-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Panggil Dirjen Pajak ke Istana, Jokowi Khawatir Soal Penerimaan Negara

Maikel Jefriando - detikfinance
Panggil Dirjen Pajak ke Istana, Jokowi Khawatir Soal Penerimaan Negara
Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi), memanggil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Sigit Priadi Pramudito ke Istana Negara. Jokowi ingin mengetahui posisi terakhir penerimaan pajak dan proyeksi realisasi hingga akhir tahun.

Pertemuan berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB. Menkeu sudah berada di Kantor Presiden lebih dulu, karena baru saja selesai mengikuti rapat kabinet terbatas tentang subsidi listrik. Kemudian menyusul kedatangan dari Dirjen Pajak.

Dalam pertemuan singkat tersebut, Jokowi menanyakan perihal data penerimaan pajak terakhir. Diketahui per 29 Oktober, penerimaan baru mencapai Rp 758 triliun atau sekitar 58,6% dari target dalam APBN Perubahan 2015, yang sebesar Rp 1.295 triliun.

"Biasa, evaluasi pajak," kata Bambang, singkat dan langsung masuk ke dalam mobil, Rabu (4/11/2015).

Dirjen Pajak yang ditemui pada kesempatan yang sama mengakui, pertemuan ini rutin dilakukan. Beberapa waktu lalu, Sigit juga dipanggil dengan perihal yang sama.‎ Namun, kondisi sekarang agak berbeda karena hanya tersisa dua bulan mengejar target.

"Ya beliau khawatir sekali," ujar Sigit.

Penerimaan pajak dibutuhkan untuk mengejar pembelanjaan pemerintah yang meningkat drastis pada akhir tahun. Sebab dari sisi pembiayaan juga sudah hampir melewati pagu dengan asumsi proyeksi defisit anggaran 2,23%.

"Ya harus kejar pembelanjaan, tapi memang tren begitu‎, November-Desember itu pasti tinggi," sebutnya.
Sigit meyakinkan, penerimaan pajak secara total bisa mencapai 85% dari target APBN-P 2015. Biasanya juga akan meningkat seiring dengan penyetoran dari daerah dan pembayaran oleh wajib pajak (WP).

"Memang kebiasannya begitu. Karena ada pajak yang harus dibayarkan melalui daerah itu bendaharawan itu menyetornya baru Desember. Juga WP sama, ngapain bayar di depan, mending bayar terakhir saja," paparnya.
"Saya memberi angka ke Pak Presiden dan Pak Menteri itu, untuk jaga-jaga mitigasi bahwa kita hanya akan tercapai hitungan apesnya 85%. Itu harus dimitigasi. Itu nilainya sekitar Rp 160 rriliun," tukas Sigit.
(mkl/dnl)
Labels: Dirjen Pajak, Istana, Jokowi, Khawatir Soal, Penerimaan Negara

Thanks for reading Panggil Dirjen Pajak ke Istana, Jokowi Khawatir Soal Penerimaan Negara. Please share...!

0 Komentar untuk "Panggil Dirjen Pajak ke Istana, Jokowi Khawatir Soal Penerimaan Negara"

Back To Top