Foto: Andhika Akbaransyah
Jakarta - Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugam, menghubungi
Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi pada Jumat (18/9/2015) lalu.
Shanmugam menghubungi Retno selama lima menit terkait asap Indonesia
yang masih menyelimuti negaranya.
Dalam sambungan telepon tersebut, Shanmugam mengungkapkan bahwa dampak kabut asap semakin mengkhawatirkan untuk kedua negara. Selain mengkhawatirkan dari segi kesehatan juga mengkhawatirkan dari segi ekonomi.
"Telepon dilakukan Jumat siang, Menlu Singapura bicara soal asap," ujar Retno LP Marsudi pada detikcom, Sabtu (19/9/2015).
Dalam sambungan telepon tersebut, Shanmugam mengungkapkan bahwa dampak kabut asap semakin mengkhawatirkan untuk kedua negara. Selain mengkhawatirkan dari segi kesehatan juga mengkhawatirkan dari segi ekonomi.
"Telepon dilakukan Jumat siang, Menlu Singapura bicara soal asap," ujar Retno LP Marsudi pada detikcom, Sabtu (19/9/2015).
"Menlu bilang bahwa kabut asap sudah semakin mengkhawatirkan untuk kedua negara," lanjutnya.
Kepada Shanmugam, Retno menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia sudah melakukan penanggulangan kebakaran hutan secara menyeluruh. Selain itu, pemerintah sudah menindak tegas para pelaku pembakar hutan, baik perusahaan maupun pemimpin perusahaan tersebut.
"Saya jelaskan semua mengenai upaya kita, Pemerintah Indonesia dalam penanggulangan kebakaran hutan itu sudah all out. Kita sudah mengerahkan semua resources yang ada. Kita juga sudah melakukan penindakan hukum yang tegas bagi mereka yang menjadi penyebab semua ini," ucap menlu wanita pertama Indonesia ini.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Singapura telah menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk memerangi kebakaran hutan. Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura Vivian Balakrishnan menelepon Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar guna menyampaikan kembali tawaran bantuan tersebut.
Tawaran ini disampaikan Singapura di tengah meningkatnya jumlah titik api di Sumatra yang memicu masalah asap. Semula Indonesia telah menerima tawaran militer Singapura untuk mengirimkan pesawat C-130 guna pembentukan awan hujan dan pesawat Chinooks untuk memadamkan kebakaran hutan. Namun kemudian Indonesia menolaknya.
"Awalnya otoritas Indonesia menerima tawaran bantuan kami, namun kemudian mereka menyampaikan apresiasi atas tawaran itu, dan mengatakan mereka punya sumber daya mereka sendiri yang cukup untuk saat ini," demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Singapura pada Minggu, 13 September lalu.
Pemerintah Indonesia menghargai tawaran pemerintah Singapura untuk membantu memerangi kebakaran hutan. Namun Indonesia belum dapat menerima bantuan Singapura itu.
"Kita menghargai ada kerja sama. Kita lihat, kita masih butuh dari luar negeri. Tapi ngasihnya (bantuannya) satu (pesawat), kalau ngasih 40 (pesawat) baru boleh," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dalam konferensi pers di Kemenhut, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2015).
(yds/mpr)
-
Labels:
Mengeluh Soal Asap,
Menlu: Kita Sudah All Out Mengatasinya,
Singapura
Thanks for reading Singapura Mengeluh Soal Asap, Menlu: Kita Sudah All Out Mengatasinya. Please share...!

0 Komentar untuk "Singapura Mengeluh Soal Asap, Menlu: Kita Sudah All Out Mengatasinya"