Kepala BPS, Suryamin mengatakan, besarnya anggaran tersebut masih wajar, mengingat waktu dan skala sensus ekonomi yang sangat besar. Waktu sensus dilakukan dalam 2 tahun, dan hasilnya baru bisa diumumkan pada akhir 2018.
"Direncanakan dari anggaran tahun 2016 sebesar Rp 3,4 triliun. Tapi ada kemungkinan dipotong anggarannya. Memang sangat besar, mengingat skala dan usaha yang akan disurvei. Sensus pertanian juga di atas Rp 3 triliun. Bayangkan, sensus 2006 saja ada 17 juta usaha," ujar Suryamin ditemui di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2015).
Menurut Suryamin, sensus ekonomi ini akan mencakup 17 sektor di luar pertanian, dengan ruang lingkup sektor perdagangan, jasa, usaha kecil, dan industri besar.
"Semua kami survei dari kelontong sampai usaha warteg. Dari omzetnya, pendapatan, tenaga kerjanya, gaji pegawainya, sampai bayar pajaknya," jelasnya.
Suryamin melanjutkan, sensus ekonomi akan dimulai pada Mei 2016 dengan melakukan survei pendataan jumlah usaha. Dan mulai dilakukan survei lebih mendalam dan lebih besar pada awal 2017. Sementara, hasil survei baru bisa diumumkan pada 2018.
(dnl/dnl)
Labels:
BPS,
Sensus Ekonomi
Thanks for reading BPS Gelontorkan Rp 3,4 Triliun untuk Sensus Ekonomi Tahun Depan. Please share...!

0 Komentar untuk "BPS Gelontorkan Rp 3,4 Triliun untuk Sensus Ekonomi Tahun Depan"