-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Semangat Anak Ilaga Papua Maraton dan Gerak Jalan Tanpa Alas Kaki

Elza Astari Retaduari - detikNews
Semangat Anak Ilaga Papua Maraton dan Gerak Jalan Tanpa Alas Kaki Foto: Elza Astari (Detikcom)
 
Papua - Senyum 20 anak Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua tetap tersungging walau kakinya terasa panas menginjak jalan tanpa sepatu. Terik matahari yang menyengat tak meruntuhkan semangat siswa SD 1 Tagalowa mengikuti lomba gerak jalan.

Untuk memeriahkan HUT RI ke-70, Kabupaten Puncak menggelar sejumlah lomba. Termasuk lomba gerak jalan di Ilaga, Sabtu (15/8/2015). Siswa-siswa sekolah dari sejumlah distrik Kabupaten Puncak beserta SKPD dan unsur lain yang ada beramai-ramai ikut memeriahkannya.

Hal yang mencolok adalah siswa-siswi SD 1 Tagalowa yang mengikuti gerak jalan tanpa mengenakan alas kaki. Di daerah pedalaman seperti ini berjalan tanpa alas kaki memang sudah menjadi kebiasaan.

"Panas tapi sudah biasa," ujar salah seorang siswa SD 1 Tagalowa, Denias, ketika ditanya.
Acara gerak jalan sendiri cukup meriah dan dihadiri langsung oleh Bupati Puncak, Willem Wandik beserta jajarannya. Berbagai lomba turut digelar untuk memeriahkan HUT RI ke-70 di kabupaten tertinggi di Indonesia ini. Seperti balap kelereng, lomba futsal, voli, sepak takraw, cerdas cermat, dan maraton.

Tanpa disangka, lomba maraton 10 km banyak digemari oleh masyarakat. Ratusan penduduk semangat berlomba untuk menjadi pemenang. Banyak juga terlihat peserta lomba dari berbagai usia yang berlari tanpa alas kaki.

Meski saat malam udara Ilaga cukup ekstrem dinginnya, saat siang hari matahari sangat menyengat karena jarak matahari yang lebih dekat. Namun hal tersebut tak membuat sebagian penduduk setempat bertelanjang kaki.

Hal serupa juga ditemui saat lomba cerdas cermat, Jumat (14/8). Meski mayoritas siswa yang datang sudah berserama lengkap, sebagian ada yang memilih bertelanjang kaki meski sudah menggunakan seragam sekolah.

"Sepatu ada di rumah, dapat dikasih bantuan. Tapi saya malas (pakai sepatu). Besok saya pakai," ucap salah seorang siswa, Ice.
Menurut salah seorang guru dari program Guru Penggerak Daerah Terpencil (GPDT) yang membantu mengajar di Ilaga, Bayu Adiwena, tantangan terbesar yang dihadapinya adalah menghilangkan kebiasaan tidak baik siswa. Salah satunya adalah disiplin menggunakan sepatu saat sekolah.

"Mereka sebenarnya punya, malah bagus-bagus tapi nggak mau pakai. Udah kebiasaan. Kadang ke sekolah cuma pakai kaos. Tapi sekarang kita tegasin harus pakai seragam dan sepatu," ungkap Bayu dalam kesempatan yang sama.

"Kalau yang SD dan SMP kita masih kasihan karena rumahnya jauh. Kalau SMA sudah tegas kita pulangkan betul kalau nggak pakai sepatu atau seragam. Mereka ya mau, nanti datang lagi ke sekolah. Mereka nurut tapi ya harus selalu diingatkan terus," sambung guru lulusan Universitas Negeri Malang itu.


Semangat belajar siswa-siswi di Ilaga pun disebut Bayu sudah ada kemajuan. Sejak ia pertama kali datang pada awal tahun lalu, kini tingkat kehadiran siswa ke sekolah sudah lebih tinggi.

"Sekarang udah mendingan. Dulu yang datang paling cuma 10 atau 11 orang, tapi lama kelamaan pada datang semua. Mereka juga mau belajar. Tapi ya kalau ada acara adat mereka memang tidak datang sekolah," tutup Bayu.

(ear/jor)
-
Labels: Maraton dan Gerak Jalan Tanpa Alas Kaki, Papua, Semangat Anak Ilaga

Thanks for reading Semangat Anak Ilaga Papua Maraton dan Gerak Jalan Tanpa Alas Kaki. Please share...!

0 Komentar untuk "Semangat Anak Ilaga Papua Maraton dan Gerak Jalan Tanpa Alas Kaki"

Back To Top