Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan
Terorisme (BNPT) bereaksi atas tudingan sejumlah pihak terkait
pemblokiran situs-situs yang dinilai bermuatan radikal. Badan yang
bermarkas di Sentul, Bogor, tersebut menyebut pemblokiran tidak begitu
saja dilakukan.
"Ini (blokir) sudah melalui koordinasi berbagai pihak. Sudah dua tahun kita berkoordinasi dan mengumpulkan bahan, kita kumpulkan semua dari dua tahun lalu dan dikemukakan ke ulama, ahli, bahwa ini (situs radikal) enggak bener," kata Deputi Penindakan BNPT Irjen Arief Dharmawan, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (1/4/2015).
Arief tidak merinci saat disinggung kategori situs bermuatan radikal. Namun dia memaparkan bahwa sebuah situs, khususnya berita, harusnya memiliki filter dan tidak bernuasa suku, ras, dan agama.
"Sederhana saja, kok kita disebut mengekang kebebasan berpendapat yang mana isi yang diblokir isinya maki-maki, menebar kebencian terhadap agama lain," tegas Arief.
"Ini Indonesia, bukan Amerika atau Prancis. Ada norma dan nilai yang harus dihormati," imbuhnya.
Dia menambahkan, dari analisa pihaknya terdapat lebih dari 200 situs yang berisikan konten radikal. Namun, seiring waktu situs-situs tersebut ada yang mengubah isinya bahkan tidak aktif lagi.
Situs yang diblokir itu adalah arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net, hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com dan muqawamah.com.
Lalu ada lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, daulahislam.com, shoutussalam.com, azzammedia.com dan indonesiasupportislamicstate.blogspot.com. Walau begitu beberapa situs tersebut masih bisa diakses melalui telepon selular.
(ahy/try)
"Ini (blokir) sudah melalui koordinasi berbagai pihak. Sudah dua tahun kita berkoordinasi dan mengumpulkan bahan, kita kumpulkan semua dari dua tahun lalu dan dikemukakan ke ulama, ahli, bahwa ini (situs radikal) enggak bener," kata Deputi Penindakan BNPT Irjen Arief Dharmawan, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (1/4/2015).
Arief tidak merinci saat disinggung kategori situs bermuatan radikal. Namun dia memaparkan bahwa sebuah situs, khususnya berita, harusnya memiliki filter dan tidak bernuasa suku, ras, dan agama.
"Sederhana saja, kok kita disebut mengekang kebebasan berpendapat yang mana isi yang diblokir isinya maki-maki, menebar kebencian terhadap agama lain," tegas Arief.
"Ini Indonesia, bukan Amerika atau Prancis. Ada norma dan nilai yang harus dihormati," imbuhnya.
Dia menambahkan, dari analisa pihaknya terdapat lebih dari 200 situs yang berisikan konten radikal. Namun, seiring waktu situs-situs tersebut ada yang mengubah isinya bahkan tidak aktif lagi.
Situs yang diblokir itu adalah arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net, hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com dan muqawamah.com.
Lalu ada lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, daulahislam.com, shoutussalam.com, azzammedia.com dan indonesiasupportislamicstate.blogspot.com. Walau begitu beberapa situs tersebut masih bisa diakses melalui telepon selular.
(ahy/try)
Labels:
22 Situs Diblokir,
BNPT
Thanks for reading Pemblokiran Situs Radikal, BNPT: Ini Indonesia, Bukan Amerika atau Prancis . Please share...!

0 Komentar untuk "Pemblokiran Situs Radikal, BNPT: Ini Indonesia, Bukan Amerika atau Prancis "