Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Gunung Karangetang yang terletak di
Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, meletus.
Letusan terjadi pada pukul 14.00 Wita.
Erupsi disertai guguran lava pijar menimbulkan awan panas dan debu vulkanik tebal. Awan panas meluncur ke sisi timur sejauh 4 km. Dari data sementara, 4 rumah warga yang berada di Kampung Kora-Kora Kelurahan Bebali Kecamatan Siau Timur dilaporkan telah rata dengan tanah.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pada pagi tadi terjadi satu kali luncuran awan panas dengan jarak luncur 2,5 kilometer. Luncuran awan panas tersebut mengarah ke selatan pusat letusan atau mengarah ke Kali Kahetang dan Kali Awang.
"Saat ini lontaran batu pijar dan awan panas masih terus berlangsung," kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (8/5/2015).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebanyak 465 orang yang tinggal di kawasan tersebut mengungsi di 3 titik lokasi pengungsian. Para pengungsi tersebut berasal dari Kelurahan Bebali, Kecamatan Siau Timur yang berada di radius 5 km dari puncak kawah.
"Pengungsi tidak membawa barang apa-apa karena kejadian mendadak," ujarnya.
Menurut Sutopo, masyarakat sekitar sebetulnya sudah terbiasa dengan letusan Gunungapi Karangetang. Namun letusan dengan awan panas kemarin cukup besar sehingga masyarakat langsung mengungsi.
"Tidak ada kenaikan status gunung terkait dengan erupsi sejak kemarin. Status Gunungapi Karangetang tetap Siaga (level III)," kata Sutopo.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau para warga untuk tidak mendekati Karangetang dalam radius 4 kilometer dari kawah. Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro telah memberikan pelayanan kebutuhan dasar bagi pengungsi.
"Pendataan masih dilakukan. Kebutuhan mendesak adalah masker, makanan, lauk pauk, pakaian, selimut, makanan bayi, dan alas tidur," tutup Sutopo.
(kff/nrl)
Erupsi disertai guguran lava pijar menimbulkan awan panas dan debu vulkanik tebal. Awan panas meluncur ke sisi timur sejauh 4 km. Dari data sementara, 4 rumah warga yang berada di Kampung Kora-Kora Kelurahan Bebali Kecamatan Siau Timur dilaporkan telah rata dengan tanah.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pada pagi tadi terjadi satu kali luncuran awan panas dengan jarak luncur 2,5 kilometer. Luncuran awan panas tersebut mengarah ke selatan pusat letusan atau mengarah ke Kali Kahetang dan Kali Awang.
"Saat ini lontaran batu pijar dan awan panas masih terus berlangsung," kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (8/5/2015).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebanyak 465 orang yang tinggal di kawasan tersebut mengungsi di 3 titik lokasi pengungsian. Para pengungsi tersebut berasal dari Kelurahan Bebali, Kecamatan Siau Timur yang berada di radius 5 km dari puncak kawah.
"Pengungsi tidak membawa barang apa-apa karena kejadian mendadak," ujarnya.
Menurut Sutopo, masyarakat sekitar sebetulnya sudah terbiasa dengan letusan Gunungapi Karangetang. Namun letusan dengan awan panas kemarin cukup besar sehingga masyarakat langsung mengungsi.
"Tidak ada kenaikan status gunung terkait dengan erupsi sejak kemarin. Status Gunungapi Karangetang tetap Siaga (level III)," kata Sutopo.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau para warga untuk tidak mendekati Karangetang dalam radius 4 kilometer dari kawah. Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro telah memberikan pelayanan kebutuhan dasar bagi pengungsi.
"Pendataan masih dilakukan. Kebutuhan mendesak adalah masker, makanan, lauk pauk, pakaian, selimut, makanan bayi, dan alas tidur," tutup Sutopo.
(kff/nrl)
Labels:
Gunung Meletus,
Karangetang,
Sulut
Thanks for reading Gunung Karangetang di Sulut Meletus, Ratusan Warga Mengungsi . Please share...!

0 Komentar untuk "Gunung Karangetang di Sulut Meletus, Ratusan Warga Mengungsi "