Dokumentasi
terdakwa kasus terorisme, Afif Abdul Majid, bersiap mengikuti sidang
tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (8/6/15). Majid
yang diduga melakukan tindak pidana terorisme dengan mendeklarasikan
dukungan kepada ISIS itu dituntut delapan tahun penjara. (ANTARA
FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
... para pengguna media sosial kebnayakan merasa tidak perlu tahu siapa yang mereka ikuti, sehingga ketika tokoh itu mengajak melakukan satu gerakan, para pengikutnya akan langsung mengikuti ajakan itu...Yogyakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengajak kalangan pemuda khususnya yang aktif di dunia maya ikut memerangi terorisme dengan menebarkan konten-konten positif.
"Kami harapkan para pemuda yang aktif di dunia maya dapat melawan gerakan terorisme yang menyebarkan konten negatif, dengan konten positif mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat," kata Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Saud Usman Nasution, di Yogyakarta, Kamis.
Selain
dapat berkontribusi mengisi konten positif yang mencerahkan, para
pemuda pengguna media sosial, kata dia, juga diharapkan proaktif
mengawasi dan melaporkan setiap situs yang memuat konten negatif agar
dapat dilakukan pemblokiran.
"Siapapun yang menemukan situs negatif bisa melaporkan ke Kemenkominfo," tegasnya.
Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayor Jenderal TNI Agus SB, mengatakan, upaya kontra narasi konten-konten radikal terorisme, BNPT juga membentuk Pusat Media Damai (PMD) meluncurkan tiga situs, yakni www.damailahindonesiaku.com, jalandamai.org, dan damai.id.
Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayor Jenderal TNI Agus SB, mengatakan, upaya kontra narasi konten-konten radikal terorisme, BNPT juga membentuk Pusat Media Damai (PMD) meluncurkan tiga situs, yakni www.damailahindonesiaku.com, jalandamai.org, dan damai.id.
Pakar
media sosial, Nukman Luthfie, mengatakan, dalam pergerakan kelompok
radikal di internet, mereka memiliki pemuka pendapat atau (key opinion leader).
Mereka adalah orang-orang yang diikuti banyak pengguna media sosial karena pemikirannya yang dianggap bagus.
Pada
sisi lain, para pengguna media sosial kebnayakan merasa tidak perlu
tahu siapa yang mereka ikuti, sehingga ketika tokoh itu mengajak
melakukan satu gerakan, para pengikutnya akan langsung mengikuti ajakan
itu.
"Surganya NIIS/ISIS ada di sosial media, karena proses rekrutmennya cenderung lebih gampang," kata dia.
"Surganya NIIS/ISIS ada di sosial media, karena proses rekrutmennya cenderung lebih gampang," kata dia.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Labels:
Ajak pegiat dunia maya,
BNPT,
Perangi terorisme
Thanks for reading BNPT ajak pegiat dunia maya perangi terorisme. Please share...!

0 Komentar untuk "BNPT ajak pegiat dunia maya perangi terorisme"