-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Menteri Rini: holding BUMN jadi lima sektor

Menteri Rini: holding BUMN jadi lima sektor

Menteri Rini: holding BUMN jadi lima sektor
Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) pada foto 29 Februari 2016 di Kantor Kepresidenan, Jakarta, saat rapat membahas soal pembentukan holding BUMN (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan rencana pembentukan induk perusahaan (holding) BUMN yang semula terdiri atas enam sektor dipangkas menjadi lima sektor.

"Akhirnya yang tadinya enam (sektor) menjadi lima (sektor) yakni energi, infrastruktur jalan tol, perumahan dan jasa keuangan," kata Menteri Rini usai acara halal bihalal di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Senin.

Adapun satu sektor yang dihapuskan dari rencana holding BUMN adalah penggabungan sektor jasa konstruksi dan rekayasa atau Engineering Procurement Construction (EPC).

Rini menjelaskan batalnya sektor tersebut dalam holding BUMN karena sektor EPC yang sedang berkembang dan menunjukkan performa yang bagus.

"Kalau dilihat awalnya EPC dikonsentrasikan di rekayasa industri. (Performa) rekayasa industri ini sedang bagus dan ada satu anak perusahaan (PT) Pertamina," ujar Rini.

Ia menambahkan batalnya sektor EPC ke dalam penggabungan perusahaan BUMN akan diubah dalam struktur yang berbeda.

Rini berharap Rancangan Peraturan Pemerintah (PP) terkait holding BUMN dapat selesai pada bulan ini dengan adanya revisi PP 44/2005.

"PP 44 itu kita meminta ada tambahan pasal-pasal di dalamnya untuk merefleksikan holdingisasi. Kita harapkan bulan ini selesai," kata Rini.

Sementara itu, Rancangan PP pembentukan holding sektor energi dengan perusahaan induk PT Pertamina saat ini sudah berada di Sekretariat Negara.

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menteri Rini nyatakan BUMN siap kelola blok Masela

Menteri Rini nyatakan BUMN siap kelola blok Masela

Pewarta: 
Menteri Rini nyatakan BUMN siap kelola blok Masela
Menteri BUMN Rini M Soemarno (ANTARA FOTO/Teresia May)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, BUMN siap untuk mengelola Blok Masela bila sekiranya investor yang ada ke depannya tidak lagi menunjukkan minat untuk melakukan pengelolaan di ladang migas tersebut.

"Insya Allah (BUMN siap), kami berharap begitu tetapi masih belum tahu," kata Menteri Rini di sela-sela acara Gerakan Penanaman 10.000 Pohon di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu.
Menurut Rini masih belum mengetahui karena saat ini ada investor lain di luar BUMN yang memegang kontrak pengelolaan ladang migas yang terletak di Provinsi Maluku tersebut.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR RI Iskan Qolba Lubis menginginkan pengelolaan blok Masela sebaiknya diserahkan kepada badan usaha milik negara (BUMN) bagi kepentingan masyarakat seluas-luasnya.


"Kepentingan rakyat akan lebih terjamin jika pengelolaan diberikan kepada BUMN, bukan kepada asing. Jadi, bukan pada soal lokasi di darat atau laut," kata Iskan Lubis.
Menurut dia, sesuai amanat perundang-undangan, BUMN memiliki kewenangan untuk sepenuhnya mengelola energi di dalam negeri.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meyakini kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Blok Masela, Inpex Corporation, tidak akan lari dari proyek di Laut Arafura, Maluku, tersebut.

Menurut Rizal, kontraktor asal Jepang itu telah menghabiskan dana hingga 2 miliar dolar AS untuk melakukan eksplorasi di ladang gas terbesar Indonesia itu.
"Memang ada yang menakut-nakuti kalau Inpex bakal kabur. Ya enggaklah (tidak kabur), mereka kan sudah habiskan 2 miliar dolar AS untuk riset, sudah dapat tambang emas untuk 70 tahun," katanya di sela pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (24/3).

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan ladang gas abadi di Blok Masela menarik banyak minat investor lainnya. "Kalau mau kabur ya enggak apa-apa, yang antre banyak," katanya.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menteri Rini: Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Clear

Menteri Rini: Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Clear

Lani Pujiastuti - detikfinance
Menteri Rini: Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Clear
Jakarta -Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan invesor China memenangkan tender proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tanpa dana pemerintah sedikit pun. Ia mengklaim, seluruh lahan sudah dibebaskan sehingga pembangunan proyek tersebut bisa berjalan cepat.

"Akuisisi lahan sebetulnya sudah clear. Lahan sudah aman," ujar Rini di acara Press Gathering di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/10/2015).
 
Rini menambahkan, bahkan sebagian besar lahan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung berada di sini jalan tol. Makanya dalam konsorsium proyek ini melibatkan PT Jasa Marga Tbk.

"Jalur itu akan dibangun 80% di sisi jalan tol. Itu kenapa kita menggandeng BUMN Jasa Marga. Mereka yang punya lahan, 20% sisanya akan diurus Jasa Marga, mereka yang urus dan akan beli. Itu kenapa Jasa Marga kita libatkan, lahan aman," ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam proyek ini digarap oleh konsorsium dari China yaitu China Railway Corporation, PT Wika Tbk, PT KAI, PT Jasa Marga Tbk, dan PTPN VIII.

"Kecepatan kereta ini minimum 250 km/jam," tutup Rini.

(rrd/hen)
Usai Rapat LRT dengan Jokowi, Rini Soemarno Tampak Kesal

Usai Rapat LRT dengan Jokowi, Rini Soemarno Tampak Kesal

Maikel Jefriando - detikfinance
Usai Rapat LRT dengan Jokowi, Rini Soemarno Tampak Kesal foto: ilustrasi LRT Malaysia
 
Jakarta -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno terlihat kesal usai mengikuti rapat terbatas (ratas) membahas proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Ratas yang dimulai pukul 14.30 WIB berakhir pada pukul 16.30 WIB.

Dengan nada keras, Rini memarahi bawahannya karena merasa ada laporan proyek LRT yang kurang lengkap.

"Kamu bilang sudah beres, kok masih banyak dipertanyakan. Saya mau setelah ini, kumpul semua di kantor saya," kata Rini dengan mimik kesal kepada bawahannya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Proyek ini dikerjakan secara konsorsium dengan ketua PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Tahap awal, Adhi Karya akan membangun kereta ringan rute Cibubur-Dukuh Atas. Awalnya, proyek ini direncanakan groundbreaking pada 17 Agustus 2015 namun terpaksa ditunda.


Hadir pada ratas LRT tersebut antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Maritim Rizal Ramli, Mensesneg Pratikno, Menteri PPN/Bappenas Sofyan Djalil, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga manajemen Adhi Karya.



(feb/ang)
Menteri Rini sebut Indonesia banjir tawaran investasi 3 negara Eropa

Menteri Rini sebut Indonesia banjir tawaran investasi 3 negara Eropa

Reporter : Fikri Faqih   Menteri Rini sebut Indonesia banjir tawaran investasi 3 negara EropaMenteri BUMN Rini Soemarno kunjungi PT Pindad. ©2015 Merdeka.com/Angga Yudha Pratomo


Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno belum lama ini melakukan kunjungan ke beberapa negara di Eropa, seperti Jerman Belanda dan Inggris. Dalam kunjungannya tersebut, dia mengaku mendapatkan tawaran kerja sama dan investasi di Indonesia.

"Kemarin saya memang ke Jerman, Belanda dan Inggris banyak bertemu dengan pengusaha-pengusaha yang memang sangat berminat untuk lakukan investasi di Indonesia," ujar Menteri Rini di Lapangan Timur Senayan, Jakarta, Minggu (12/7).
Dia menambahkan, pengusaha kebanyakan menanyakan bagaimana rencana pembangunan di Indonesia. Mereka pun tertarik, karena program prioritas pemerintah saat ini yakni di bidang listrik, jalan tol, pelabuhan dan bandara.

"Mereka semua tertarik dengan itu, dan memang mungkin ditekankan bahwa dalam hal ini seperti Bank Ekspor Kredit Inggris juga berminat membiayai kalau kita ingin kerja sama," jelasnya.

Mantan Menteri Perindustrian itu mengungkapkan, selain Inggris, Jerman juga ingin terus melakukan investasi di Indonesia. Terutama untuk perusahaan Siemens yang saat ini sudah melakukan produksi komponen ataupun turbin di Cilegon.

"Mereka (Siemens) sudah mempekerjakan 100 orang. Mereka berharap bisa kembangkan lebih lanjut," katanya.

Sedangkan Belanda, sangat ingin melakukan investasi dalam pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung. "Kalau di Belanda saya ketemu Port Rotterdam. Mereka berhadap dapat kerja sama dengan Pelindo 3," tutupnya.
[bim]
Back To Top