"Penurunan tarif interkoneksi pada dasarnya tak serta merta mengurangi pendapatan operator selular, namun bisa lebih menguntungkan dalam jangka panjang," kata analis teknologi informasi dan komunikasi (ICT), Ibrahim Kholilul Rohman, di Jakarta, Selasa.
Menurut Ibrahim yang juga doktor lulusan Chalmers University of Technology, Swedia ini dalam jangka panjang menguntungkan operator sejalan dengan pasar seluler Indonesia elastis dan banyak pengguna yang masih sensitif soal harga, sehingga penurunan biaya akan mendorong pengunaan telepon.
"Ini berdasarkan penghitungan, setiap penurunan tarif 1 persen, bisa menambah kenaikan jumlah penggunaan telekomunikasi (net usage) hingga 40 persen," katanya.
Sementara, penurunan pendapatan biaya interkoneksi juga akan diimbangi turunnya beban interkoneksi yang harus dibayarkan, karena yang dibutuhkan untuk membayar beban interkoneksi akan lebih rendah.
Operator pun diminta tidak perlu khawatir dengan penurunan tarif off-net (antar jaringan).
Dengan begitu tambahnya, jika ada operator yang masih meributkan soal interkoneksi maka bisa dibilang ketinggalan zaman, karena yang penting saat ini adalah bagaimana memberikan layanan yang terbaik kepada konsumen.
Ia menjelaskan, kebijakan penurunan tarif interkoneksi juga pernah terjadi di sejumlah negara berkembang seperti Afrika Selatan, Namibia dan negara maju seperti Eropa dengan dampak positif terjadap operator di wilayah itu.
Seperti diketahui, Kemenkominfo mengeluarkan Surat Edaran No.1153/M.Kominfo/PI.0204.08/2016 yang menurunkan biaya interkoneksi untuk panggilan lokal seluler dari sekitar menjadi Rp204 per menit dari sebelumnya Rp250 per menit yang yang mulai berlaku 1 September 2016.
Ibrahim tidak menampik keputusan itu mengundang polemik di masyarakat namun sebaiknya pembahasan soal interkoneksi tak perlu berlarut-larut. Hal lain juga tak kalah penting adalah layanan yang harus terus ditingkatkan.
Sebagai informasi, perhitungan biaya interkoneksi ditetapkan atas masukan dari para pemangku kepentingan dan konsultasi publik demi menyempurnakan regulasi tarif interkoneksi.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

0 Komentar untuk "Penurunan tarif interkoneksi bisa untungkan operator dalam jangka panjang"