Brebes -Produksi bawang merah di Indonesia masih cukup besar, terutama dari Brebes, Jawa Tengah. Namun Indonesia masih tercatat mengimpor benih bawang merah, terutama dari Filipina.
Hal tersebut seperti diungkapkan Ketua Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Dewan Bawang Nasional, Amin Kartiawan Danova, ditemui usai acara panen bawang Menteri Pertanian dengan petani, di Desa Sigentong, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (12/6/2015).
"Kenapa impor benih bawang? Yang paling utama karena disparitas waktu. Jadi kebutuhan benih pada waktu-waktu tertentu tidak mencukupi, makanya kita butuh impor (benih)," kata Amin.
Hal tersebut seperti diungkapkan Ketua Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Dewan Bawang Nasional, Amin Kartiawan Danova, ditemui usai acara panen bawang Menteri Pertanian dengan petani, di Desa Sigentong, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (12/6/2015).
"Kenapa impor benih bawang? Yang paling utama karena disparitas waktu. Jadi kebutuhan benih pada waktu-waktu tertentu tidak mencukupi, makanya kita butuh impor (benih)," kata Amin.
Amin mengungkapkan, kebutuhan benih petani mencapai 8-12% dari total produksi bawang. "Jadi kita butuh benih sebanyak 80.000-120.000 ton per tahun. Benih yang ada di dalam negeri hanya sekitar 60.000-70.000 ton per tahun, jadi sangat kurang," ujarnya.
Ia mengungkapkan, benih yang diimpor paling utama berasal dari Filipina.
"Kita impor dari Filipina atau negara lain," katanya.
Walau impor benih, ketika panen raya dan produksi berlebih, pihaknya juga akan mengimpor bawang ke Singapura.
"Karena hasil panen juga kita diekspor, misal kita ekspor ke Singapura, mereka butuh bawang yang besar, makanya bibitnya juga harus unggul," ucap Amin.
Ia mengungkapkan, alasan kedua kenapa Indonesia impor benih bawang, karena pada saat musim hujan benih pembididayaan benih bawang tidak bisa dilakukan.
"Kalau musim hujan tidak bisa, sedangkan kita ada waktu-waktu tertentu dimana bawang tersebut nggak bisa dibudidayakan di Indonesia, itu alasan kita kenapa harus impor.
Amin menambahkan, tahun ini Indonesia sudah mengimpor benih bawang kira-kira sebanyak 1.500 ton, jumlah tersebut masih sangat kurang dari kebutuhan. Selain itu, harga bibit impor juga lebih murah.
"Bibit lokal harganya saat ini Rp 30.000- 35.000 per kg. Kalau yang impor bibit lebih murah harga Rp 24.000-28.000 per kg," tutupnya.
Ia mengungkapkan, alasan kedua kenapa Indonesia impor benih bawang, karena pada saat musim hujan benih pembididayaan benih bawang tidak bisa dilakukan.
"Kalau musim hujan tidak bisa, sedangkan kita ada waktu-waktu tertentu dimana bawang tersebut nggak bisa dibudidayakan di Indonesia, itu alasan kita kenapa harus impor.
Amin menambahkan, tahun ini Indonesia sudah mengimpor benih bawang kira-kira sebanyak 1.500 ton, jumlah tersebut masih sangat kurang dari kebutuhan. Selain itu, harga bibit impor juga lebih murah.
"Bibit lokal harganya saat ini Rp 30.000- 35.000 per kg. Kalau yang impor bibit lebih murah harga Rp 24.000-28.000 per kg," tutupnya.
(rrd/hen)
Labels:
Filipina,
Impor Benih Bawang Merah,
RI
Thanks for reading RI Impor Benih Bawang Merah dari Filipina, Kenapa Ya?. Please share...!

0 Komentar untuk "RI Impor Benih Bawang Merah dari Filipina, Kenapa Ya?"