-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
WNI di Jeddah Rayakan Lebaran Bersama Aa Gym

WNI di Jeddah Rayakan Lebaran Bersama Aa Gym

Nala Edwin - detikNews WNI di Jeddah Rayakan Lebaran Bersama Aa GymFoto: KJRI Jeddah

 Jeddah - WNI di Jeddah menggelar salat Id diResiden Konsul Jenderal RI. Salat Id yang diselenggarakan oleh KJRI Jeddah ini diikuti oleh kurang lebih seribu jamaah yang terdiri dari unsur masyarakat Indonesia yang berada di wilayah kerja KJRI Jeddah.

Seperti disampaikan Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Jeddah Syarif Shahabudin, Jumat (17/7/2015), bertindak selaku khotib pada Salat Id kali ini KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab dipanggil Aa Gym.

Aa Gym berada di Arab Saudi dalam rangka pelaksanaan Ibadah Umroh dan telah berada di Arab Saudi seminggu sebelumnya. Sebagaimana tahun sebelumnya, salat Id disertai pula dengan kegiatan halal bihalal dan ramah tamah antara Keluarga besar KJRI Jeddah dengan lapisan masyarakat. Sholat Ied di mulai pukul 6 pagi, dan kegiatan ramah tamah berakhir pada pukul 08.00.
  • Foto: KJRI Jeddah
  • WNI di Jeddah Rayakan Lebaran Bersama Aa Gym
    Foto: KJRI Jeddah

(dra/dra)

49 Jemaah Umroh dari Indonesia Tertahan di Jeddah karena Travel Belum Lunasi Hotel

49 Jemaah Umroh dari Indonesia Tertahan di Jeddah karena Travel Belum Lunasi Hotel

Taufan Noor Ismailian - detikNews


Jakarta - Puluhan jemaah umroh tidak bisa pulang ke Indonesia karena tertahan di Jeddah, Arab Saudi. Jemaah umroh tak bisa pulang karena paspor mereka 'ditahan' seseorang yang ditunjuk pihak travel berinisial J lantaran belum melunasi pembayaran akomodasi hotel.

Informasi ini disampaikan salah seorang jemaah umroh yang menggunakan travel J, Anzar Rasyid (34). Saat ini dia bersama puluhan jemaah di Jeddah masih menunggu kepastian untuk dipulangkan ke Indonesia.

Berdasarkan paket umroh, seharusnya jamaah hanya berada di Jeddah selama 9 hari. Namun, hingga hari ke- 15 hari mereka belum juga kembali ke Tanah Air.

"Sampai saat ini ada 49 jemaah dari travel J stres menunggu kepastian dipulangkan ke Indonesia. Ada beberapa jemaah yang sepuh sudah sakit-sakitan," ujar Anzar kepada detikcom, Rabu (20/5/2015) dini hari.

Anzar menjelaskan paspor para jemaah sampai saat ini masih dipegang oleh Ali pihak yang ditunjuk travel untuk mengurus jemaah saat umroh. Paspor ditahan karena diduga pihak travel belum melunasi seluruh pembayaran akomodasi para jamaah.

"Alasan ditahannya (paspor) ini karena masalah utang piutang yang tidak terselesaikan antara Ali dengan pihak travel. Pihak travel terus mengirimkan jemaah untuk umroh, sementara biaya akomodasi tidak dikirimkan akibatnya utang hotel, katering dan lain-lain membengkak," ungkapnya.
"Untuk melunasi utang ini, jemaah disandera di hotel di Jeddah," sambungnya.

Kejadian ini kemudian dilaporkan pihak travel kepada KJRI yang ada di Jeddah. "Ternyata ada temuan baru J ini menyelenggarakan umroh ilegal. Karena dia tidak terdaftar di Kementerian Agama. Untuk mendapatkan visa dia bekerja sama dengan beberapa perusahaan lain yang telah mengantongi izin," terang Anzar.

Anzar kecewa dengan pelayanan travel yang melepas tanggungjawab terhadap nasib para jemaah. Sebab tidak ada satupun pendamping yang ditunjuk pihak travel untuk mendampingi jemaah.

"Beberapa kali pihak travel berjanji mentransfer dana tapi tidak pernah terealisasi," terang Anzar.
Hingga berita ditulis, pihak travel tidak bisa dikonfirmasi karena telepon seluler perwakilan travel tidak aktif. Sementara itu Petugas Bagian Pelayanan Umroh Kantor Teknis Haji KJRI Jeddah, Badrus Sholeh membenarkan adanya laporan dari jemaah yang tertahan di Jeddah.

"Kami sudah menindaklanjuti dengan menghubungi pihak travel dan Ali. Kami juga sudah melaporkan ke Kasubdit Pelayanan Umroh di Jakarta," kata Badrus saat dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon
(tfn/fdn)
Tinggalkan Jeddah, KRI Rigel 933 Lanjutkan Perjalanan ke Tanah Air

Tinggalkan Jeddah, KRI Rigel 933 Lanjutkan Perjalanan ke Tanah Air

Mega Putra Ratya - detikNews

Tinggalkan Jeddah, KRI Rigel 933 Lanjutkan Perjalanan ke Tanah Air
Jeddah, - Setelah singgah selama empat hari, KRI Rigel 933 buatan galangan OCEA berbasis di Les Sables d'Olonne, Prancis, meninggalkan Jeddah Islamic Port Arab Saudi. KRI Rigel 933 bergerak menjauh dari dermaga menuju lautan lepas sekitar pukul 10.30 waktu setempat, Senin (20/4).

Dikutip dari rilis KJRI Jeddah, Senin (20/4/2015), hadir dalam acara pelepasan tersebut Konjen RI Jeddah, Dharmakirty Syailendra Putra beserta jajaran staf KJRI Jeddah, Atase Pertahanan KBRI Riyadh Kol. Chb. Roedy Roemin dan Perwakilan Otoritas Pelabuhan Islam Jeddah, Arab Saudi.

Dari Jeddah, selanjutnya KRI Rigel 933 di bawah Komandan Kapal Letkol Laut (P) Muhamad Wirda Prayogo, S.T. akan melanjutkan perjalanan menuju Indonesia dan dijadwalkan singgah di Cochin (India), kemudian masuk Indonesia melalui Sabang dan berakhir di Jakarta. Dengan kecepatan jelajah maksimal 14 knot, Kapal Riset yang membawa sebanyak 44 ABK ini diperkirakan tiba di Jakarta pertengahan Mei 2015.

Sehari sebelumnya, KRI Rigel 933 menggelar cocktail party dengan mengundang sejumlah perwakilan Masyarakat Indonesia yang bekerja dan berdomisi di Kota Jeddah, jajaran staf KJRI Jeddah, Atase Pertahanan KBRI Riyadh dan perwakilan Otoritas Pelabuhan Islam Jeddah.

Selain acara perkenalan dan sambutan, acara ini dimeriahkan dengan penampilan tarian khas daerah, yaitu Tari Saman dari Aceh dan Tari Perang dari Papua Barat yang dibawakan oleh para Anak Buah Kapal (ABK).

Di sela-sela acara tersebut, para tamu undangan mendapat kesempatan melihat film pendek seputar profil KRI Rigel 933, latihan fisik ABK dan uji ketahanan dan ketangguhan Kapal menghadapi gelombang ombak setinggi 4 meter, peluncuran dan pergerakan KRI Rigel 933 sejak keluar dari galangan OCEA berbasis di Les Sables d'Olonne, Prancis, hingga rekaman rute perjalanan kapal.
Dalam kesempatan tersebut, Konjen RI menyampaikan kepada seluruh tamu undangan yang hadir, bahwa KJRI Jeddah dan Masyarakat Indonesia di Jeddah mendapat kehormatan dapat melihat terlebih dahulu kecanggihan KRI Rigel 933 dan kapal-kapal baru sebelumnya yang sempat singgah di Jeddah sebelum kapal-kapal itu tiba di Indonesia.

 Konjen RI juga menitipkan salam untuk disampaikan kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu “Selamat bekerja dengan kapal canggih yang baru.”
Seperti diberitakan, KRI Rigel 933 merupakan kapal berteknologi modern, yang mampu melakukan survei bawah laut hingga kedalaman 1.000 meter. Kapal ini dilengkapi dengan peralatan survei hydro-oceanography, autonomous underwater vehicle, yang berfungsi melakukan pencitraan bawah laut dan mengirimkan sinyal data secara periodik ke kapal.

KRI Rigel 933 merupakan kapal pertama dari dua kapal sejenis, yang dibeli Kementerian Pertahanan RI dari Prancis pada 2013, senilai $94 juta, atau lebih dari Rp1,2 triliun.


(mpr/rna)
Back To Top