga nantinya Presiden Jokowi akan bertemu dengan negara-negara yang tergabung dalam OKI (Organisasi Konferensi Islam). Namun Luhut belum dapat memastikan waktu pasti dari pertemuan tersebut.
"Meski kita punya perbedaan, (kita bisa) bersatu. Sudah kita buktikan dalam Pemilu terakhir, semua pihak dapat menerima hasilnya," imbuh Luhut.
Spirit inilah yang akan dibagikan kepada negara-negara lain. Selain itu pun ada kekhawatiran mendalam terhadap korban-korban konflik di timur tengah.
"Masalah keadilan, humanity, itu kan jadi isu yang sangat sensitif sekarang. Kalau kita lihat sekarang sudah ratusan ribu yang mati di Suriah. Kita tidak bisa menutup mata," ungkap Luhut.
Disebutkan pula oleh dia bahwa Indonesia mayoritas berpenduduk muslim. Sehingga ada semacam tanggung jawab moral untuk turut serta mewujudkan perdamaian di wilayah timur tengah.
(mok/nal)
"Secara khusus Presiden Jokowi ingin kita harus berbagi pengalaman dalam membangun harmoni dengan toleransi," ujar Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan di Hall A JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2015).
Di sela-sela peringatan KAA juga nantinya Presiden Jokowi akan bertemu dengan negara-negara yang tergabung dalam OKI (Organisasi Konferensi Islam). Namun Luhut belum dapat memastikan waktu pasti dari pertemuan tersebut.
"Meski kita punya perbedaan, (kita bisa) bersatu. Sudah kita buktikan dalam Pemilu terakhir, semua pihak dapat menerima hasilnya," imbuh Luhut.
Spirit inilah yang akan dibagikan kepada negara-negara lain. Selain itu pun ada kekhawatiran mendalam terhadap korban-korban konflik di timur tengah.
"Masalah keadilan, humanity, itu kan jadi isu yang sangat sensitif sekarang. Kalau kita lihat sekarang sudah ratusan ribu yang mati di Suriah. Kita tidak bisa menutup mata," ungkap Luhut.
Disebutkan pula oleh dia bahwa Indonesia mayoritas berpenduduk muslim. Sehingga ada semacam tanggung jawab moral untuk turut serta mewujudkan perdamaian di wilayah timur tengah.
(mok/nal)
Labels:
Indonesia,
Ingin Berbagi Pengalaman,
Negara Timur Tengah,
Soal Toleransi
Thanks for reading Indonesia Ingin Berbagi Pengalaman Soal Toleransi ke Negara Timur Tengah . Please share...!

0 Komentar untuk "Indonesia Ingin Berbagi Pengalaman Soal Toleransi ke Negara Timur Tengah "