-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Lalu-lintas Kelok Sembilan dipecah antispasi kemacetan

Lalu-lintas Kelok Sembilan dipecah antispasi kemacetan

Lalu-lintas Kelok Sembilan dipecah antispasi kemacetan
Ilustrasi jembatan layang Kelok Sembilan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Sarilamak, Sumatera Barat (ANTARA News) - Pada mudik dan arus balik Lebaran 2016 ini, personel Polres Limapuluh Kota, Sumatera Barat, memecah arus lalu-lintas di Kelok Sembilan, untuk mengatasi kemacetan.

"Untuk kendaraan yang datang dari Padang menuju ke Pekanbaru, dan dari Pekanbaru menuju Padang," kata Kepala Pos Pengamanan Lebaran Kelok Sembilan, Inspektur Satu Polisi Dermadi, di Sarilamak, Minggu.

Untuk kendaraan dari Padang menuju Pekanbaru, katanya, dialihkan ke jalan Kelok Sembilan lama.

Sementara bagi kendaraan yang datang dari arah Pekanbaru melewati jembatan Kelok Sembilan, yang pembangunan dan peresmiannya dilakukan Presiden Susilo Yudhoyono saat itu.

"Sengaja dibagi untuk mencegah penumpukan, yang berujung pada kemacetan," katanya.

Hingga pukul 18.30 WIB Minggu, arus lalu-lintas di Kelok Sembilan (menuju Pekanbaru) lancar. Kendaraan didominasi kendaraan roda empat dengan seri nomor polisi daerah Pekanbaru, yaitu BM.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menhub: Kemacetan tak sebabkan meninggal dunia

Menhub: Kemacetan tak sebabkan meninggal dunia

Menhub: Kemacetan tak sebabkan meninggal dunia
Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan. (ANTARA/Puspa Perwitasari)
 Menurut saya korban ini sudah mengidap penyakit sebelumnya."
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengatakan kemacetan parah, seperti yang terjadi Tol Pejagan-Brebes, Jawa Tengah, saat arus mudik Lebaran 2016 tidak mungkin menyebabkan pemudik meninggal dunia.

"Kalau ada yang mengutip, ada yang meninggal karena macet, kok saya baru tahu itu seumur hidup saya. Begini, kalau tidak mengidap penyakit sebelumnya, saya kira tidak akan meninggal. Masa iya kemacetan bisa menimbulkan orang meninggal, kan tidak mungkin," katanya saat menghadiri silaturahim Idul Fitri 1437 Hijriyah di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu.

Menurut Jonan, pemudik yang dikabarkan meninggal dunia pada saat terjebak kemacetan itu kemungkinan telah memiliki riwayat penyakit sebelumnya sehingga keadaan penat pada kondisi kemacetan menambah parah penyakitnya.

Jonan menganalogikan kondisi fisik seseorang yang menjalani puasa dengan yang terjebak kemacetan selama 12 jam.

Menurut dia, orang sehat ketika menjalani puasa lebih dari 12 jam tetap baik-baik saja, apalagi ini hanya duduk di dalam mobil menunggu kemacetan terurai selama 12 jam.

"Ada yang bilang kena macet 12 jam, nah kalau puasa itu berapa jam? Saya kira lebih dari 12 jam dan buktinya tidak apa-apa juga. Ini cuma duduk-duduk saja. Menurut saya korban ini sudah mengidap penyakit sebelumnya," demikian Jonan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memperkirakan bahwa meninggalnya belasan pemudik selama kemacetan di Tol Pejagan-Brebes karena kondisi kesehatan pemudik yang kurang baik, selain itu mobil ambulans sulit menjangkau lokasi penderita.

Seorang pemudik meninggal dunia karena diduga mengalami kelelahan setelah terjebak dalam kemacetan parah arus mudik Lebaran 2016 di pintu Tol Brebes Timur, Senin (4/7).

"Kami sudah berusaha menolong menyelamatkan nyawa Ibu Suharti (50) yang kelelahan, tapi tidak berhasil," kata Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Tengah, Amir Darmanto, saat dihubungi melalui telepon di Semarang, Selasa malam (5/7).

Menurut dia, setelah turun dari bus Sumber Alam dengan tujuan ke Yogyakarta, korban sempat singgah di Pos Komando (Posko) Mudik PKS Kabupaten Brebes untuk buang air kecil. Namun sebelum masuk toilet, korban pingsan.

"Mengetahui hal itu, tim kesehatan dan kepanduan kami di posko mudik dengan sigap langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa ke puskesmas karena kondisi korban yang kritis," ujarnya.

Sesampainya di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat setelah menerobos kemacetan, menurut dia, ternyata korban telah meninggal dunia.

"Kami berusaha semampu kami, tapi ternyata Allah mencintai beliau di bulan penuh berkah in,i dan tadi pagi jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka di Yogyakarta," katanya.

Terkait dengan itu, Amir mengimbau para pemudik agar mempersiapkan diri sebaik mungkin guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ketika mengalami kemacetan selama dalam perjalanan mudik ke kampung halaman masing-masing.

"Kemacetan lalu lintas yang parah rawan menyebabkan dehidrasi bagi para pemudik," ujarnya menambahkan.
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Uji coba penghapusan "3-in-1" tingkatkan kemacetan

Uji coba penghapusan "3-in-1" tingkatkan kemacetan

Penghapusan Kawasan 3 In 1 Sejumlah kendaraan bermotor melaju di Jalan M.H. Thamrin yang menjadi kawasan 3 in 1 di Jakarta, Jumat (1/4). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan melakukan uji coba penghapusan 3 in 1 di Jakarta pada minggu kedua bulan April 2016. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf) ()
 Namun, untuk jalan-jalan kolektor (jalan non protokol) terjadi penurunan tingkat kemacetan yang signifikan dan kondisinya sangat lancar,"

Jakarta (ANTARA News) - Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta menyatakan, terjadi peningkatan kemacetan di ruas jalan kawasan "3-in-1" sebesar 24,35 persen sebagai hasil rapat evaluasi uji coba penghapusan kebijakan tersebut. 

"Namun, untuk jalan-jalan kolektor (jalan non protokol) terjadi penurunan tingkat kemacetan yang signifikan dan kondisinya sangat lancar," kata Kepala Dishubtrans DKI Andri Yansyah di Jakarta, Minggu. 
Menurut dia, penurunan tersebut disebabkan pengendara yang tadinya menggunakan jalan kolektor berpindah ke jalan protokol. Namun diperkirakan pengendara akan kembali menggunakan jalan kolektor, terlebih saat ini banyak aplikasi penunjuk jalan, seperti Google Maps dan Waze.

"Berdasarkan hasil evaluasi kami terkait uji coba penghapusan 3-in-1 pada 5 sampai 8 April 2016, tingkat kemacetan yang sangat parah terjadi di kawasan Semanggi dan Sudirman arah Bunderan Senayan," ujar Andri. 
Maka dari itu pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas sebelum dan sesudah memasuki kawasan 3-in-1 serta memasang rambu-rambu pengalihan arus lalu lintas.

"Selain itu, kami juga akan melakukan sosialisasi mengenai rute-rute alternatif yang tersedia dan melakukan rekayasa pengaturan lampu lalu lintas yang berhubungan dengan kawasan 3-in-1," tutur Andri. 

Sementara itu, dia mengungkapkan tren masyarakat yang menggunakan angkutan busway maupun angkutan reguler selama masa uji coba penghapusan 3-in-1 sedikit mengalami peningkatan, yakni 5 persen.

Sedangkan, masalah dampak sosial, yaitu joki 3-in-1 saat ini sudah tidak ada lagi. Dengan kata lain, sambung dia, dengan dihapuskannya 3-in-1, dampak masalah sosial dengan sendirinya ikut teratasi.

"Kami akan terus melakukan pemantauan setelah penerapan pengalihan rute alternatif dan rekayasa traffic light (lampu lalu lintas) selama masa uji coba penghapusan 3-in-1 berikutnya, yaitu 11 hingga 13 April 2016," ungkap Andri. 

Lebih lanjut, dia menambahkan bersama dengan pihak kepolisian, pihaknya akan membahas secara rinci tentang kemungkinan diterapkannya kebijakan ganjil genap, sambil menunggu penerapan sistem jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP).
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kepada Jokowi, Pengusaha Jepang Keluhkan Pelabuhan Sampai Kemacetan

Kepada Jokowi, Pengusaha Jepang Keluhkan Pelabuhan Sampai Kemacetan

Maikel Jefriando - detikfinance
Kepada Jokowi, Pengusaha Jepang Keluhkan Pelabuhan Sampai Kemacetan
Jakarta -Sadayuki Sakakibara, Chairman Keidanren (federasi bisnis Jepang), baru saja bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam pertemuan tersebut, pengusaha Negeri Matahari Terbit menuturkan beberapa hambatan berinvestasi yang harus segera diselesaikan.

Hambatan pertama adalah ketersediaan infrastruktur yang belum memadai. Misalnya pelabuhan dan jalan yang secara kuantitas dan kualitas masih sangat kurang untuk negara sebesar Indonesia.

"Hambatan apa saja yang kami rasakan memang pertama itu adalah infrastruktur. Misalnya pelabuhan dan jalan," ungkap Sakakibara usai pertemuan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (8/4/2015).
Kedua adalah soal listrik. Pasokan listrik yang belum tercukupi membuat industri sulit untuk tumbuh.

Ketiga yaitu terkait dengan kemacetan lalu lintas. "Kemacetan menjadi hambatan. Seperti belum ada MRT (Mass Rapit Transit) dan sebagainya," tegas Sakakibara.
Meski begitu, Sakakibara memastikan investasi dari Jepang ke Indonesia tetap akan mengalir deras. Apalagi hubungan yang terjalin antar kedua negara selama ini sangat erat.

"Meski ada hambatan, kami ingin berkontribusi untuk menata infrastruktur. Kami ada tekad," tuturnya.

Pada 2013, Jepang berhasil menduduki posisi pertama sebagai investor terbesar di Indonesia untuk investasi langsung atau Foreign Direct Investment (FDI). Kemudian menjadi peringkat kedua pada tahun selanjutnya. Tahun ini diharapkan kembali ke peringkat pertama.

"Memang kalau dilihat investasi Jepang di Indonesia sudah lama dengan angka yang sangat tinggi. Tahun ini Jepang ingin menjadi negara yang paling banyak investasi ke Indonesia," papar Sakakibara.

Bagi pengusaha Jepang, Indonesia bukan sekedar pasar. Menurut Sakakibara, Indonesia sangat potensial menjadi basis produksi.

"Kami anggap Indonesia bukan sebagai pasar konsumsi atau menjual sesuatu. Indonesia adalah negara yang penting untuk supply chain, terutama untuk manufaktur," katanya.

Dunia usaha Jepang akan mendorong dengan investasi dari berbagai sektor. Terutama infrastruktur. Tujuannya agar Indonesia bisa nantinya menjadi negara eksportir.

"Kami juga ingin Indonesia memiliki industri manufaktur yang ekspor ke negara lain," ujarnya.

"Kami ada sebuah tekad untuk melaksanakan penanaman modal untuk tingkat yang tinggi. Kami pertahankan juga yang ada. Untuk itul ah kami datang ke sini untuk menyampaikan hal-hal yang penting terutama apa saja yang menjadi hambatan investasi dari Jepang," sambung Sakakibara.

(mkl/hds)
Back To Top