-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Pemudik putuskan balik ke Jakarta dengan berjalan kaki

Pemudik putuskan balik ke Jakarta dengan berjalan kaki


Saat ditemui wartawan di Cilongok, Kabupaten Banyumas, Sabtu siang, Watimin mengaku berangkat dari rumahnya di Desa Pucung Lor RT 20 RW 06, Kecamatan Kroya, Cilacap, pada Jumat (8/7) sore.

"Saya berniat jalan kaki dari Kroya sampai Kalideres, Jakarta Barat. Saya akan ke tempat kerja, proyek di Kalideres," katanya.

Menurut dia, kedatangannya ke lokasi proyek di Kalideres karena ada urusan dengan perusahaan yang belum terselesaikan.

Dalam hal ini, perusahaan tersebut belum menyelesaikan pembayaran upah kepada Watimin dan orang-orang yang dia bawa untuk ikut bekerja di proyek itu.

"Saya ingin menyelesaikan itu (upah yang belum dibayarkan oleh perusahaan, red.)," katanya.

Oleh karena itu, dia bertekad untuk jalan kaki ke Kalideres dengan harapan urusannya dapat terselesaikan dengan baik.

Ia menargetkan jalan kaki menuju Kalideres itu dapat ditempuh dalam 25 hari dengan melalui jalur pantai utara (pantura).

"Saya istirahat di masjid," katanya.

Dia mengaku hanya membawa bekal uang seadanya dan sejumlah pakaian yang dibawa menggunakan tas punggung yang dipasangi lembaran kertas putih terbungkus plastik dengan tulisan warna merah "Dari Kroya Cilacap Jawa Tengah ke Jakarta Kalideres Jalan Kaki Lewat Pantura".

Selain itu, dia juga membawa tongkat yang dilengkapi dengan Bendera Merah Putih.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Jalur selatan Jawa Barat siap dilintasi pemudik

Jalur selatan Jawa Barat siap dilintasi pemudik

Jalur pantura Cirebon siap dilalui pemudik

Jalur pantura Cirebon siap dilalui pemudik


Cirebon (ANTARA News) - Jalur Pantai Utara (Pantura) Cirebon, Jawa Barat, siap digunakan untuk arus mudik dan balik lebaran nanti dan sejumlah jalan yang berlubang sudah diperbaiki oleh pihak terkait.

Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Haryanto, Minggu, mengatakn pihaknya sudah menyampaikan surat ke Dinas Bina Marga untuk melakukan sejumlah perbaikan di beberapa titik dan dari hasil pantauan pihak kepolisian sampai saat ini, perbaikan tersebut dilaporkan sudah selesai.

"Kami sudah mengirimkan surat untuk meminta perbaikan jalan dan sekarang sudah dapat surat balasan dari Dinas Bina Marga, bahwa perbaikan tersebut sudah selesai dilakukan," katanya

Meskipun sudah mendapatkan surat balasan yang berisi sudah diperbaiki, namun pihaknya akan kembali mengecek jalur utama mudik maupun jalur alternative yang akan digunakan pada arus mudik dan balik nanti.

Jika masih ada yang perlu diperbaiki, pihak kepolisian akan meminta bantuan dinas terkait untuk melakukan pembenahan.

"Kami rencanakan hari selasa nanti, akan dilakukan pertemuan lintas sektoral dan membahas tentang persiapan mudik selanjutnya," tuturnya.

Selain kesiapan jalur pihaknya juga memastikan, sebagaimana intruksi Kapolda untuk menjadikan Polsek yang ada di jalur Pantura dan sekitarnya menjadi rest area pada arus mudik dan balik.

"Nanti Polsek yang ada di jalur pantura akan dijadikan rest area dan kami akan menyiapkan minuman, toilet dan sebagainya," kata Sugeng.

Sugeng menambahkan selain di Polsek, nantinya akan didirikan beberapa pos penjagaan untuk memberikan rasa aman bagi para pengendara yang akan melintasi jalur pantura.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
1895 Pemudik dari Semarang yang Gunakan KM Dobonsolo Tiba di Priok

1895 Pemudik dari Semarang yang Gunakan KM Dobonsolo Tiba di Priok

Mega Putra Ratya - detikNews
1895 Pemudik dari Semarang yang Gunakan KM Dobonsolo Tiba di Priok  
Foto: Muhammad Iqbal
 
 Jakarta - Arus balik mudik gratis bagi penumpang dan sepeda motor dari Pelabuhan Tanjung Emas tujuan Pelabuhan Tanjung Priok gelombang terakhir, telah tiba dan sandar di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Minggu (26/7) pukul 05.30  pagi. Pemudik yang diangkut KM. Dobonsolo ini adalah penumpang terakhir arus balik gratis dengan kapal laut Pelni dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

"Kapal KM Dobonsolo bertolak dari dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (25/7) pukul 16.05," ujar Manajer Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan Pelni Akhmad Sujadi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/7/2015).
Pelepasan mudik gratis dengan kapal laut dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan pejabat terkait termasuk KSOP, Kacab Pelni Semarang. Pelepasan dilakukan langsung di dermaga Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas.

"Acara pelepasan di Semarang ditandai pemberian surat persetujuan berlayar (SPB) oleh Kepala KSOP Tanjung Emas kepada Gubernur Jateng dan diteruskan kepada nahkoda kapal KM Dobonsolo Capt.M.Muhadu," imbuhnya.

KM Dobonsolo mengangkut 1.895 orang penumpang dan 880 unit sepeda motor Kapal berlayar 12 jam. Hadir pula sejumlah aparatur Pemda Jateng.

"Pelepasan KM Dobonsolo dan seluruh penumpang arus mudik ini mengakhiri pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 2015 gratis, khususnya di rute Semarang-Tanjung Priok," ungkapnya.
Pelni melayani arus balik sejak tanggal 21, 23 dan 25 Juli 2015. Sedangkan pada arus mudik dari Jakarta berangkat tanggal 11, 13 dan 15 Juli 2015. Totalnya 6 trip pelayaran.
(ega/idh)
-
Pemudik Sudah Balik, Jakarta Berangsur 'Normal'

Pemudik Sudah Balik, Jakarta Berangsur 'Normal'

Hardani Triyoga - detikNews Pemudik Sudah Balik, Jakarta Berangsur NormalJakarta - Sebagian masyarakat Ibukota dari semalam sampai pagi ini sudah kembali dari kampung halamannya. Ibu kota Jakarta pun mulai kembali 'normal' dengan kondisi arus lalu lintasnya.

Kembalinya para pemudik ini membuat arus sejumlah ruas jalan agak ramai dibandingkan libur Lebaran sebelumnya. Dari pantauan CCTV Lewatmana.com, pagi ini volume kendaraan sudah agak bertambah.
Misalnya di Jalan Dewi Sartika menuju Kalibata dan Jatinegara lebih ramai dari kendaraan roda dua, roda empat sampai angkutan umum. Di hari reguler, jalur ini terutama pertigaan lampu merah Dewi Sartika menjadi salah satu titik kemacetan di Ibukota.
Begitu pun di ruas Jalan Asia Afrika, Senayan. Dari pantauan CCTV Lewatmana.com, tampak intensitas kendaraan sudah bertambah. Pemudik yang sudah tiba sejak Selasa (21/7), kemarin kemungkinan sudah masuk kerja.

Tak ketinggalan jalur Jalan Dukuh Atas, Sudirman. Dari arah Semanggi menuju Bundaran HI, volume kendaraan juga sudah bertambah. Meski demikian, tidak terjadi kemacetan yang membuat arus padat merayap.

Sementara di jalur Jalan Gatot Subroto pagi ini juta sudah tampak ramai arus kendaraan roda empat. Akses ini terutama Jalan Gatot Subroto menuju Semanggi, Slipi yang volume kendaraan sudah bertambah dibandingkan hari kemarin. Tapi, untuk jalur sebaliknya Jalan Gatot Subroto menuju Pancoran, arus kendaraan masih terlihat lengang.

Untuk ruas jalan lain seperti Jalan KH. Mas Mansyur juga tampak terjadi peningkatan arus kendaraan. Contohnya Jalan KH Mas Mansyur yang menuju Pejompongan, Karet, Sudirman terlihat arus kendaraan cukup ramai terutama kendaraan roda empat.


(hty/ahy)
Back To Top