-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
UNIC-WWF-UNEP kerja sama selamatkan satwa liar Indonesia

UNIC-WWF-UNEP kerja sama selamatkan satwa liar Indonesia

UNIC-WWF-UNEP kerja sama selamatkan satwa liar Indonesia
Logo UNEP (ist)
Jakarta (ANTARA News) - Pusat Informasi PBB (UNIC) Jakarta bekerja sama dengan WWF Indonesia dan Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) mempromosikan kebanggaan nasional untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati dan satwa liar yang terancam punah.

Menurut keterangan tertulis yang diterima ANTARA  saat acara "The United Nations Works For You" di Jakarta, Rabu, kebanggaan nasional tersebut menargetkan kalangan anak muda di perkotaan yang juga merupakan kunci untuk mengubah perilaku dan selera konsumen dalam mendukung upaya konservasi.

UNIC Jakarta menjelaskan tujuan kampanye itu membangun kesadaran untuk melestarikan warisan bumi yang kaya di Indonesia untuk semua masyarakat.

Selain itu, untuk menyuarakan keprihatinan konsumen terhadap permintaan produk hewan eksotis dan meningkatkan kebanggaan pada keanekaragaman satwa liar yang luar biasa di Indonesia.

Secara khusus, UNIC Jakarta juga mendukung upaya WWF Indonesia untuk pemulihan populasi harimau Sumatera yang bertujuan menggandakan jumlah harimau liar pada 2022 yang juga jatuh sebagai Tahun Baru Imlek shio harimau.

Seiring dengan Hari Harimau Sedunia pada 29 Juli mendatang, WWF Indonesia akan mengkampanyekan TX2 (menggandakan jumlah harimau) dan diselenggarakan di salah satu mall kawasan Jakarta Pusat dan akan diikuti dengan kampanye online dan acara lainnya di sekolah-sekolah dan organisasi kepemudaan.

UNIC Jakarta menjelaskan akan fokus untuk memperhatikan tempat berkembang biak harimau di suaka margasatwa Rimbang Baling di Riau yang juga menjadi rumah bagi ratusan spesies langka lainnya.

Menurut UNIC Jakarta, banyak dari spesies tersebut berada dalam daftar terancam punah karena habitat yang terus berkurang akibat perbuatan manusia, misalnya penebangan dan perburuan liar.

UNIC Jakarta juga menyatakan acara tersebut akan menyoroti kebiasaan bertanggung jawa suku asli yang telah hidup berdampingan dengan alam dan hewan-hewan di sana dari generasi ke generasi.

Berdasarkan data PBB, diperkirakan lebih dari 300 ribu jenis satwa liar atau sekitar 17 persen satwa dunia terdapat di Indonesia.

Indonesia juga menjadi habitat dari segala jenis satwa liar unik yang hanya dapat ditemukan di Indonesia saja.

Namun, Indonesia juga dikenal negara yang memiliki jumlah angka terbesar untuk kajahatan satwa liar di Asia Tenggara, yang melibatkan perdagangan satwa liar yang terancam punah baik untuk pasar domestik maupun di ekspor.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Hong Kong-Indonesia tingkatkan kerja sama imigrasi

Hong Kong-Indonesia tingkatkan kerja sama imigrasi

Hong Kong-Indonesia tingkatkan kerja sama imigrasi
Dokumentasi Erwiana Sulistyaningsih (kanan), mantan pembantu rumah tangga asal Indonesia, disambut pendukungnya di luar pengadilan distrik di Hong Kong, Jumat (27/2). Mantan ahli kecantikan warga negara Hong Kong, Law Wan-tung (44), ibu dari dua anak, dinyatakan bersalah atas 18 dari 22 tuntutan, termasuk luka berat dan kekerasan terhadap Sulistyaningsih dan dua pembantu rumah tangganya yang lain, yang juga dari Indonesia. (REUTERS/Tyrone Siu)

"Kerja sama di bidang ketenagakerjaan dan imigrasi antara Indonesia dan Hong Kong bagian penting dari hubungan kedua pihak," kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, saat melakukan pertemuan dengan Menteri Keamanan Hong Kong, Lai Tung-kwok.
Hong Kong menyambut baik usulan Marsudi membangun kerja sama lebih erat bidang imigrasi melalui pembentukan nota kesepahaman antara instansi terkait.

Menurut Kementerian Luar Negeri, saat ini terdapat sekitar 168.000 tenaga kerja Indonesia di Hong Kong, dan jumlah itu kedua terbesar setelah tenaga kerja Filipina.

Dalam pertemuan dengan Lai, Marsudi menjelaskan mengenai beberapa kasus hukum yang dialami warga negara Indonesia terkait penerapan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian.

Menanggapi itu, Lai mengatakan, hubungan bilateral kedua negara yang kuat menjadi modal penting dalam membahas masalah itu lebih lanjut untuk dapat menemukan solusi terbaik bagi kedua pihak.

Pada pertemuan tersebut, kedua menteri menyepakati perlu intensifikasi kerja sama antara Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong dengan Kantor Imigrasi Hong Kong melalui pembentukan kelompok kerja untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi WNI di Hong Kong.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Indonesia-Australia pererat kerja sama atasi terorisme

Indonesia-Australia pererat kerja sama atasi terorisme



"Kita hadir di Sydney hari ini untuk pertemuan tingkat menteri kedua antara Australia dan Indonesia di bidang Hukum dan Keamanan. Pemerintah Indonesia sangat memperhatikan kondisi keamanan dengan mengirim delegasi besar ke sini. Pertemuan ini sebelumnya sudah dilakukan di Jakarta pada Desember tahun lalu dan menjadi forum untuk mengordinasikan kerja sama dan tanggung jawab kedua negara terkait keamanan internasional, khususnya soal terorisme," kata Jaksa Agung Australia George Brandis dalam konferensi pers di Sydney, Rabu.

George Brandis dalam pertemuan itu didampingi antara lain oleh Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan dan juga mantan Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty yang saat ini menjawab sebagai Koordinator Badan Nasional Anti Terorisme Indonesia.

Sementara rombongan Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Tito Karnavian, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F Sompie dan delegasi lainnya.

Pertemuan pertama kedua negara telah dilaksanakan pada 21 Desember 2015 lalu yang juga membahas mengenai penanggulangan terorisme, keamanan siber (cyber security) dan operasi intelijen.

"Kami berharap pertemuan ini dapat berbagi pandangan mengenai ancaman di kawasan dan juga komitmen untuk mempererat kerja sama intelijen antara Australia dan Indonesia sehingga kami dapat menanggulangi persoalan terorisme mulai dari soal keuangannya, deradikalisasi, hingga keamanan siber. Ini adalah pertemuan yang sangat-sangat penting karena pemerintah Australia dan Indonesia sama-sama punya kepentingan untuk mencegah timbulnya teror di masing-masing negara," tambah George.

Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Australia berada di tingkat yang baik karena hubungan baik dengan komitmen dari masing-masing kepala negara yaitu Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malcolm Turnbull.

"Kami yakin kerja sama ini akan semakin baik di masa datang termasuk dengan terus melakukan pertukaran informasi bidang intelijen dan peningkatan kapasitas dalam sejumlah bidang," kata Luhut.

Salah satu contoh keberhasilan untuk mengatasi ancaman teroris menurut Luhut adalah pemetaan terhadap gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Asia Tenggara yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi.

"Ada sekitar 500 orang Indonesia ada di Suriah dan mereka ingin mendirikan kekhilafan di Asia Tenggara, tapi kami berhasil untuk memetakan kehadiran mereka di sini dan kami juga bersama Australia saling bertukar informasi mengenai hal ini sehingga kami yakin dapat mengatasi masalah ini," ungkap Luhut.

Sementara Menteri Kehakiman yang juga Menteri Khusus Urusan Terorisme Michael Keenan menyatakan bahwa ancaman organisasi teroris internasional sama-sama dihadapi oleh Indonesia dan Australia.

"Kita menghadapi organisasi teroris di Timur Tengah yang secara jelas menyatakan perang terhadap negara-negara lain dan menyerang teman dan tetangga kita. Kerja sama ini adalah untuk merespon ancaman bersama tapi dengan cara saling bekerja sama. Ini adalah kesempatan kami juga untuk belajar mengenai penerapan hukum, kerja intelijen dan kami akan terus berkolaborasi sehingga dapat mengatasi ancaman bersama ini," kata Michael.

Baik pertemuan pertama maupun kedua menurut Michael sudah membuatkan hasil konkret baik Indonesia dan Australia.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Indonesia - Uni Eropa perluas kerja sama keamanan

Indonesia - Uni Eropa perluas kerja sama keamanan

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa menggelar pertemuan pertama Dialog Kebijakan Keamanan RI-Uni Eropa di Bandung, Jawa Barat, untuk membahas perluasan area kerja sama di bidang keamanan, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Kamis.

Pertemuan itu dihadiri oleh delegasi RI yang dipimpin oleh Direktur Kerja Sama Intrakawasan Amerika dan Eropa (KSI Amerop) Kemlu RI Dewi Gustina Tobing, dan delegasi Uni Eropa (UE) yang dipimpin oleh Kepala Divisi Penanggulangan Terorisme UE John Gatt-Rutter.

Pertemuan tersebut diadakan untuk membahas agenda penanggulangan terorisme dan radikalisme, keamanan maritim, penanggulangan penyalahgunaan narkotik, kejahatan terorganisir dan anti-korupsi, perwujudan dan pemeliharaan perdamaian, serta manajemen bencana.

Dalam pertemuan pertama Dialog Kebijakan Keamanan RI-Uni Eropa, kedua pihak saling bertukar pandangan terkait isu-isu yang disepakati dalam agenda dan membahas rencana kerja sama yang menjadi kepentingan bersama.

Pihak Uni Eropa menyampaikan apresiasi atas berjalannya pertemuan dengan baik dan menekankan komitmennya untuk mendukung kerja sama yang nyata.

"Uni Eropa menekankan kembali komitmen terhadap isu keamanan seperti terorisme dan kejahatan lintas batas lainnya," kata John Gatt-Rutter.
Pada akhir pertemuan, Direktur KSI Amerop Kemlu RI Dewi Tobing menyambut baik komitmen Uni Eropa untuk kerja sama konkret di bidang keamanan dan berharap kerja sama itu dapat segera direalisasikan.

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan pertama Dialog Strategis Menteri yang diadakan di Jakarta pada 8 April lalu untuk membahas isu strategis di bidang bilateral, regional, dan global. 
Saat itu Menteri Luar Negeri RI dan Wakil Presiden Komisi Eropa sepakat untuk membahas lebih lanjut potensi kerja sama pada bidang keamanan lintas bantas, termasuk terorisme, keamanan maritim, penyelundupan narkotika, dan kejahatan lintas batas terorganisir lainnya. 
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Indonesia-Belanda kerja sama maritim dan pendidikan

Indonesia-Belanda kerja sama maritim dan pendidikan

Pewarta: 
Indonesia-Belanda kerja sama  maritim dan pendidikan
Dokumentasi Presiden Joko Widodo melambaikan tangan sebelum bertolak ke Eropa di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (17/4). Jokowi bersama delegasi Indonesia memulai seri kunjungan ke Jerman, Inggris, Belgia, dan Belanda, dalam rangka memenuhi undangan sejumlah kepala negara untuk membahas kerjasama bidang ekonomi dan membangun perdamaian dunia dengan Uni Eropa. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Den Haag (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Belanda menandatangani nota kesepahaman berbagai bidang termasuk maritim dan pendidikan dalam pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo  dan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, di Den Haag, Jumat.

Jokowi dan delegasi Indonesia tengah dalam kunjungan ke empat negara Eropa Barat, Jerman, Belgia, Inggris, dan Belanda. 

"Saya sangat bahagia karena dapat membalas kunjungan PM Rutte ke Indonesia pada 2013," kata Jokowi. Indonesia diwakili Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam penandatangan nota kesepahaman itu. 
Ada beberapa nota kesepahaman yang ditandatangani Indonesia dan Belanda, di antaranya di bidang pendidikan tinggi dan ilmu pengetahuan serta kerja sama maritim.
Saat penandatanganan itu dilaksanakan, juga turut hadir Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, Kepala BKPM, Franky Sibarani, dan Duta Besar Indonesia untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja.

Dalam kunjungannya, Jokowi melaksanakan pembicaraan empat mata dengan Rutte yang dilanjutkan ertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan delegasi Belanda, di Cats Huis, kediaman resmi perdana menteri Belanda, di Den Haag.

Tiba di Cats Huis, Jokowi langsung disambut PM Rutte saat turun dari kendaraan. Kemudian berfoto bersama. Keduanya berjalan memasuki Cats Huis sambil bercakap santai.

Kepada Rutte,  Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan itu dan berharap kunjungan itu dapat meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Belanda.

Jokowi menyampaikan, sulit memilih prioritas kerja sama saat berbicara mengenai hubungan Indonesia dan Belanda. Hal ini dikarenakan hubungan Indonesia dan Belanda sangat intensif hampir di semua sektor.

"Namun, pada kesempatan ini, saya ingin memfokuskan pada tiga prioritas pengelolaan air, maritim, serta perdagangan dan investasi," katanya.

Jokowi juga menyatakan kegembiraan atas berbagai proyek kedua negara yang telah berlangsung. Di antaranya  infrastruktur, terutama terkait ketersediaan air bersih  dan sanitasi, ketersediaan air untuk pertanian dan ekosistem, tata kelola air, dan jaminan pasokan air.

Indonesia, kata dia, tengah menghadapi tantangan menanggulangi banjir, mengatasi abrasi pantai, dan ketersediaan air bersih.

Jokowi berharap kerjasama pengelolaan air dapat difokuskan untuk mengatasi tiga tantangan itu, terutama dalam bidang transfer keahlian dan teknologi. "Saya apresiasi pembaruan MoU kerja sama air pada 2015 untuk lima tahun ke depan", ujar dia

Dia juga mengapresiasi kerja sama Belanda dalam Strategi Pembangunan Wilayah Pantai Jakarta (JCDS) dan proyek Pembangunan Sumber Daya Wilayah Pantai Terpadu Nasional (NCICD) yang sedang berlangsung saat ini. "Termasuk dukungan Belanda dalam penyusunan Master Plan NCICD", ucap dia.
Di bidang maritim, Jokowi mengapresiasi minat Belanda mendukung Indonesia mewujudkan visi poros maritim. Ini diwujudkan dengan pengembangan gugus-gugus maritim, baik perikanan, pembangunan kapal laut, infrastruktur, dan sumber daya laut.

Selain itu juga peningkatan kapasitas SDM melalui program pendidikan kejuruan bagi pelajar dan mahasiswa sekolah maritim di Indonesia. Hal lain yang tak kalah penting adalah pengembangan peta jangka panjang pembangunan maritim Indonesia.

"Saya undang perusahaan-perusahaan bidang maritim di Belanda untuk terlibat dalam pembangunan deep seaports di wilayah Indonesia Timur", kata dia.

Partisipasi perusahaan-perusahaan Belanda dalam proyek-proyek infrastruktur maritim di Indonesia seperti pembangunan deep seaport Kuala Tanjung dan Pelabuhan Tanjung Priok, sangat dihargai Indonesia.

Pada kesempatan ini, Jokowi menyatakan, Belanda salah satu mitra utama Indonesia untuk perdagangan dan investasi di Eropa. Namun, nilai perdagangan bilateral menunjukkan penurunan.

Pada 2014, nilai perdagangan mencapai 4,89 miliar dolar Amerika Serikat sementara 2015 nilai perdagangan sebesar 4,22 miliar dolar Amerika Serikat.

Untuk investasi Belanda ke Indonesia, juga tercatat penurunan. Pada 2015 sebesar 1,31 miliar dolar Amerika Serikat sedangkan pada 2014 1,73 miliar dolar AS.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi menyampaikan, untuk menunjang ekonomi Indonesia yang tebuka dan kompetitif, pemerintah telah luncurkan 11 paket deregulasi dan reformasi ekonomi, layanan cepat pemberian izin investasi di kawasan industri dalam waktu 3 jam, layanan cepat satu pintu di BKPM, dan pembaruan Daftar Negatif Investasi.

"Saya undang Belanda untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur maritim di Indonesia, yaitu Deep Seaport Sorong dan Deep Seaport Makassar," kata Jokowi. 
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top