PKS ingatkan Jokowi susun kabinet ahli
Acara buka bersama Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid dengan berbagai kalangan di rumah dinas wakil ketua MPR, Jl.Kemang Selatan Raya, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/6). (ANTARA News/Unggul Tri Ratomo)
... PKS sudah menegaskan, kami tidak masuk KIH dan tidak ikut PAN. Kami menghormati pilihan politik parpol lain...
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nurwahid, mengingatkan Presiden Joko Widodo agar menyusun kabinet ahli atau zaken kabinet, yang disusun berdasarkan asas profesionalitas bukan transaksional.
"Saya mau mengingatkan bahwa Pak Jokowi ketika kampanye Pilpres 2014 akan menyusun kabinet berdasarkan zaken kabinet atau kabinet ahli bukan transaksional sehingga itu yang harus dilakukan," katanya, di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin.
Dia menilai, perombakan kabinet jilid I yang dilakukan Jokowi sangat kental nuansa politisnya karena orang yang diangkat menjadi menteri adalah anggota tim sukses ketika Pilpres 2014. Bahkan jaksa agung juga berlatar partai politik pendukung.
Hidayat berharap kalau Jokowi benar ingin melakukan perombakan jilid II, harus melaksanakan komitmennya yaitu menghadirkan kabinet ahli dan profesional, bukan transaksional.
"Kalau komitmen itu yang dihadirkan maka menteri baru akan lebih baik dari orang yang digantikannya, lebih produktif dan sesuai dengan visi misi Pak Jokowi," ujarnya.
Menurut dia, kalangan profesional bukan berarti harus meninggalkan parpol karena di dalam partai, terdapat juga banyak yang profesional.
Karena itu, dia menyarankan, apabila Jokowi ingin mencari menteri dari kalangan parpol maka lebih baik mengambil yang berlatar belakang profesional.
"Kalau mengambil dari parpol, ambil yang profesional bukan transaksional," katanya.
Selain itu Nurwahid menegaskan , partainya tetap berada di luar pemerintahan dan tetap di Koalisi Merah Putih (KMP).
Dia menilai, perombakan kabinet jilid I yang dilakukan Jokowi sangat kental nuansa politisnya karena orang yang diangkat menjadi menteri adalah anggota tim sukses ketika Pilpres 2014. Bahkan jaksa agung juga berlatar partai politik pendukung.
Hidayat berharap kalau Jokowi benar ingin melakukan perombakan jilid II, harus melaksanakan komitmennya yaitu menghadirkan kabinet ahli dan profesional, bukan transaksional.
"Kalau komitmen itu yang dihadirkan maka menteri baru akan lebih baik dari orang yang digantikannya, lebih produktif dan sesuai dengan visi misi Pak Jokowi," ujarnya.
Menurut dia, kalangan profesional bukan berarti harus meninggalkan parpol karena di dalam partai, terdapat juga banyak yang profesional.
Karena itu, dia menyarankan, apabila Jokowi ingin mencari menteri dari kalangan parpol maka lebih baik mengambil yang berlatar belakang profesional.
"Kalau mengambil dari parpol, ambil yang profesional bukan transaksional," katanya.
Selain itu Nurwahid menegaskan , partainya tetap berada di luar pemerintahan dan tetap di Koalisi Merah Putih (KMP).
Menurut dia, PKS tetap menghormati pilihan politik partai-partai yang mengubah haluan politiknya menjadi pendukung pemerintah.
"PKS sudah menegaskan, kami tidak masuk KIH dan tidak ikut PAN. Kami menghormati pilihan politik parpol lain dan pilihan politik Pak Jokowi yang ingin melakukan perombakan kabinet," ujarnya.
"PKS sudah menegaskan, kami tidak masuk KIH dan tidak ikut PAN. Kami menghormati pilihan politik parpol lain dan pilihan politik Pak Jokowi yang ingin melakukan perombakan kabinet," ujarnya.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Labels:
ingatkan Jokowi,
PKS,
Susun kabinet ahli
Thanks for reading PKS ingatkan Jokowi susun kabinet ahli. Please share...!

0 Komentar untuk "PKS ingatkan Jokowi susun kabinet ahli"