Jakarta - Fraksi PDIP DPR tak setuju Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau biasa disebut dana aspirasi Rp 11,2 triliun disahkan Selasa (23/6) kemarin. PDIP menilai sistem dana aspirasi yang diketok kemarin kurang pas untuk Indonesia.
"Kalau
diterapkan Rp 20 miliar per orang, semakin mempertajam ketidakadilan
Jawa dan luar Jawa, sementara kita berbicara semangat nasional dari
Sabang sampai Merauke," kata anggota F-PDIP Komarudin Watubun saat
berbincang, Rabu (24/6/2015).
Komarudin mengatakan, dengan sistem
sekarang, maka wilayah dengan jumlah kursi besar akan mendapat jatah
dana yang juga besar. Sedangkan daerah yang jumlah wakil rakyatnya
sedikit, jatah dananya juga sedikit.
"Di Merauke itu kursinya
cuma 4 biji, berarti cuma dapat Rp 80 miliar. Daerah Jawa yang
kontinental dan kursinya banyak bisa dapat triliunan. Yang kaya semakin
kaya, yang maju semakin maju, dan yang miskin semakin miskin," ulas
politikus dari dapil Papua ini.
Komarudin juga mengatakan usulan
dana aspirasi ini muncul karena sistem pemilu Indonesia yang
proporsional terbuka. Jika saja sistemnya tertutup, seperti yang
diperjuangkan PDIP selama ini, maka usulan ini tak akan pernah muncul.
"Ini konsekuensi dari sistem pemilu kita yang makin liberal," ulasnya.
(tor/faj)
Labels:
Dana Aspirasi,
PDIP:Yang Kaya Tambah Kaya,
yang Miskin Tetap Miskin
Thanks for reading Dana Aspirasi DPR, PDIP: Yang Kaya Tambah Kaya, yang Miskin Tetap Miskin. Please share...!

0 Komentar untuk "Dana Aspirasi DPR, PDIP: Yang Kaya Tambah Kaya, yang Miskin Tetap Miskin"