-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Pemkot Bekasi mulai perbaiki kantor yang terbakar

Pemkot Bekasi mulai perbaiki kantor yang terbakar

Pemkot Bekasi mulai perbaiki kantor yang terbakar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
 Akan dibuatkan gedung dengan dua lantai seperti dahulu dan rencananya akan ada tahap lanjutan dibuatkan lima lantai."
Bekasi (ANTARA News) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai melakukan perbaikan terhadap kantor Wali Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani Nomor 1, Bekasi Selatan yang sempat terbakar pada 24 April 2015.

"Perbaikannya saat ini sedang dimulai dan ditargetkan rampung seluruhnya pada 150 hari kerja," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Selasa.

Hal itu dikatakannya saat melakukan pemantauan terhadap proses pembongkaran sejumlah puing bangunan sisa kebakaran dengan didampingi Kepala Dinas Pembangunan dan Pemukiman, Dadang Ginanjar, Selasa siang.

Dalam kegiatan itu Rahmat menginstruksikan agar seluruh aset yang telah rusak terbakar untuk segera dihapus karena sudah tidak terpakai.

Sedangkan aset yang masih bisa diselamatkan bisa dilakukan pemulihan dan kembali digunakan seperti sedia kala.

"Aset seperti bangku rapat dan lemari masih bisa digunakan lagi. Saya minta kepada Sekretaris Daerah dan Kepala Bagian Umum untuk segera memproses aset yang terbengkalai tersebut," katanya.

Rahmat juga memerintahkan para pekerj untuk menyelamatkan sebuah lambang Pemkot Bekasi berupa ukiran kayu jati di lantai dasar untuk segera dibersihkan dan diamankan.

Sementara itu Dadang Ginanjar mengatakan, gedung yang hampir setahun terbakar itu akan diperbaiki pihaknya secara total.

"Akan dibuatkan gedung dengan dua lantai seperti dahulu dan rencananya akan ada tahap lanjutan dibuatkan lima lantai," katanya.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa kebakaran gedung Wali Kota Bekasi mengakibatkan sejumlah dokumen penting pemerintahan rusak di sembilan ruang kerja, Jumat (24/4)

Dokumen itu menyangkut kepegawaian di ruang Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang meliputi catatan kinerja seluruh pegawai Pemkot Bekasi, laporan kegiatan BKD, serta pertanggungjawaban keuangan.

Hasil penyelidikan kepolisian setempat menyebutkan, kasus kebakaran itu dipicu oleh korlseting arus listrik dari ruangan Sekda Kota Bekasi di lantai dua.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Bekasi punya "kedutaan besar" lengkap dengan "paspor"

Bekasi punya "kedutaan besar" lengkap dengan "paspor"

Bekasi punya
"Paspor" Bekasi dari komunitas kreatif "Kedutaan Besar Bekasi" di Popcon Asia 2016, Jakarta Convention Center. (ANTARA News/ Nanien Yuniar )
karena Bekasi di-bully, dibilang planet lain, negara lain, ya sudah bikin paspor saja sekalian

"Idenya dimulai karena Bekasi di-bully, dibilang planet lain, negara lain, ya sudah bikin paspor saja sekalian," ujar Fithor Faris di Popcon Asia 2016, Jakarta Convention Center, Kamis malam.

Fithor dan teman-temannya dari berbagai latar belakang menggagas komunitas yang diharapkan bisa menjadi wadah dari para kreator di Bekasi, mulai dari pencipta komik, musisi hingga pelukis.

Kegiatan kreatif di kota-kota seperti Bandung dan Yogyakarta sudah jadi hal lumrah, namun Fithor menilai itu tidak terjadi di kota tempatnya bernaung.

"Orang Bekasi yang kreatif perginya ke Jakarta," katanya.

Ke depan, komunitas itu ingin menyediakan sarana untuk menggelar karya seni warga Bekasi.

Saat ini Kedubes Bekasi telah menggelar ragam karya seni visual dan instalasi bertemakan sejarah dan Budaya Bekasi di Gedung Juang 45 Tambun yang sempat terbengkalai.

Selain itu, mereka juga mau memperkenalkan sejarah Bekasi yang bisa jadi belum diketahui banyak orang,

"Tahu enggak Bekasi juga dibom seperti Hiroshima dan Nagasaki?" ujarnya retoris.

Kedutaan Besar Bekasi berharap di balik rundungan yang menerpa kota mereka, orang-orang bisa tahu nilai lain yang dimiliki Bekasi.

Bukan dikenal karena letaknya yang jauh sampai ada gurauan "harus naik roket untuk pergi ke Bekasi", tetapi sejarah dan karya kreatif dari masyarakatnya.


Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Swakelola Bantargebang akan dimulai September 2016

Swakelola Bantargebang akan dimulai September 2016

Swakelola Bantargebang akan dimulai September 2016
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan) didampingi jajaran Dinas Kebersihan DKI Jakarta meninjau sistem pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (4/8/2016). (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Jakarta (ANTARA News) - Dinas Kebersihan DKI Jakarta menyatakan swakelola terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang berlokasi di Bekasi akan dimulai pada September 2016.

"Sekarang ini masih masa transisi dari pengelola lama, yaitu PT Godang Tua Jaya dan PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) ke Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Jadi, masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Isnawa Adji di Jakarta, Minggu. 

Menurut dia, masa transisi itu akan membutuhkan waktu selama kurang lebih dua bulan. Transisi itu telah dimulai sejak 20 Juli 2016.

Sementara itu, dia menyebutkan salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum dimulainya swakelola tersebut adalah masalah pengambilalihan eks pekerja PT Godang Tua Jaya dan PT NOEI.

"Sebelumnya, jumlah eks pekerja ada sebanyak 381 orang. Namun, kami lakukan lagi pendataan ulang secara keseluruhan. Ternyata, jumlahnya bertambah menjadi 465 orang. Selanjutnya, para pekerja itu akan kami rekrut," ujar Isnawa.

Ia menuturkan, seluruh eks pekerja PT Godang Tua Jaya dan PT NOEI akan direkrut menjadi pekerja harian lepas (PHL) Dinas Kebersihan DKI Jakarta dan diberikan gaji sesuai upah minimum provinsi (UMP) Jakarta sebesar Rp3,1 juta serta mendapat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

"Selain itu, kami juga sedang mendata jumlah pemulung yang berada di TPST Bantargebang. Kami akan ajak para pemulung itu bekerja sama. Kami akan berikan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan kepada para pemulung yang ada di situ," tutur Isnawa.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan walaupun masih dilakukan pendataan, eks pekerja Godang Tua Jaya dan NOEI sudah langsung bekerja menangani sampah yang berasal dari Kota Jakarta yang sudah mencapai 7.000 ton per hari dan diangkut dengan 1.100 truk per hari.

"Sambil menunggu pengadaan alat berat, kami pun berupaya melakukan penambahan alat berat dengan meminjam dari Dinas Tata Air DKI, Dinas Bina Marga DKI, dan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jadi, pengolahan sampah terus berjalan," kata Isnawa.

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Dirut Elisabeth Bekasi polisikan sepuluh keluarga pasien

Dirut Elisabeth Bekasi polisikan sepuluh keluarga pasien

Dirut Elisabeth Bekasi polisikan sepuluh keluarga pasien
Ilustrasi--Aksi Damai Korban Vaksin Palsu. Massa dari Aliansi Orang Tua Korban Vaksin Palsu didampingi KontraS dan YLBHI melakukan aksi damai di depan RS Harapan Bunda, Jakarta, Sabtu (23/7/2016). Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional tersebut merupakan bentuk sindiran kepada pihak rumah sakit untuk bertanggung jawab terhadap keluarga korban terkait pemberian vaksin palsu di RS Harapan Bunda. (ANTARA/Rosa Panggabean)

"Sebab yang kena pukul bukan hanya saya, tapi juga dua orang pengacara saya," kata Direktur Utama RS St Elisabeth Kota Bekasi Antonius Yudianto di Bekasi, Selasa.

Hal itu dikatakan Antonius menyikapi dugaan kasus pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah orang tua pasien saat berlangsungnya proses audiensi bersama sejumlah keluarga pasien yang diduga terkontaminasi vaksin palsu, 16 Juli 2016.

"Saat itu situasi ruang udiensi tiba-tiba memanas dan banyak orang tua pasien yang mengintimidasi saya dan berujung pada pemukulan terhadap saya dan pengacara," katanya.

Antonius mengaku mengalami luka pukul di bagian tengkuk leher dan luka tersebut telah dibuktikan melalui visum.

Menurut dia, ada sekitar sepuluh oknum keluarga pasien yang menganiaya dirinya saat terjadi kericuhan akibat dugaan penggunaan vaksin palsu di RS Elisabeth.

"Jumlahnya cukup banyak. Kalau saya lihat ada sekitar sepuluh orang yang melakukan tindakan kekerasan secara fisik pada kami," katanya.

Pihaknya mengaku telah melaporkan dugaan perkara pidana itu kepada kepolisian setempat untuk segera dilakukan penanganan.

"Pekan lalu laporannya sudah saya sampaikan kepada polisi untuk segera ditelusuri dan diselesaikan," katanya.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Dinas kebersihan Jakarta berduel dengan sampah Bantargebang

Dinas kebersihan Jakarta berduel dengan sampah Bantargebang

Dinas kebersihan Jakarta berduel dengan sampah Bantargebang
Waktu Operasional Truk Sampah Truk sampah DKI Jakarta melintas di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/11). Sejumlah truk sampah kesulitan memasuki TPST Bantar Gebang karena keterbatasan waktu operasional sehingga mengakibatkan antrean panjang yang terjadi pada malam hari. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto) ()

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan ada sebanyak 15 alat berat yang digunakan untuk pengelolaan sampah di TPST itu.

"Ada 15 ekskavator (alat berat), 12 di antaranya baru sudah beroperasi tadi malam (20/7)," katanya saat dihubungi Antara, Jakarta, Kamis.
Isnawa menambahkan ada sebanyak lima alat pemuat material berupa "shovel loader" yang diperbantukan di TPST Bantargebang.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengirimkan surat pemberitahuan tertulis tentang Pengakhiran atas Perjanjian Kerja Sama/Kontrak Nomor 5028/1.799.21 tentang peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan dan pengoperasian tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang Kota Bekasi kepada PT GTJ Joint Operation (Kerja Sama Operasi) PT NOEI melalui surat dengan Nomor 3380/1.799.21 pada tanggal 19 Juli 2016 dengan perihal pemberitahuan tertulis tentang pengakhiran perjanjian.

Sesuai dengan perjanjian kontrak, maka setelah tanggal pengakhiran kerja sama yang dikeluarkan pada 19 Juli 2016, Managing Director PT Godang Tua Jaya Douglas Manurung mengatakan pihaknya tidak melakukan kegiatan pengolahan sampah apa pun di TPST Bantargebang.

Douglas mengatakan pihaknya melakukan semua pekerjaan pengelolaan sampah terakhir pada pukul 00.00 WIB menjelang 20 Juli 2016.

"Tidak ada pengelolaan, jadi ya sudah kembali ke dinas kebersihan. Yang penting sampai pukul 00.00 WIB tadi malam (19/7) kami melakukan semua pekerjaan seperti biasa. Tapi sejak pukul 00.00 WIB kami sudah berhentikan semuanya," ujarnya.

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top