-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Dirut Elisabeth Bekasi polisikan sepuluh keluarga pasien

Dirut Elisabeth Bekasi polisikan sepuluh keluarga pasien
Ilustrasi--Aksi Damai Korban Vaksin Palsu. Massa dari Aliansi Orang Tua Korban Vaksin Palsu didampingi KontraS dan YLBHI melakukan aksi damai di depan RS Harapan Bunda, Jakarta, Sabtu (23/7/2016). Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional tersebut merupakan bentuk sindiran kepada pihak rumah sakit untuk bertanggung jawab terhadap keluarga korban terkait pemberian vaksin palsu di RS Harapan Bunda. (ANTARA/Rosa Panggabean)

"Sebab yang kena pukul bukan hanya saya, tapi juga dua orang pengacara saya," kata Direktur Utama RS St Elisabeth Kota Bekasi Antonius Yudianto di Bekasi, Selasa.

Hal itu dikatakan Antonius menyikapi dugaan kasus pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah orang tua pasien saat berlangsungnya proses audiensi bersama sejumlah keluarga pasien yang diduga terkontaminasi vaksin palsu, 16 Juli 2016.

"Saat itu situasi ruang udiensi tiba-tiba memanas dan banyak orang tua pasien yang mengintimidasi saya dan berujung pada pemukulan terhadap saya dan pengacara," katanya.

Antonius mengaku mengalami luka pukul di bagian tengkuk leher dan luka tersebut telah dibuktikan melalui visum.

Menurut dia, ada sekitar sepuluh oknum keluarga pasien yang menganiaya dirinya saat terjadi kericuhan akibat dugaan penggunaan vaksin palsu di RS Elisabeth.

"Jumlahnya cukup banyak. Kalau saya lihat ada sekitar sepuluh orang yang melakukan tindakan kekerasan secara fisik pada kami," katanya.

Pihaknya mengaku telah melaporkan dugaan perkara pidana itu kepada kepolisian setempat untuk segera dilakukan penanganan.

"Pekan lalu laporannya sudah saya sampaikan kepada polisi untuk segera ditelusuri dan diselesaikan," katanya.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Labels: Bekasi, Dirut, Elisabeth, Keluarga pasien, Polisikan

Thanks for reading Dirut Elisabeth Bekasi polisikan sepuluh keluarga pasien. Please share...!

0 Komentar untuk "Dirut Elisabeth Bekasi polisikan sepuluh keluarga pasien"

Back To Top